8 Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi

Buat semua Ibu kondisi seperti ini tentu sangat tidak diharapkan, tentunya Bunda semua ingin agar si buah hati lahir sehat dan tanpa cacat bukan? Namun seperti yang kita tahu, tak semua Ibu di antara kita yang beruntung seperti itu. Yang mau gak mau harus menerima dengan lapang dada disaat si buah hati lahir dengan bentuk yang tak biasa.

Salah satu kecacatan yang paling sering terjadi adalah bibir sumbing, yang mana membuat bibir terpisah menjadi dua bagian yang sampai membuat jaringan pada bibir, langit-langit dan mulut bayi tidak menyatu dengan baik. Dalam hati tentu Bunda yang khawatir jadi bertanya-tanya apa sih penyebabnya? Dan bagaimana cara mencegahnya.

Penyebab utama bibir sumbing pada bayi adalah karena proses pembentukan jaringan pada mulut dan langit-langit yang tidak sempurna. Yang mana sebenarnya pada 12 minggu kehamilan proses pembentukannya sudah dimulai.

Dua bagian tulang dan jaringan yang terbentuk di kehamilan 12 minggu akan menghubungkan bagian mulut dan hidung sebelum akhirnya membentuk bagian tengkorak. Nah, jika pada proses tersebut mengalami gangguan maka bayi pun dapat mengalami bibir sumbing.

Namun menurut para pakar kehamilan sebenarnya selain faktor pembentukan jaringan bibir yang terganggu masih ada 8 faktor lainnya yang bisa jadi penyebab bibir sumbing pada bayi.

Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi

Apa saja penyebabnya? Bunda, berikut 8 penyebab bibir sumbing pada bayi.

Baca juga:  Persiapan Menyusui Sebelum Melahirkan

1. Pengaruh Genetik

Genetik merupakan faktor penyebab yang paling sering, karena adanya genetik yang tidak lengkap bisa mengikuti pada proses pembentukan gen sejak dalam masa pembuahan sampai pembentukan tengkorak serta jaringan tubuh.

2. Efek Penggunaan Obat-Obatan saat Hamil

Bibir sumbing adalah salah satu alasan kenapa para Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dan resep dokter. Pasalnya pengaruh obat bisa mempengaruhi proses pembentukan janin serta pertumbuhannya, termasuk menyebabkan bibir sumbing.

Karena itu Bunda harus ingat nih, jenis-jenis obat berikut yang wajib dihindari karena berisiko tinggi menyebabkan bibir sumbing pada buah hati.

Fenobarbital, fenitoin, obat untuk epilepsi pada ibu hamil, benzodiazepin, natrium valproate, kortikosteroid, metotreksat yang merupakan obat untuk psoriasis, arthritis atau kanker, isotretinoin yang merupakan obat untuk jerawat, obat anti kejang, obat antikonvulsan

3. Diabetes yang Dialami Sebelum Hamil

Diabetes adalah penyakit yang tergolong serius, pasalnya diabetes dapat memicu sejumlah penyakit dan gangguan lainnya, termasuk dapat menyebabkan bibir sumbing pada bayi yang bahkan jika dialami sebelum hamil bisa mengganggu proses pembentukan janin di kehamilan nantinya.

Apalagi kalau itu adalah diabetes gestasional yang bahkan bisa meningkatkan risikonya dua kali lebih tinggi.

4. Ibu Hamil Kekurangan Vitamin B

Bunda mungkin sudah sering membaca kalau sepanjang kehamilan salah satu hal terpenting yang wajib dipenuhi para Ibu hamil adalah memenuhi asupan nutrisi dan vitamin. Karena nutrisi dan vitamin merupakan asupan utama dalam pembentukan serta tumbuh kembang janin.

Jika asupan tersebut tidak terpenuhi maka risiko yang dapat terjadi adalah gangguan pada pembentukan serta tumbuh kembang bayi. Salah satunya menyebabkan bibir sumbing pada bayi.

Salah satu asupan vitamin penting untuk Ibu hamil adalah vitamin B kompleks, jika kekurangan maka itu bisa menyebabkan proses pembentukan jaringan dan tulang pada bibir janin terganggu dan terjadilah bibir sumbing. Jadi pastikan agar Bunda memenuhi asupan nutrisi dan vitamin ya.

Baca juga:  Tips Mengatasi Payudara Membengkak Saat Menyusui Bayi

5. Kekurangan Asupan Asam Folat

Asam folat adalah senyawa yang sering disebut pahlawan bagi para Ibu dan bayi, pasalnya asam folat merupakan vitamin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan serta menunjang proses tumbuh dan berkembangnya janin.

Salah satu risiko tinggi yang terjadi jika Ibu hamil kekurangan asam folat adalah cacat pada janin, mulai dari cacat organ, saraf sampai bibir sumbing. Karena itu para Ibu hamil sangat disarankan untuk dapat memenuhi asupan asam folatnya sebanyak 600 mikrogram setiap hari.

Entah itu dengan mengkonsumsi makanan yang kaya asam folat atau mengkonsumsi suplemen asam folat yang terbukti dapat membantu proses penyerapan yang lebih baik.

6. Obesitas saat Hamil

Para Ibu hamil disarankan menjaga asupan makanan serta berat badannya saat hamil, hal itu agar Ibu hamil dapat tetap sehat serta mencegah segala macam penyebab yang bisa menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang janin.

Obesitas atau kegemukan adalah salah satu kondisi yang paling penting untuk dihindari pasalnya obesitas inilah yang dapat menyebabkan setumpuk gangguan pada Ibu hamil, salah satunya menyebabkan bibir sumbing.

Pasalnya jika Ibu mengalami obesitas maka metabolisme tubuh dapat terganggu, yang mana jika metabolisme terganggu maka tumbuh kembang janin pun berisiko mengalami gangguan.

7. Paparan Bahan Kimia saat Hamil

Ini juga sering banget nih disarankankan para pakar kehamilan agar dihindari oleh para Ibu hamil. Pasalnya bahan kimia sendiri adalah senyawa aktif yang tidak dapat diterima oleh tubuh. Karena itu jika zat kimia mengkontaminasi tubuh maka tubuh pun bisa mengalami gangguan.

Paparan bahan kimia saat hamil dan sebelum hamil pun disebut sebagai penyebab yang paling sering, apalagi faktanya kadang bahan kimia tidak dapat terdeteksi jika sudah bercampur dengan udara. Karena itu buat Bunda yang berada di kawasan pabrik wajib berhati-hati ya.

Baca juga:  Begini Ciri-Ciri Wanita yang Hamil Bayi Laki-Laki

8. Kebiasaan Merokok sampai Minuman Beralkohol

Rokok dan alkohol adalah perpaduan paling sempurna, tapi sempurnanya itu bukan untuk kesehatan melainkan menghancurkan. Sudah berbagai bukti disebutkan kalau rokok dan alkohol sangat berbahaya pada Ibu hamil karena bisa memicu cacat pada janinnya. Dan salah satunya adalah bibir sumbing.

Nah, Bunda itulah beberapa penyebab bibir sumbing pada bayi. Apa yang harus Bunda lakukan agar tidak terjadi? Tentu menghindari semua faktor penyebabnya sejak dini.

Tinggalkan komentar