Akmal Bahtiar, S. Si. Lulusan S1 Farmasi Unhas, Makassar. Memiliki sedikit pengalaman dalam dunia tulis menulis, terobsesi dengan design dan optimasi website.

Ciri-ciri Kanker Serviks, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati

Ciri ciri kanker serviks, penyebab, cara mencegah dan mengobati

Ciri-ciri Kanker Serviks – Salah satu bagian tubuh wanita yang terpenting adalah rahimnya. Sebagai ciri khas dan pembeda bagi wanita, rahim memiliki leher rahim atau disebut juga serviks yang berfungsi sebagai tempat jalannya keluar bayi pada saat dilahirkan.

Pada artikel ini, akan dibahas apa itu kanker serviks secara umum dan ciri-ciri kanker serviks secara khusus. Pada tulisan ini, kamu juga akan mengetahui penyebab dan cara mengatasi/mengobati kanker serviks, dibahas secara rinci dan lengkap.

Apa Itu Kanker Serviks

Apa itu kanker serviks
shityzhumalyah.blogspot.com

Kanker serviks adalah kanker ganas yang terbentuk dalam jaringan serviks (organ yang menghubungkan uterus dengan vagina). Ada beberapa tipe kanker serviks. Tipe yang paling umum dikenal adalah squamous cell carcinoma (SCC), yang merupakan 80 hingga 85 persen dari seluruh jenis kanker serviks. Infeksi  Human Papilloma Virus (HPV) merupakan salah satu faktor utama tumbuhnya kanker jenis ini.

Tipe-tipe lain kanker serviks seperti adenocarcinoma, small cell carcinoma, adenosquamous, adenosarcoma, melanoma dan lymphoma, merupakan tipe kanker serviks yang langka yang tidak terkait dengan HPV. Beberapa tipe kanker yang telah disebutkan, tidak dapat ditanggulangi seperti SCC.

Kanker serviks adalah kondisi di mana sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh di luar kendali. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang terbuka ke arah vagina. Kanker serviks sering berhasil diobati ketika ditemukan pada stadium awal. Hal ini biasanya ditemukan pada tahap yang sangat dini melalui tes Pap Smear.

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling sering pada wanita di seluruh dunia. Sayangnya, masih banyak yang belum tau gejala kanker servis dan juga ciri-ciri kanker serviks, sehingga pengobatan terlambat diberikan.

Ciri-ciri Kanker Serviks

Berikut di bawah ini adalah ciri-ciri dari kanker serviks:

  • Sering timbul flek-flek pada bagian kewanitaan, walaupun kamu sedang tidak mengalami haid.
  • Sering mengalami sakit yang berlebih atau nyeri-nyeri ketika sedang melakukan hubungan suami istri.
  • Mengalami keputihan yang tidak wajar dan kadang disertai dengan pendarahan yang banyak.
  • Ketika buang air kecil sering merasakan sakit pada bagian kewanitaan.
  • Mengalami pendarahan yang banyak ketika menstruasi.
  • Sering merasakan sakit di daerah pinggul.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • dan kadang akan mengalami pembengkakan di bagian paha.

Untuk gejala lebih detilnya kamu bisa membaca dengan seksama pada sub menu di bawah. Kadang ada penderita kanker serviks yang tidak mengalami ciri-ciri tersebut, namun setelah dicek ternyata positif kanker serviks. Hal ini juga susah untuk dijelaskan.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker serviks
andasehat.com

Pada tahun pertama terinfeksi Human Papillo Virus (HPV), tubuh tak menampakkan gejala apa-apa. Namun, ketika sudah berkembang menjadi sel kanker mulai terdapat gejala yang bisa dikenali seperti keputihan dan flek.

Ungkapan itu disampaikan ahli onkologi dan ginekologi Adrijono. Menurutnya, virus yang menyebabkan kanker serviks dan sejumlah penyakit kanker lainnya itu dapat menginfeksi tubuh selama bertahun-tahun tanpa gejala apapun.

“Kalau kena virus hepatitis, kita meriang. Kalau kena virus influenza, kita meriang. Tapi kalau kena HPV, tidak ada apa-apa,” ucap Adrijono pada acara diskusi kanker serviks di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).

Virus HPV butuh waktu sekitar 7 tahun untuk akhirnya mengubah sel tubuh yang terinfeksi menjadi sel kanker. Jika seorang individu pertama kali terkena infeksi HPV pada usia 22 tahun, bisa jadi ia baru mengalami kanker pada usia 29 tahun.

Inilah mengapa insidensi positif kanker serviks terjadi paling tinggi pada perempuan berusia sekitar 29 hingga 39 tahun, karena mereka menikah atau melakukan aktivitas seksual pertama pada 7 hingga 9 tahun sebelumnya, menurut data yang dihimpun Adrijono di RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Pada tahun-tahun pertama terinfeksi HPV tersebut, tubuh tidak menampakkan gejala apa-apa. Namun ketika sudah berkembang menjadi sel kanker, berikut adalah beberapa gejalanya.

1. Keputihan tidak kunjung sembuh

Keputihan adalah kondisi yang umum terjadi pada banyak perempuan, yang bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur. Namun, jika telah berulang kali diobati ke dokter dan tidak kunjung sembuh, hal ini perlu perhatian yang lebih serius.

Hal ini juga terjadi pada Elly Mawati, seorang penyintas kanker serviks. Elly pada awalnya mengalami keputihan. Namun, meskipun sudah meminum obat yang diberi dokter berkali-kali, ia tidak kunjung sembuh.

“Setelah dicek lagi, ternyata saya mengidap kanker serviks,” ujar Elly, di Upnormal Coffee and Roaster, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut Adrijono, keputihan yang disebabkan adanya sel kanker akan berbau busuk, beda dengan keputihan pada umumnya.

2. Sakit pinggang dan panggul

Menurut Adrijono, perempuan yang telah positif terkena kanker serviks juga seringkali mengeluhkan rasa nyeri di bagian pinggang dan panggul. Hal ini disebabkan serviks membengkak atau memiliki lesi.

Lihat juga:Studi: 8 dari 10 Pria dan Wanita Berisiko Terinfeksi HPV

3. Flek darah setelah berhubungan suami istri

Perempuan yang memiliki kanker serviks memiliki lesi di bagian leher rahimnya. Lesi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan berdarah, terutama ketika berhubungan seks.

“Jadi kalau habis berhubungan ada flek, coba periksa. Bisa jadi ada lesi di dalam,” kata Adrijono.

Infeksi HPV kadang bisa sembuh dengan sendirinya. Walau begitu, tanda-tanda ini biasanya muncul ketika kanker serviks telah mencapai stadium lanjut. Sebelum mencapai tingkat tersebut, dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi virus HPV untuk berkembang.

Sebelum infeksi HPV tersebut memicu sel kanker, bisa saja ia sembuh dengan sendirinya. Mengutip data RSUPN Cipto Mangunkusumo, Adrijono mengatakan hanya 10 persen pasien yang awalnya terinfeksi HPV mendapat diagnosis kanker positif.

“Kalau daya tahan tubuh kita bagus, 90 persen akan sembuh sendiri dalam 6 bulan,” kata Adrijono.

Namun, resiko kanker serviks terus meningkat seiring umur. Virus HPV seringkali bertahan selama bertahun-tahun di dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit apa-apa. Menurut Adrijono, virusnya memang bisa bertahan terus di tubuh, dan baru kena kanker pas sudah lebih tua. Oleh karenanya, sebelum terjadi, lebih baik dicegah terlebih dahulu. Lakukan screening dan vaksinasi HPV sedini mungkin.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks
andalaspos.com

Pada dasarnya setiap wanita memiliki resiko terserang kanker serviks. tetapi, beberapa penyebab kanker serviks di bawah ini bisa menjadi faktor resiko yang memperbesar terjadinya kanker jenis ini.

1. Adanya infeksi Human Pavilloma Virus (HPV)

Virus HPV atau Human Pavilloma Virus merupakan jenis virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seks baik melalui organ reproduksi wanita maupun oral. Infeksi dari virus HPV ini merupakan penyebab utama terjadinya kanker pada organ genital wanita seperti kanker vagina, serviks, endometrium dan ovari.

Pada dasarnya HPV merupakan kumpulan dari berbagai jenis virus yang jumlahnya mencapai lebi dari 100 jenis virus. Dari ratusan jenis virus tersebut, HPV 16 dan 18 merupaka penyebab utama dari terjadinya kanker serviks. Sebanyak 99% kasus terjadinya kanker serviks terjadi setelah adanya infeksi HPV.

Salah satu cara penyebaran virus HPV adalah melalui interaksi dari kulit ke kulit salah satunya adalah melalui hubungan seksual. Oleh karena itu salah satu cara pencegahan penyebaran virus ini adalah dengan menggunakan pengaman saat berhubungan, menghindari penggunaan jarum suntik bekas dan setiap pada satu pasangan saja.

2. Sering bergonta ganti pasangan

Sering bergonta ganti pasangan juga dapat menjadi penyebab terinfeksi virus HPV. Seringnya berganti pasangan akan memberikan resiko lebih tinggi untuk terserang kanker serviks.

Seperti yang kita tahu bahwa penyebaran virus HPV adalah melalui hubungan seksual. Sehingga semakin banyak pasanganmu maka resiko terinfeksi virus ini juga akan semakin besar. Setia pada pasangan dan mendekatkan diri kepada tuhan tentunya akan dapat membantu kamu untuk menghindari salah satu penyebab kanker serviks.

3. Wanita perokok

Pada umumnya merokok adalah kebiasaan pria. Namun, saat ini banyak juga wanita yang memiliki kebiasaan merokok. Berdasarkan sebuah riset wanita yang merokok memiliki resiko lebih besar untuk terserang kanker serviks. Mengapa demikian? Di dalam rokok terkandung zat adiktif yang merupakan pemicu utama tumbuhnya kanker.

Selain resiko kanker paru paru ternyata sebuah riset menunjukan bahwa ada kandungan tembakau yang ditemukan pada leher rahim wanita yang merokok. Tentunya kandungan ini bisa memicu timbulnya kanker pada leher rahim. Sebisa mungkin hindarilah merokok karena tidak hanya kanker namun rokok juga memicu banyak penyakit berbahaya lainnya.

4. Hubungan seks yang terjadi pada usia dini

Usia 17 tahun merupakan usia di mana organ reproduksi pada wanita telah berkembang secara sempurna. Sehingga pada usia ini sebenarnya wanita telah diperbolehkan menikah. Walaupun pada usia tersebut dapat dikatakan bahwa usia yang masih terlalu dini untuk membina hubungan rumah tangga.

Banyak statement yang mengatakan bahwa salah satu penyebab kanker serviks adalah pernikahan dini yang terjadi antara pasangan. Pada faktanya ternyata bulan pernikahan dini yang menjadi penyebab namun hubungan seksual yang terlalu dini yang menjadi penyebabnya.

Pada usia dibawah 17 tahun tentunya organ reproduksi belum berkembang secara sempurna, sel-selnya belum tumbuh dengan lengkap. Sehingga wanita yang melakukan hubungan seksual di bawah usia 17 tahun 2 kali lebih rentan untuk terkena kanker serviks.

Oleh karena itu sangat penting untuk memberikan pendidikan seksual sedini mungkin, serta bekali anak dengan pelajaran agama yang memadai dan selalu jauhkan anak dari pergaulan bebas.

5. Penggunaan pil KB

Salah satu penyebab kanker servils lainnya adalah penggunaan pil KB dalam jangan panjang. Sebuah riset menunjukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi berupa pil KB akan memberikan resiko terjadinya kanker serviks. Pengunaan pil KB dalam waktu lama akan berpengaruh kepada kesehatan leher rahim. Resiko terserang kanker serviks akan turun jika penggunaan pil KB juga di hentikan.

Oleh karena itu pilih alternatif lain sebagai alat kontrasepsi. Karena banyak sekali jenis kontrasepsi selain pil kB yang dapat kita pilih. Namun jika memang benar benar terpaksa harus menggunakan pil KB, maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Serta pilih pil KB yang aman bagi organ reproduksimu.

6. Gen/riwayat keturunan

Potensi terserang kanker serviks akan meningkat seiring dengan adanya riwayat keluarga yang pernah terserang kanker tersebut. Jika ibu, saudara perempuan atau saudaramu yang lain pernah terkena penyakit ini, maka kemungkinan kamu untuk terserang kanker serviks menjadi lebih besar. Mengapa? Hal ini disebabkan karena adanya kesamaan sistem imun dan daya tahan tubuh. Sehingga kemungkinan infeksi juga akan sama.

Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini akan memiliki kemungkinan 2 kali lipat terserang dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat penyakit ini. Jika keluarga kamu memiliki riwayat penderita kanker serviks maka sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan rutin pap smear.

Dengan melakukan pemeriksaan pam smear jika ada sel sel pada leher rahim yang tumbuh tidak terkendali akan bisa segera terdeteksi. Sehingga dengan adanya deteksi sedini mungkin akan menyebabkan tidak terjadinya keterlambatan penanganan.

7. Sistem imun tubuh lemah

Wanita dengan sistem imun yang rendah akan lebih mudah terserang berbagai jenis penyakit. Termasuk juga kanker serviks ini. Ketika virus HPV menginfeksi bagian leher rahim tentunya akan melemahkan sistem imun. Namun, jika sistem imun kamu masih kuat tentunya infeksi ini dapat ditanggulangi. Tetapi jika dari awalnya saja sistem imun yang dimiliki sudah lemah, maka virus HPV tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat menginfeksi dan berkembang menjadi kanker serviks.

8. Menderita obesitas

Kelebihan berat bada bukan hanya meningkatkan resiko penyakit seperti gagal jantung dan paru paru. Ternyata obesitas pada wanita juga merupakan salah satu penyebab kanker serviks.

Wanita penderita obesitas memiliki resiko lebih besar untuk bisa terserang kanker serviks. Untuk itu, selalu jaga berat badan tubuh agar ideal. Lakukan olah raga rutin seperti lari lari kecil atau senam.

9. Memiliki anak pada usia yang terlalu dini

Sebuah riset yang telah dilakukan menunjukan bahwa wanita yang memiliki banyak anak, tepatnya wanita yang melahirkan lebih dari 7 kali memiliki resiko terkena kanker serviks lebih besar dibanding wanita yang melahirkan dibawah 7 kali.

Meskipun belum terdapat bukti empiris yang nyata, namun berdasarkan hasil dari responden. Menunjukan bahwa sistem imun dan kondisi leher rahim sangat rentan terkena infeksi jika melahirkan lebih dari 7 kali. Sebenarnya yang paling penting dari riset ini adalah bukan banyaknya jumlah anak yang dilahirkan. Melainkan kapan usia saat melahirkan anak pertama.

Semakin dini atau muda saat melahirkan anak pertama tentunya semakin besar resiko terserang penyakit ini. Hal ini berkorelasi dengan penyebab kanker serviks lainnya yaitu melakukan hubungan seksual pada usia dini. Memiliki anak pada usia dini tentunya pertanda bahwa telah melakukan hubungan seksual pada usia dini.

10. Konsumsi buah dan sayur segar kurang

Penyebab kanker serviks yang terakhir adalah kurangnya mengkonsumsi buah dan sayur segar. Wanita yang kurang mengkonsumsi buah dan sayur segar akan memiliki resiko 2 kali lipat lebih besar untuk terserang kanker leher rahim.

Seperti yang diketahui bahwa buah dan sayuran segar merupakan salah satu sumber makanan anti kanker. Kandungan betakaroten dan antioksidan tinggi dapat menangkal radikal bebas, dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Perbanyak sayuran hijau dan buah segar agar dapat memperkecil kemungkinan terserang kanker serviks.

Cara Mengobati Kanker Serviks

Cara mengobati kanker serviks
cantikbijak.com

Walaupun tidak dapat sembuh seperti perempuan normal lainnya, akan tetapi dukungan, simpati, empati dari keluarga dan orang terdekat akan membuat penderita bersemangat untuk sembuh. Cara mengobati kanker serviks harus mempertimbangkan beberapa faktor di antaranya ukuran tumor, usia penderita, tingkat stadium kanker serviks, usia penderita, gejala kanker serviks dan lain-lain.

Pada umumnya, 70% pasien kanker serviks saat didiagnosa sudah mengalami stadium lanjut. Adapun cara mengobati kanker serviks yang dapat dilakukan yaitu dengan:

1. Operasi pengangkatan

Operasi pengangkatan rahim dan uterus (kandungan) dikenal dengan istilah histerektomi yaitu dengan melakukan pengangkatan rahim penderita yang dilakukan pada bagian rahim vagina dan jaringan parametrium, kemudian dilakukan pembersihan bilaterial kelenjar getah bening pada panggul.

Ada 4 jenis tingkatan histerektomi:

  1. Histerektomi parsial (subtotal). Operasi pengangkatan yang dilakukan hanya pada rahim. Dengan operasi ini penderita kemungkinan menderita kanker rahim masih besar oleh karena itu disarankan melakukan pemeriksaan rutin.
  2. Histerektomi total. Operasi pengangkatan rahim dan mulut rahim. Pada operasi ini tidak melakukan pengangkatan tuba falopi dan ovarium.
  3. Histerektomi total dan salpingo-ooforektomi bilateral. Operasi pengangkatan rahim, serviks, tuba falopi dan ovarium.
  4. Histerektomi radikal. Operasi pengangkatan rahim, kelenjar getah bening, serviks, bagian atas vagina dan jaringan dalam panggul diangkat. Operasi pengangkatan (histerektomi) dapat melalui perut dan alat kewanitaan (vagina). Histerektomi melalui vagina cenderung lebih beresiko kecil dan cepat pulih . Cara pengobatan melalui histerektomi sering dilakukan karena memiliki keunggulan yaitu membersihkan lesi kanker dan pengobatan yang lebih cepat. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan mengalami gangguan pada buang air kecil dan pengangkatan yang luas.

2. Radioterapi

Radioterapi adalah cara mengobati kanker serviks yang paling sering dilakukan. Radioterapi juga sangat cocok untuk segala kanker serviks di awal dan lanjut stadium. Radioterapi sendiri adalah penggunaan radiasai pengion yang diberikan pada penderita kankers dengan mematikan sel kanker sesuai dosis pada volume tumor. Radiasi akan merusak sel kanker dan menghambat pembelahan sel.

Pemberian radiasi pada penderita kanker serviks disesuaikan dengan ukuran, luas, tipe dan stadium tumor. Meskipun dianggap sebagai pengobatan kanker serviks yang sangat baik akan tetapi memiliki efek samping pada perubahan tubuh yaitu kulit, rambut. Gangguan yang mungkin terjadi adalah infeksi kandung kemih. Radioterapi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan tingkatan stadium kanker serviks.

  1. Radioterapi seluruh panggul (whole pelvis)
  2. Radioterapi karsinoma serviks uteri pasca wertheim
  3. Radioterapi brachiterapi

3. Radiopartikel

Teknologi pengobatan yang ditujukan menghambat perkembangan sel kanker dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Radioterapi menggunakan biji partikel seluas 1,7 cm yang kemudian akan memancarkan sinar gamma dan tidak menghancurkan sel-sel tubuh lain. Pengobatan ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kegagalan.

Cara mengobati kanker serviks di atas adalah cara yang umum digunakan untuk pengobatan kanker serviks selain pengobatan kolaborasi medis barat-timur, kemoterap dan lain-lain. Penderita kanker serviks diharapkan tidak putus asa karena dalam perkembangan teknologi saat ini banyak sekali menemukan teknik penyembuhan yang bisa membantu meminimalisir kerugian kanker serviks.

Segera temukan gejala awal kanker serviks, konsultasikan dengan dokter segera agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara mencegah kanker serviks
obatkankerserviks.web.id

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan.

Cara mencegah kanker serviks yaitu dengan:

  • Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • Memelihara kesehatan tubuh tentunya.

Cara mencegah kanker serviks menurut Nasdaldy, dapat dilakukan dengan tiga strategi: primer, sekunder, dan tertier. Pencegahan primer diperlukan pada semua populasi yang memiliki risiko terkena kanker mulut rahim. Caranya, dengan memberikan penyuluhan. ”Bukan hanya medis, tapi bisa di sekolah-sekolah karena banyak yang tidak tahu dan tidak peduli,” tuturnya.

Pencegahan sekunder juga diperlukan pada orang yang tidak memiliki gejala. Ini agar angka kejadian dapat ditekan dan memungkinkan pengobatan sedini mungkin. Pengobatan lebih awal, selain biayanya sedikit, hasilnya pun lebih baik. Sedangkan pencegahan tertier dilakukan pada orang yang sudah terkena penyakit ini.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan primer pada penderita serviks. Namun yang penting adalah menurunkan faktor risiko. Misalnya, menghilangkan perilaku seksual yang mengakibatkan terpapar dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV). ”Perempuan lebih rentan terkena infeksi HPV,” ujarnya.

Tidak kalah pentingnya dengan faktor nutrisi. Menurut dokter spesialis ini orang dengan gizi yang bagus lebih mudah mencegah serangan penyakit ini. Harus diingat, tidak ada pantangan makanan bagi penderita kanker. Karena itu tidak benar pernyataan yang mengatakan bahwa penderita kanker tidak boleh makan daging. ”Itu mitos,” ucapnya.

Zat gizi, kata dia, sangat diperlukan untuk pencegahan penyakit ini. Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah caretenoids, vitamin A, retinoids, vitamin C, vitamin E, dan folat. Sayuran hijau tua dan kuning juga baik untuk meningkatkan gizi.

Penutup

Selain menurunkan faktor risiko dan nutrisi, pencegahan primer juga perlu dengan vaksinasi. Imunisasi, kata Nasdaldy, dilakukan pada usia muda sebelum aktif melakukan hubungan seksual dan masih dalam tahap pengembangan.

Vaksin pencegahan bertujuan membentuk antibodi dan diberikan pada orang sehat. Vaksin pengobatan diberikan pada orang yang sudah terinfeksi HVP dan stimulasi sistem imunitas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan, vaksin sebaiknya diberikan pertama kali dalam lima tahun setelah aktif berhubungan seksual atau usia 25 tahun sampai usia 65 tahun. Frekuensi vaksinasi, saran badan dunia itu, dilakukan 2 – 3 tahun sekali dengan catatan dua kali berturut-turut negatif.

Avatar
Akmal Bahtiar, S. Si. Lulusan S1 Farmasi Unhas, Makassar. Memiliki sedikit pengalaman dalam dunia tulis menulis, terobsesi dengan design dan optimasi website.