BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

8 Bahaya Jika Bayi Tidak Diimunisasi

Imunisasi

Apa Bunda tahu bahaya jika bayi tidak diimunisasi? Mungkin Bunda sendiri termasuk salah satu Ibu yang cukup sering bertanya-tanya apa sebenarnya fungsi imunisasi itu? Bukannya di jaman dulu imunisasi itu gak ada tapi toh anak-anak juga tumbuh dengan sehat?

Imunisasi merupakan pemberian vaksin yang bertujuan untuk merangsang tumbuh kembang imun si buah hati agar lebih kuat melawan penyakit. Imunisasi tak hanya sekedar program pemerintah untuk menghabiskan anggaran tapi memang tujuannya untuk menyehatkan para penerus generasi bangsa.

Well, saya sebenarnya tidak bisa memberikan dengan jelas seperti apa fungsi imunisasi secara lengkap. Tapi saya akan berikan gambaran nyata akan bahayanya jika si buah hati tercinta kita tidak mendapatkan imunisasi.

Berikut 8 bahaya jika bayi tidak diimunisasi.

1. Bayi jadi Gampang Sakit

Bunda tentu merasa sedih kalau si buah hati terserang penyakit, bahkan tidak hanya itu Bunda tentu saja jadi uring-uringan kalau si kecil sakit. Apalagi tahu sendiri kan sekarang sakit itu mahal Bun.

Nah, itulah pentingnya imunisasi, karena jika si kecil tidak mendapatkan imunisasi maka ia berisiko tinggi jadi gampang sakit. Bahkan hal ini sudah dibuktikan langsung dalam penelitian yang faktanya anak yang mendapatkan imunisasi jauh lebih sehat dibanding yang tidak mendapatkan imunisasi.

Hal ini karena dengan imunisasi daya tahan tubuh si kecil jadi lebih kuat menghadapi penyakit.

2. Bayi jadi Lemas dan Gampang Capek

Dalam penelitian pun ditemukan perbedaan yang jelas pada anak yang mendapat imunisasi dengan yang tidak. Selain gampang sakit, faktanya anak yang tidak mendapat imunisasi pun jauh lebih gampang capek dan lemas.

Hal ini terjadi karena daya tahan tubuh si kecil, jangan salah Bun daya tahan tubuh yang dikontrol melalui metabolismenya itu sangat berpengaruh terhadap kekuatan fisik si kecil. Jadi jangan ragu untuk imunisasi.

Bunda tidak harus takut akan keamanan dan kehalalannya, kalau ragu Bunda bisa mengecek langsung di kementerian kesehatan jangan di sosial media ya.

3. Daya Tahan Tubuh Bayi Tidak Kuat

Alasan utama kenapa bayi harus mendapatkan imunisasi yang lengkap adalah untuk merangsang sistem imun alias daya tahan tubuh si kecil agar daya tahan tubuhnya dapat tumbuh dan berkembang jadi kuat.

Nah, bahayanya jika bayi tidak mendapat imunisasi itu berarti si kecil tidak mendapat rangsangan atau stimulasi hal ini memang tidak mengganggu pertumbuhan imunnya tapi imun si kecil tidak kuat menghadapi penyakit.

Kalau begini kan ujung-ujungnya si kecil sakit juga bener gak Bun?

4. Berisiko Tinggi Terserang Difteri

Nah ini yang belakangan lagi heboh nih Bun. Bahkan nih wabah difteri pun sudah ditetapkan dalam status bahaya, bukan cuma karena berisiko menyebar ke banyak orang tapi juga karena difteri itu termasuk penyakit yang bisa berakibat fatal.

Mulai dari merusak ginjal, sistem syaraf bahkan sampai menyebabkan kerusakan jantung. Nah, bisa Bunda bayangkan kalau semua risiko itu harus terjadi pada si buah hati?

Amit-amit deh Bun, karena itu jangan ragu untuk memberikan imunisasi yang lengkap pada buah hati ya.

5. Berisiko Tinggi Terkena Campak

Sama seperti difteri, campak juga termasuk penyakit berbahaya. Dan bahayanya jika bayi tidak mendapatkan imunisasi MR maka bayi berisiko tinggi terjangkit penyakit campak.

Campak adalah penyakit yang dapat memicu infeksi dengan akibat fatal. Karena itu imunisasi MR untuk mencegah si kecil terjangkit campak tergolong sebagai imunisasi yang diwajibkan untuk bayi.

6. Bayi Berisiko Tinggi Terkena TBC

Penyakit tubercolosis atau yang sering disebut TBC Bunda pasti sudah sering mendengarkannya bukan? Kalau iya berarti Bunda pun sudah tahu seperti apa bahayanya.

Ya Bun, penyakit TBC adalah penyakit yang tergolong serius yang tidak hanya bisa menyebabkan batuk tapi bisa menyebabkan infeksi pada paru-paru.

Bahkan bahayanya lagi TBC ini pun termasuk penyakit yang mudah menular. Dan inilah salah satu penyakit yang berisiko dialami si kecil jika ia tidak mendapatkan imunisasi

7. Bayi Berisiko Tinggi Mengalami Polio

Polio juga menjadi salah satu penyakit yang berisko tinggi menjangkit buah hati Bunda jika ia tidak mendapatkan imunisasi. Yang perlu Bunda tahu, penyakit polio ini tidak hanya bisa menyebabkan kaki O pada bayi tapi juga bisa berakibat fatal pada pertumbuhan si kecil.

Karena penyakit polio yang disebabkan oleh virus polio ini adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat pada bayi yang tidak cuma menyebabkan nyeri tapi juga merusak saraf motorik bayi yang berakibat pada kelumpuhan ototnya. Tapi itu tidak perlu terjadi kalau si kecil mendapatkan imunisasi.

8. Gampang Terserang Penyakit Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada liver atau hati. Itu berarti penyakit hepatitis adalah penyakit peradangan yang menyerang hati.

Umumnya penyakit hepatitis memang disebabkan oleh paparan bahan kimia, penggunaan obat-obatan atau alkohol. Tapi penyakit ini juga bisa disebabkan oleh virus.

Penyakit hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit mematikan, dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan memberikan imunisasi pada bayi. Dan tentu saja pada orang dewasa harus menghindari zat kimia, alkohol dan obat-obatan.

Umumnya imunisasi dilakukan secara berkala dimulai sekitar 1 sampai 4 bulan. Lalu dilanjutkan lagi saat usia bayi sudah 6 bulan, 9 bulan, 15 sampai 18, 2 tahun, 2 sampai 3 tahun, 5 tahun, 6 tahun dan 10 sampai 15 tahun. Dan imunisasi ini dapat dilakukan pada dokter, bidan ataupun puskesmas.

Nah Bunda sudah tahu kan bahaya jika bayi tidak diimunisasi? Jadi kalau memang bahayanya itu tidak harus terjadi kenapa kita harus membuat si kecil berisiko?

Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.