BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

5 Pelopor Ilmu Kedokteran Paling Berpengaruh

Pelopor ilmu kedokteran

1. Hippocrates (460 SM-370 SM)

Hippocrates
©myhero.com

Pelopor ilmu kedokteran yang pertama ini dikenal sebagai bapak kedokteran, adalah seorang ahli Fisika dari Yunani kuno, yang kini dikenal sebagai tokoh medis yang paling terkemuka sepanjang masa. Ia belajar dunia kedokteran dari sekolah kedokteran kos.

Hasil karyanya yang dikenal dengan “Corpus Hippocraticum” telah membuang semua pemikiran kuno dan takhayul masyarakat Yunani mengenai penyakit yang datang dari roh roh jahat yang balas dendam.

Hippocrates memiliki pandangan sendiri mengenai kesehatan. Ia mengatakan bahwa timbulnya penyakit dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor lingkungan, pola makan, dan gaya hidup. Kedokteran ala Hippocrates dikenal dengan menjaga nilai profesionalisme.

Selain itu, pelopor ilmu kedokteran ini juga menekankan pentingnya observasi dan mencatat hasil klinis dari kesehatan pasien. Hal ini berguna untuk diberikan kepada dokter lainnya kapan pun bila diperlukan.

Beliau mencatat semua tentang pasiennya, mencatat setiap tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit, mencatat mengenai riwayat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Hippocrates juga merupakan ahli bedah dada pertama yang terdokumentasi dalam sejarah.

2. Ibnu Sina

Ibnu sina
©sainsbaster.com

Ibnu Sina atau yang dikenal dengan Avicenna merupakan filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10. Beliau adalah salah satu pelopor ilmu kedokteran yang sangat berpengaruh hingga saat ini.

Sebagian besar karya beliau adalah tentang Filsafat dan pengobatan, sehingga beliau dikenal dengan sebutan bapak pengobatan modern.

Karya spektakuler Ibnu Sina adalah Qanun fi Thib yang berisi tentang ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Beliau juga orang yang memperkenalkan penyembuhan secara sistematis, dan dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.

Selain itu Ibnu Sina adalah orang pertama yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Ia memiliki kesimpulan bahwa tubuh manusia dari ujung rambut hingga ujung kuku memiliki hubungan yang saling tumpang tindih.

Ia jugalah orang pertama yang merumuskan bahwa kesehatan Fisik dan kesehatan jiwa memiliki kaitan dan saling mendukung. Ibnu Sina mengenalkan pada dunia kedokteran tentang ilmu pathology dan farmasi yang merupakan bagian terpenting dari ilmu kedokteran.

Ibnu Sina juga telah menerbitkan kitab Asy-Syifa yang berisi mengenai cara-cara pengobatan sekaligus obatnya. Kitab ini di dunia kedokteran sudah seperti ensiklopedia filosofi dunia kedokteran.

3. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria (Ar-Razi)

Ar razi
©wikimedia.org

Pelopor ilmu kedokteran selanjutnya yang paling berpengaruh dikenal sebagai Rhazes di dunia Barat, Ar-Razi merupakan pakar sains Iran yang hidup sekitar tahun 864-930 M. Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali Ibnu Sahal At-Tabari.

Sebagai dokter utama di Rumah Sakit Baghdad, Ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar. Buku Ar-Razi, yaitu Al-Judari waI-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang membahas dengan detail tentang cacar dan campak.

Di buku ini juga dibahas bahwa cacar dan campak adalah dua wabah yang berbeda. Selain itu, Ar-Razi merupakan ilmuwan yang berhasil menemukan penyakit “alergi asma” dan merupakan ilmuwan pertama yang menulis dan membahas tuntas tentang alergi dan imunologi.

Ar-Razi juga ilmuwan pertama yang membahas tentang demam yang merupakan mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari virus ataupun bakteri yang menginfeksi.

Ar-Razi yang juga turut berkontribusi dalam bidang farmasi, seperti membuat peralatan seperti tabung, spatula, dan mortar. Selain itu, Ar-Razi juga mengembang kan obat-obatan yang berasal dari bahan merkuri.

4. Ibnu Nafis

Ibnu nafis
©babacaca.com

Beliau dilahirkan di Damaskus 1213 M. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Medical College Hospital. Pada usia 31 tahun beliau menyelesaikan karyanya dengan
judul The Comprehensive Book on Medicine.

Beliau dianggap salah satu pelopor ilmu kedokteran karena merupakan orang pertama yang menjelaskan sistem peredaran darah di paru, saluran pernapasan, serta interaksi antara saluran udara dan saluran peredaran di darah di tubuh manusia.

Beliau juga menulis buku Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna, buku ini membahas tentang sistem anatomi, patologi, dan fisiologi tubuh manusia.

5. Abu AI-Qasim Al-Zahrawi (Al-Zahrawi)

Al zahrawi
©Zahrawi’s Medical Encyclpedia

Beliau adalah dokter bedah pertama yang ada. Selain itu beliau juga menciptakan alat bantu untuk melakukan operasi.

Alat tersebut dibagi dalam tiga kelompok yaitu instrumen untuk mengoperasi bagian dalam telinga, instrumen untuk memeriksa internal saluran kencing, dan instrumen untuk membuang sel asing di kerongkongan.

Al Zahrawi merupakan dokter pertama yang menguraikan tentang operasi plastik pada kanker payudara, teknik menghilangkan batu ginjal, dan teknik membuang kista pada kelenjar tiroid.

Ia juga menguasai masalah pengobatan gigi dan pembedahannya, serta pelopor dalam pengembangan ilmu penyakit kulit.

Masih banyak lagi nama-nama tokoh pelopor yang sangat berperan dalam dunia kedokteran. Karena merekalah semua cabang ilmu kedokteran, jenis penyakit dan cara penanganan serta pengobatannya dapat dikembangkan sedemikian rupa.

Sehingga pada zaman modern ini ilmu tersebut sudah menjadi canggih dan berpotensi besar dalam menyembuhkan penyakit.

Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.