Berorganisasi ala Mahasiswa Farmasi

Meskipun mahasiswa farmasi memiliki jadwal kuliah dan praktikum yang sangat padat, bukan berarti mahasiswa farmasi tidak dapat aktif berorganisasi seperti mahasiswa lainnya.

Mahasiswa farmasi pun dapat aktif terlibat di organisasi kemahasiswaan manapun sesuai dengan keinginannya. Bahkan banyak juga mahasiswa farmasi yang berprestasi dalam akademis dan organisasinya.

Kuliah Tidak Hanya Soal IP

Kampus merupakan tempat mengembangkan diri dan berkembang untuk menjadi lebih baik. Kampus juga bukan hanya sekedar tempat mencari ilmu, melainkan juga mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi.

Dunia kerja yang semakin menuntut kita agar memiliki soft skill disamping hardskill. Menjadi mahasiswa yang memiliki jiwa berorganisasi akan menjadi nilai tambah bagi bekal masa depan.

Di dalam organisasi kita dapat belajar memimpin, bekerja sama dengan orang lain, belajar tentang manajemen dan lain sebagainya. Kemampuan-kemampuan seperti itulah yang justru sangat diperlukan ketika memasuki dunia kerja yang sebenarnya.

Nilai Indeks Prestasi (IP) yang baik tidak selalu menjamin kesuksesan hidup seseorang. Di dunia kerja nanti kadang nilai semasa kuliah tidak selalu menjadi patokan dari kinerja seseorang. Hal yang tak kalah pentingnya dengan nilai akademis adalah kemampuan berorganisasi dan bersosialisasi dari seseorang.

Saat kita bekerja nanti, seringkali kita diharuskan untuk bekerja sama dalam tim, sehingga kemampuan berorganisasi menjadi pengalaman berharga bagi seseorang. Berorganisasi dan bersosialisasi akan mampu mendewasakan kita.

Kita akan bertemu banyak orang dengan karakter masing-masing yang unik. Tentu saja ini akan melatih kemampuan kita dalam bergaul dan bekerjasama dalam tim. Banyaknya agenda di organisasi akan menantang kita untuk membagi waktu sebaik-baiknya agar kuliah tidak terabaikan.

Biasanya saat kita melamar pekerjaan atau mengajukan permohonan melanjutkan studi, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi selain nilai akademis,yang berhubungan dengan sikap dan keahlian kita. Persyaratan yang sering diminta biasanya berupa kemampuan untuk beradaptasi dan bersosialisasi, termasuk di dalamnya bekerja dalam tim.

Kegiatan Organisasi Mahasiswa Farmasi

Kehidupan semasa kuliah terlalu berharga untuk dihabiskan hanya di depan buku atau mengikuti perkuliahan semata. Ada banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan di luar bangku kuliah, dan ada banyak hal yang tidak bisa kita dapatkan dengan mengandalkan duduk di kelas.

Salah satu cara untuk mendapatkan pelajaran di luar bangku kuliah adalah dengan mengikuti organisasi yang sesuai dengan minat kita. Setiap jurusan di kampus pada umumnya memiliki organisasi kemahasiswaan yang biasa disebut dengan himpunan.

Baca juga:  Masalah Keringat dan Bau Badan Teratasi dengan Inovasi ’Aloe-deopads’ Mahasiswa Farmasi

Untuk skala kampus, ada organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), senat mahasiswa, atau unit kemahasiswaan lainnya. Semua ini dapat kita pilih untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi kita.

Himpunan mahasiswa farmasi merupakan organisasi yang selain menjadi wadah untuk mahasiswa farmasi berorganisasi, juga menjadi penunjang perkuliahan, sebab kegiatan yang dilakukan oleh himpunan ini tentu saja sangat berkaitan erat dengan dunia kefarmasian.

Himpunan mahasiswa farmasi antara satu kampus dengan kampus lainnya tentu memiliki kegiatan yang berbeda. Namun ada beberapa kegiatan yang mirip antara satu dengan lainnya. Beberapa kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Pengabdian Masyarakat

Setiap organisasi kemahasiswaan umumnya memiliki kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud kepedulian pada masyarakat yang membutuhkan dan juga merupakan penerapan ilmu yang diperoleh di kelas.

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh himpunan mahasiswa farmasi dapat berupa Farmasi Pedesaan, di mana kita berkunjung di suatu desa binaan dalam beberapa waktu dan melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat seperti pelatihan membuat sabun, pembuatan taman apotek hidup, penyuluhan tentang kesehatan, dan lain-lain.

Selain farmasi pedesaan, dapat pula dilakukan kegiatan donor darah, bakti sosial berupa pengobatan murah atau gratis, dan lain sebagainya.

  • Magang

Magang di salah satu perusahaan atau tempat lain merupakan salah satu kegiatan himpunan. Hal ini dilakukan untuk membuat mahasiswa mengenal lebih jauh tentang kehidupan pasca kampus dari alumni farmasi. Kegiatan magang ini juga merupakan salah satu investasi yang bisa dilakukan kelak untuk melamar pekerjaan.

Pada umumnya, beberapa perusahaan mensyaratkan adanya pengalaman kerja bagi pelamar yang mendaftar ke perusahaan. Bagi seorang lulusan baru atau kita kenal dengan fresh graduate tentunya masih minim pengalaman kerja. Pengalaman magang saat kita masih kuliah tentunya menjadi nilai plus saat kita melamar pekerjaan.

  • Seminar

Kegiatan seminar ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki wawasan yang luas. Dapat berupa seminar mengenai tema-tema yang sedang hangat di dunia farmasi, atau sesuai dengan kebutuhan mahasiswanya.

Salah satu peran himpunan atau organisasi kemahasiswaan adalah meningkatkan kapasitas dan kemampuan dari anggota himpunan itu sendiri, dan ini bisa diperoleh melalui kegiatan seminar.

Selain menjadi peserta seminar, menjadi panitia penyelenggara seminar juga akan meningkatkan kapasitas dan keterampilan kita dalam menyelenggarakan suatu acara, melatih cara berkoordinasi dengan orang banyak, dan mengonsep suatu acara yang baik.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah membangun dan memperluas jaringan kita. Saat menjadi panitia seminar, kita akan menghubungi banyak pihak, baik itu untuk penawaran sponsorship, permintaan untuk menjadi pemateri, atau untuk publikasi acara. Ini akan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita setelah lulus kuliah.

  • Mengikuti perlombaan atau konferensi mahasiswa farmasi

Saat ini sudah banyak diadakan perlombaan antar mahasiswa farmasi seperti Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi (PIMFI) atau Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI).

Baca juga:  Syarat Masuk Jurusan Farmasi (plus Kiat dan Tips Lulus Seleksi)

Dalam PIMFI akan banyak diadakan perlombaan-perlombaan seputar kefarmasian seperti debat kefarmasian, LPMFI (Lomba Produk Mahasiswa Farmasi Indonesia), Patient Conseling Event, Herbarium, dan masih banyak perlombaan lagi.

Sedangkan OFI merupakan suatu wadah bagi mahasiswa farmasi se-Indonesia dalam mengasah ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang Farmasi. Kompetisi ini diwadahi oleh suatu komite yang bernama Komite Olimpiade Farmasi Indonesia (KOFI).

  • Mengikuti kegiatan yang diadakan ISMAFARSI dan IPSF

ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) adalah organisasi mahasiswa yang terdiri dari lembaga-lembaga kemahasiswaan dari institusi farmasi di Indonesia dan merupakan organisasi intra universitas yang berbasis keprofesian, bertujuan untuk menyatukan opini dan ajang silaturahmi mahasiswa farmasi.

Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) merupakan kelanjutan dari organisasi Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (MAFARSI) yang didirikan pada tanggal 22 Desember 1955, di Kaliurang, Yogyakarta. Kelahiran dari organisasi ini dilandasi oleh kesadaran bahwa mahasiswa farmasi Indonesia perlu menjalin komunikasi untuk memecahkan permasalahan yang ada.

ISMAFARSI bertujuan untuk mewujudkan lembaga eksekutif mahasiswa secara khususnya dan mahasiswa farmasi pada umumnya yang bertanggung jawab, sadar, dan mampu dalam menjunjung tinggi norma dan etika profesi farmasi. Semenjak pertama kali dibentuk pada tahun 1955, kini ISMAFARSI beranggotakan 60 institusi farmasi di seluruh nusantara.

Sedangkan IPSF atau International Pharmaceutical Student’s Federation adalah suatu organisasi internasional dimana mahasiswa farmasi dari seluruh dunia berkumpul. Didirikan pada tahun 1949 oleh 8 organisasi kemahasiswaan farmasi di London.

Sekarang IPSF sudah tersebar di 61 negara dan salah satunya di Indonesia. Salah satu keuntungan menjadi mahasiswa farmasi adalah dapat mengikuti kegiatan mahasiswa di dalam negeri maupun luar negeri, karena memiliki organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam skala nasional, namun juga internasional.

IPSF dipimpin oleh seorang presiden IPSF. Biasanya yang menjabat presiden IPSF berasal dari negara-negara di Eropa, namun juga pernah dipimpin oleh seorang mahasiswa dari Indonesia, yaitu Audrey Clarissa, dari Farmasi ITB.

Tips Seimbang antara Kuliah dan Organisasi

Menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi tentu bukanlah perkara mudah. Banyak mahasiswa yang pada akhirnya mendapatkan nilai yang rendah karena terlalu sibuk berorganisasi.

Semua ini dapat dihindari dengan memiliki manajemen waktu yang baik. Berikut ini adalah tips yang dapat kita lakukan untuk menyeimbangkan antara kuliah dan berorganisasi.

a. Cermati Jadwal Kuliah

Jadwal kuliah yang cukup padat tentunya harus menjadi prioritas. Pada semester-semester awal, umumnya mahasiswa diberikan beban SKS yang cukup padat.

Inilah yang harus kita cermati saat kita akan memutuskan untuk aktif juga di organisasi mahasiswa. Kita dapat memilih organisasi yang sesuai dengan ritme jadwal kuliah yang kita miliki.

b. Seimbangkan Proporsi Waktu

Pembagian waktu merupakan kunci penting untuk menyeimbangkan waktu kuliah dan berorganisasi. Adakalanya antara jadwal kuliah dan organisasi berbenturan. Di sinilah kita sudah seharusnya mengetahui prioritas yang harus kita ambil.

Baca juga:  31 Cabang Ilmu Kedokteran (Secara Menyeluruh)

c. Buat Target dan Agenda Pencapaian yang Realistis

Buat catatan tentang target apa saja yang harus diraih. Target ini termasuk target pencapaian dalam hal akademis dan organisasi. Buat prioritas pekerjaan dan fokuskan pikiran untuk menyelesaikan satu persatu. Susun juga jadwal mengenai rentang waktu yang dialokasikan untuk mencapai target tersebut.

Taat Rencana jika rencana dan agenda telah dibuat, hal berikutnya yang wajib dilakukan adalah menaati apa yang sudah direncanakan. Rencana sebaik apapun, jika tidak dilaksanakan, tidak akan berarti apa-apa. Seringkali kita mengalami kegagalan dalam melaksanakan apa yang kita rencanakan. Di sinilah diperlukan komitmen terhadap rencana dan disiplin terhadap diri sendiri.

Manfaat yang Diperoleh dengan Berorganisasi

Mengikuti organisasi kemahasiswaan akan memberikan manfaat bagi pengembangan kemampuan diri kita. Di antara manfaat dari berorganisasi adalah sebagai berikut.

1. Berorganisasi Mengasah Soft Skill

Hard skill diperoleh dari kuliah yang kita ikuti di kelas. Sedangkan soft skill dapat diperoleh ketika kita berorganisasi. Soft skill ini adalah kemampuan yang menyangkut dengan hubungan antar manusia.

2. Memperluas Jaringan

Saat berorganisasi, kita akan bertemu dengan banyak orang, lintas angkatan. Biasanya setiap organisasi memiliki acara yang mempertemukan anggota organisasi lintas angkatan. Tentu saja ini akan menjadi sarana kita untuk bertemu banyak orang dari berbagai angkatan.

Inilah yang dimaksud dengan jaringan. Jika kita mampu mengoptimalkan jaringan ini, maka manfaatnya akan terasa di masa depan.

3. MenyaIurkan Minat dan Mengasah Bakat

Kita dapat memilih organisasi sesuai dengan minat dan bakat kita,tidak harus sesuai dengan jurusan yang kita ambil. Misalnya, kita sebagai mahasiswa farmasi ingin mengikuti unit jurnalistik jika kita memang memiliki minat pada bidang jurnalistik dan kepenulisan, tentu saja hal ini tidak menjadi masalah.

Justru hal ini akan membuat kita semakin kaya dengan wawasan dan ilmu baru yang tidak kita peroleh di kuliah yang kita ambil.

4. Mengaplikasikan Teori yang Didapat

Sebagai mahasiswa farmasi kita sudah terbiasa dengan praktikum. Praktikum ini merupakan aplikasi dari teori yang kita dapat selama perkuliahan. Aplikasi teori yang kita dapat tidak hanya bisa kita dapatkan di praktikum saja, namun juga dalam organisasi.

Apalagi jika kita mengikuti organisasi yang memang sesuai dengan latar belakang jurusan kita, misalnya himpunan mahasiswa farmasi. Sebagai contoh, divisi pengembangan dari organisasi membuat program kerja berupa training membuat sabun cair.

Secara teori, kita mendapatkannya di perkuliahan, namun tidak ada praktikum membuat sabun di perkuliahan. Ini bisa kita peroleh di organisasi.

5. Berorganisasi Membuat Kita Peduli Sosial

Mahasiswa sebagai insan terpelajar sangat diharapkan kontribusinya pada masyarakat sekitar. Untuk dapat berkontribusi, kita tidak perlu menunggu sampai kita lulus kuliah. Kontribusi dapat dimulai saat ini juga. Tidak perlu ke daerah yang jauh-jauh, masyarakat sekitar kampus juga banyak yang memerlukan kepedulian kita.

Organisasi yang kita ikuti dapat mengadakan acara bakti sosial (baksos), dan dapat memberi kemanfaatan untuk masyarakat. Setidaknya dari program baksos tersebut kita mulai mengasah kepekaan sosial. Bahwa masih banyak orang yang tidak seberuntung kita, yang bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

6. Memperoleh Nilai Tambah untuk CV

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa dengan mencantumkan pengalaman berorganisasi dalam CV akan menambah nilai positif di hadapan perusahaan tempat kita melamar pekerjaan kelak.

Perusahaan akan menganggap seseorang yang aktif dalam berorganisasi sudah terasah soft skillnya, selain hard skill yang diperoleh dari kuliah.

LIHAT SELENGKAPNYA

BioFar.ID

Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Apa komentar kamu?

Back to top button