Syarat Masuk Jurusan Farmasi – Saat kamu memasuki gerbang perkuliahan, sejatinya kamu sedang menapaki sebuah fase yang cukup penting dalam perjalanan hidup kamu. Sedikit banyak, masa kuliah akan memberikan pengaruh pada perjalanan hidup kamu selanjutnya.
Oleh karena itu, sebelum memasuki fase yang cukup penting ini, kamu harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
DAFTAR ISI:
Kuliah di Jurusan Farmasi Butuh Persiapan

Saat akan menghadapi momen penting dalam hidup, umumnya kamu akan melakukan persiapan agar sukses dalam momen tersebut. Sama seperti ketika kamu memiliki keinginan untuk kuliah di jurusan Farmasi, maka kamu membutuhkan serangkaian persiapan agar berhasil memasukinya.
Saat kamu tidak memiliki perencanaan dan persiapan yang matang, maka sebenarnya kamu sedang merencanakan kegagalan. Tentu bukan ini yang kamu harapkan. Persiapan yang dibutuhkan untuk masuk ke jurusan dalam perguruan tinggi, dalam hal ini farmasi, terbagi menjadi beberapa kategori.
Ada persiapan akademis, persiapan fisik, dan juga tak kalah penting adalah persiapan mental. Ketiga persiapan ini bila dilakukan secara optimal dan diiringi dengan doa yang kuat, maka keinginan kamu untuk bisa masuk jurusan yang dicita-citakan, insya Allah akan tercapai.
Persiapan akademis meliputi penguasaan materi yang akan diujikan saat seleksi masuk perguruan tinggi, dan juga penguasaan ilmu eksakta dasar yang akan menunjang pembelajaran saat kuliah kelak. Fisik yang sehat diperlukan untuk menjalani aktivitas apapun, termasuk kuliah.
Oleh karena itu, salah satu persiapan yang juga harus kamu lakukan adalah persiapan Fisik, yaitu dengan pembiasaan pola hidup yang sehat, meliputi pola makan sehat, olahraga, dan istirahat yang teratur. Terakhir, persiapan mental untuk menghadapi tantangan perkuliahan ke depan, juga adaptasi lingkungan baru.
Syarat Masuk Jurusan Farmasi

Ada beberapa persyaratan umum yang diberikan oleh universitas atau sekolah tinggi pendidikan farmasi bagi mahasiswanya.
Syarat masuk jurusan Farmasi yang pertama, nilai yang dimiliki calon mahasiswa harus memenuhi nilai minimal kelulusan jurusan Farmasi yang telah ditetapkan. Ini biasa kita sebut dengan Passing Grade.
Pada umumnya, jurusan Farmasi merupakan salah satu jurusan yang memiliki Passing Grade cukup tinggi, dan salah satu jurusan yang cukup difavoritkan. Jika kamu memilih masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maka kamu harus melewati tes seleksi penerimaan mahasiswa baru yang umumnya diadakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Jika Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang kamu pilih, maka kamu harus mengikuti jadwal tes yang diadakan secara mandiri oleh Perguruan Tinggi Swasta tersebut. Nilai yang cukup tinggi ini tentu saja mengharuskan kamu mempersiapkan kemampuan akademis, agar sesuai dengan kriteria PTN/PTS yang kamu tuju.
Persiapan akademis ini bermacam-macam bentuknya. Ada yang lebih cocok dengan mengikuti bimbingan belajar, ada yang lebih nyaman untuk belajar secara mandiri, mengerjakan latihan-latihan soal secara rutin, mengikuti try out ujian masuk perguruan tinggi, dan lain sebagainya.
Calon mahasiswa dapat memilih bentuk persiapan yang mampu memaksimalkan persiapan mereka untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, dalam hal ini jurusan Farmasi.
Ada yang beranggapan bahwa untuk masuk ke jurusan Farmasi, maka syarat pertama adalah harus pintar Kimia. Itu karena jurusan Farmasi selalu diidentikkan dengan mata kuliah yang berhubungan dengan kimia.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Untuk masuk ke jurusan di perguruan tinggi, kamu akan melewati ujian tertulis yang terdiri dari beberapa mata pelajaran, tidak hanya kimia, sehingga untuk dapat lulus ke jurusan Farmasi, calon mahasiswa tidak hanya harus menguasai mata pelajaran kimia saja, namun juga harus menguasai mata pelajaran lain yang diujikan.
Setelah menjalani perkuliahan di Farmasi, maka kamu akan mengetahui bahwa ilmu farmasi sangat ditunjang oleh ilmu eksakta dasar.
2. Lolos tes buta warna
Syarat masuk jurusan Farmasi yang kedua adalah calon mahasiswa harus lolos tes buta warna. Untuk jurusan-jurusan tertentu, tidak buta warna menjadi salah satu prasyarat saat mendaftar di jurusan tersebut. Melalui tes buta warna, maka kamu akan dapat mengetahui apakah kamu buta warna atau tidak.
Pemeriksaan buta warna dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit terdekat. Syarat ini menjadi penting, terkait dengan apa yang akan dipelajari dan tanggung jawab seorang mahasiswa farmasi ke depan.
Ia akan mempelajari tentang identifikasi zat aktif secara visual, termasuk warna dari zat tersebut, sehingga kemampuan membedakan warna adalah mutlak diperlukan bagi calon mahasiswa. Apalagi tanggung jawab kedepan akan berhubungan dengan kesehatan masyarakat.
3. Dari jurusan IPA saat SMA
Ketiga, calon mahasiswa farmasi haruslah berasal dari jurusan IPA saat di bangku SMA. Hal ini dikarenakan ilmu farmasi sangat erat kaitannya dengan ilmu eksakta seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi.
Tentunya agar mahasiswa dapat menjalani perkuliahan di farmasi kelak secara optimal, diperlukan pemahaman yang baik mengenai dasar keilmuan yang diperlukan untuk menunjang perkuliahan.
Kiat Lulus Seleksi Masuk Jurusan Farmasi

Jika kamu akan memilih jurusan Farmasi dengan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri, ada beberapa kiat yang dapat kamu lakukan agar dapat lulus seleksi tersebut, yaitu:
1. Perbanyak latihan soal
“Practice makesperfect“, itu ungkapan yang bisa jadi penambah semangat.
Ya, dengan berlatih dan berlatih terus, maka kamu akan semakin menguasai materi dan lancar pada hari pelaksanaan.
2. Ikut bimbingan belajar (Bimbel)
Jika memang kamu merasa memerlukan bimbingan belajar untuk memantapkan persiapan, maka kamu bisa memilih bimbingan belajar yang sesuai dengan kondisi pribadi kamu. Namun yang perlu diingat adalah sebagus apapun bimbingan belajar yang kamu ikuti, semua akan kembali pada diri kamu.
Bagaimana kamu memanfaatkan fasilitas yang diberikan bimbingan belajar tersebut untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam menghadapi ujian.
3. Mengikuti try out
Semakin sering kamu mengikuti try out, maka akan semakin terbiasa kamu berada dalam situasi seperti ujian yang sebenarnya. Ini akan membentuk mental kesiapan kamu dalam menghadapi ujian di waktu yang telah ditentukan.
4. Jaga kesehatan
Ini juga merupakan salah satu faktor penting dalam mempersiapkan ujian. Jika kamu sakit pada hari ujian, maka kamu tidak akan dapat fokus dalam mengerjakan soal. Yang terburuk adalah jika kamu tidak dapat menghadiri ujian karena sakit. Tentu saja kamu tidak dapat lulus ujian masuk PTN.
5. Berdoa
Semua berjalan atas kehendak Allah. Persiapan yang kamu lakukan harus dibarengi dengan doa kepada Allah.
Siapkan Mental Kuliah di Farmasi: Manajemen Stres

Ritme kehidupan mahasiswa farmasi begitu padat. Pagi hari kuliah hingga siang, setelahnya dilanjutkan praktikum hingga sore hari. Itu adalah rutinitas setiap harinya selama kurang lebih 4 tahun.
Di tambah lagi dengan laporan atau jurnal praktikum yang harus dibuat setiap praktikum. Kondisi seperti ini tak jarang membuat mahasiswa tertekan, karena beban akademis tinggi, dan pada beberapa kasus, mahasiswa merasa hilang dari kehidupan sebelum ia kuliah.
Ini dikarenakan ia tak punya cukup banyak waktu untuk bersama dengan orang terdekat. Memiliki mental yang tahan terhadap rutinitas yang cukup melelahkan adalah poin penting dalam persiapan masuk jurusan Farmasi.
Rileks saat menjalani perkuliahan akan membuat kamu mampu menghadapi tantangan perkuliahan yang mungkin tidak sedikit. Untuk dapat sukses, seseorang tidak hanya cukup dengan kemampuan intelektualnya saja, namun ia juga ditunjang dengan kemampuan dalam mengelola emosi secara baik.
Kuliah di jurusan Farmasi yang cukup padat terkadang memicu munculnya stres pada mahasiswa. Pada umumnya, penyebab stres dapat digolongkan menjadi dua, yaitu yang terduga dan tidak terduga. Kamu dapat mempersiapkan diri untuk stres yang terduga seperti tugas yang menumpuk, atau melewati pekan ujian.
Mengenali apa yang membuat kamu stres amat penting untuk dapat mengatasinya di masa yang akan datang.
Setiap mahasiswa berbeda dalam menyikapi suatu hal saat dihadapkan pada satu masalah. Terkadang, masalah kecil pun bisa dianggap sebagai suatu masalah yang besar. Akhirnya kamu pun rentan terkena stres.
Saat terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, tetaplah bersikap tenang, agar dapat melihat masalah secara lebih objektif. Hadapi permasalahan secara positif. Sikap lari dari masalah justru tidak menyelesaikan masalah itu sendiri. Seberat apapun masalah dan tugas yang datang padamu, tetaplah hadapi dengan bijak.
Bagaimana jika kamu sudah mengalami stres? Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan mahasiswa Farmasi untuk mengatasi stres.
1. Keluar dari rutinitas
Rutinitas yang setiap hari kamu lakukan tak jarang membuat kamu lelah dan berada dalam kondisi di bawah tekanan. Keluar dari rutinitas bukanlah sebuah hal yang salah.
Justru ini akan membuat diri kamu lebih nyaman dan rileks, sehingga dapat memulai rutinitas dengan semangat baru.
2. Istirahat
Salah satu penyebab stres biasanya adalah kelelahan pada Fisik. Saat kamu mengalami kelelahan, emosimu cenderung tidak stabil, dan stres dapat menghampiri.
Oleh karena itu, istirahat sejenak, namun tetap berkualitas merupakan solusi untuk kelelahan yang kamu alami. Manusia memang harus berhenti sejenak untuk dapat berpikir dengan jernih.
3. Melakukan olahraga
Saat kamu melakukan olahraga, apalagi jika kamu teratur dalam berolahraga, biasanya kamu merasakan manfaat berupa fisik yang sehat dan pikiran yang rileks. Pikiran yang rileks ini akan membuat kamu dapat bersikap positif terhadap apa yang kamu hadapi.
4. Mendekatkan diri pada Sang Pencipta
Sikap berserah diri pada Allah akan membuat kamu lebih tahan banting dan tidak mudah stres, karena kamu mengetahui bahwa semua yang terjadi atas kehendak-Nya dan tidak semua keinginanmu dapat terkabul.
Nah, itulah beberapa syarat masuk jurusan Farmasi, beserta kiat-kiat dan tips agar bisa lulus di jurusan yang istimewa ini.
Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.