BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Mimisan Saat Hamil, Berbahaya Kah?

Mimisan Saat Hamil

Mimisan adalah suatu gejala yang bisa saja dialami oleh setiap manusia, tidak terkecuali pada ibu hamil juga. Mimisan saat hamil tentunya hal yang cukup mengganggu dan pastinya Bunda pun akan merasa kurang nyaman jika mengalaminya.

Kondisi ini pasti akan membuat Bunda juga terus bertanya-tanya apakah ini kondisi normal atau pun abnormal yang bisa saja akan mempengaruhi kondisi kesehatan pada janin?

Walaupun memang bukanlah kondisi yang sering terjadi, tapi ada juga beberapa ibu hamil yang memang kerap kali mengalami kondisi ini. Saat Bunda hamil kondisi pembuluh darah di hidung akan ikut berubah dari kondisi normal, yang nantinya akan meningkatkan suplai darah, sehingga tekanan terhadap pembuluh darah pun lebih besar dan mudah pecah.

Umumnya, mimisan yang dialami oleh ibu hamil ini biasanya terjadi sesekali saja, dan tidak akan memberikan dampak yang cukup berbahaya terhadap kesehatan tubuh dan janin di dalam kandungan.

Penyebab mimisan saat hamil

Di bawah ini ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya mimisan saat hamil, seperti :

1. Infeksi sinus

Infeksi sinus atau lebih dikenal dengan istilah sinusitis ini merupakan peradangan yang terjadi pada bagian rongga kecil yang disebut sebagai sinus. Letak dari sinus ini sendiri berada di bagian belakang tulang pipi atau pun dahi.

Infeksi sinus ini pun memang seringkali membuat penderitanya itu mengalami pilek atau pun flu yang akan terus berlanjut.

Selain itu, infeksi sinus ini akan membuat penderita membuang ingusnya terlalu kencang atau menggosok-gosok hidungnya dengan terlalu keras, sehingga pembuluh darah yang tipis di dalam hidung bisa trauma (terluka). Kalau sudah sampai seperti ini, maka terjadinya mimisan atau pendarahan dari hidung.

2. Suhu udara

Kondisi lainnya yang bisa menjadi penyebab terjadi mimisan pada ibu hamil itu adalah perubahan suhu udara. Kaitannya antara suhu udara dengan mimisan itu baik untuk suhu udara dingin atau pun panas, maka selaput dalam hidung akan menjadi kering.

Selaput yang sangat tipis ini pun akan mudah mengalami iritasi, dan kalau sampai terkena gesekan atau benturan sedikit pun, maka terjadilah yang namanya mimisan. Maka dari itu, sangat penting untuk tetap menjaga kelembapan suhu ruangan agar rongga hidung pun tidak terlalu kering (tetap lembab).

Selain itu pula, memperbanyak mengkonsumsi air putih juga bisa menjaga kelemabapan tubuh termasuk hidung.

3. Tekanan darah tinggi

Kondisi lainnya yang bisa menjadi penyebab ibu hamil mengalami mimisan itu adalah tekanan darah yang tinggi. Tekanan darah yang tinggi pada ibu hamil ini bisa membuat pembuluh darah di dalam hidung menjadi pecah dan akhirnya mengalami mimisan.

Mimisan yang umumnya itu disebabkan oleh darah tinggi ini memiliki gejala yang lebih berat dari mimisan yang biasa. Karena memang pembuluh darah yang bisa pecah seperti itu adalah pembuluh darah bagian belakang atau dalam hidung, dan terjadilah pendarahan (mimisan).

Untuk para ibu hamil yang memang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan mengalami mimisan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk bisa mengembalikan tekanan darah Bunda ke angka yang normal agar tidak mudah mengalami mimisan lagi.

4. Kurang vitamin C

Kurangnya mengkonsumsi vitamin C itu bisa mempengaruhi kesehatan dan juga daya tahan tubuh ibu hamil. Untuk ibu hamil sendiri yang memang mengalami kekurangan vitamin C, akan mengalami gangguan kesehatan dan juga bisa membuat tubuh menjadi lebih rentan iritasi, termasuk juga bagian hidung.

Untuk bisa mendapatkan asupan vitamin C yang cukup untuk tubuh setiap harinya, maka ibu hamil sebaiknya lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Adapun jika memang ibu hamil ingin mengkonsumsi suplemen khusus, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

5. Perubahan hormon

Salah perubahan yang dialami oleh wanita saat hamil itu adalah perubahan hormon tubuh, dan ini adalah hal yang normal atau wajar dialami. Hormon yang akan mengalami perubahan tersebut, seperti hormon progesteron dan juga estrogen, di mana kedua hormon inilah yang bisa menjadi penyebab mimisan pada ibu hamil.

Hormon progesteron yang bermanfaat untuk menjaga kondisi kesehatan kehamilan ini, ternyata berperan juga dalam pelebaran pembuluh darah di dalam hidung dan gusi. Dampak dari kondisi ini adalah ibu hamil akan rentan mimisan dan gusi berdarah.

6. Pembuluh darah yang melebar

Terjadinya peningkatan suplai darah ke dalam tubuh saat hamil juga salah satu penyebab terjadinya mimisan. Jumlah produksi suplai darah di dalam tubuh yang meningkat ini akan membuat volume darah menjadi meningkat, dan dampaknya itu adalah pembuluh darah yang menjadi melebar.

Kalau hal ini sampai terjadi, maka ini akan menyebabkan lapisan tipis di dalam hidung menjadi membengkak dan membuatnya mudah pecah, sehingga terjadilah mimisan pada ibu hamil.

7. Terpapar bahan kimia

Bahan kimia yang dimaksud di sini itu, seperti asap kendaran, asap rokok, atau pun polusi udara lainnya itu berperan dalam terjadinya mimisan pada ibu hamil. Karena, asap rokok atau pun polusi udara lainnya itu bisa menyebabkan selaput di dalam hidung menjadi kering, membuat iritasi dan terluka.

Tidak hanya bahan kimia dari udara saja, tapi bahan kimia dari obat-obatan juga bisa menjadi penyebab ibu hamil mengalami mimisan. Untuk itu, konsultasikan dulu penggunaan obat ke dokter jika memang Bunda ingin mengonsumsinya saat hamil.

8. Penyakit tertentu

Penyebab selanjutnya itu adalah penyakit tertentu, seperti tumor hidung, penyakit hati, gagal ginjal, dan juga gagal jantung, yang bisa menjadi penyebab ibu hamil mengalami mimisan.

Misalnya saja untuk ibu hamil yang memang ada riwayat penyakit hati, maka ini akan membuat darah menjadi beku karena, kerusakan organ hati tidak bisa memproduksi protein yang bisa membantu untuk menghentikan proses pembekuan darah.

Setelah membaca dan menyimak setiap penyebab terjadinya mimisan saat hamil di atas, tentunya ibu hamil sudah mendapatkan sedikit gambaran mengenai bahaya tidaknya mimisan tersebut saat hamil.

Untuk selanjutnya, di bawah ini Bunda sebaiknya mengetahui bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk bisa mengurangi jumlah darah yang keluar dari hidung saat terjadi mimisan tersebut.

Tips mengatasi mimisan pada ibu hamil

  1. Cobalah untuk duduk dengan posisi kepala haruslah lebih tinggi dari jantung Bunda. Kemudian berikan tekanan pada bagian hidung Bunda yang berdarah selama kurang lebih sepuluh menit.
  2. Gunakan ibu jari Bunda dengan posisi jari telunjuk yang ditekuk, lalu berikan cubitan lembut pada semua bagian bawah hidung dengan menekan ke arah wajah Bunda.
  3. Ambil es batu untuk mengompres bagian hidung Bunda yang sedang memimisan, agar pembuluh darah yang ada di sekitar hidung tersebut bisa menyempit. Saat mengompres pastikan Bunda tidak berbaring atau pun memiringkan kepala Bunda, karena itu bisa membuat darah masuk ke dalam tenggorokan Bunda, sehingga Bunda pun bisa mual dan muntah.
  4. Jika memang pendarahan tersebut belum juga berhenti selama 20 menit setelah melakukan semua langkah-langkah di atas dan bahkan sampai mengeluarkan darah yang lebih banyak, maka segera hubungi Dokter atau ahli medis terdekat untuk diberikan penanganan.

Untuk para ibu hamil agar bisa terhindar dari mimisan ini sebaiknya memperbanyak mengkonsumsi air putih agar tubuh Bunda tidak kekurangan cairan. Dengan terpenuhinya jumlah cairan di dalam tubuh, maka ini bisa juga membantu dalam menjaga selaput lendir agar terhidrasi dengan baik.

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa kami sampaikan terkait mimisan pada ibu hamil. Para ibu hamil tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Karena, mimisan saat hamil itu tidak akan berpengaruh atau berbahaya terhadap kondisi kesehatan dan juga janin di dalam kandungan. Kecuali, jika jumlah darah yang keluar sudah semakin banyak dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.