9 Alasan Kenapa Kehamilan Tidak Terdeteksi Test Pack

3 min read

Tes kehamilan dengan test pack

Mengecek kehamilan dengan menggunakan test pack kehamilan sering disebut sangat akurat. Namun berkaca dari kondisi yang dialami oleh saudara saya ternyata test pack kehamilan pada faktanya tak benar-benar seratus persen akurat.

Jadi kondisinya kayak gini Bun, saudara saya itu sudah telat datang bulan, terus belakangan juga sering capek, kadang suka mual tapi pas dicek dengan test pack hasilnya malah negatif. Saudara saya itu pun curhat dan saya sarankan agar langsung ke dokter aja biar pasti. Dan ternyata dokter bilangnya kalau sudah hamil tiga minggu.

Saya juga penasaran sih kok bisa ya test pack gak mendeteksi kehamilan saudara saya, dan setelah saya ngecek di beberapa situs ternyata kasus seperti itu emang sering terjadi lho Bun.

Bukan bermaksud pengen ngejelekin test pack ya, tapi menurut dokter kandungan dan bidan deket rumah test pack kehamilan emang gak seratus persen akurat. Menurut dokter dan beberapa pakar kehamilan ada banyak alasan yang membuat kehamilan tidak terdeteksi test pack.

Nah untuk itu kali ini kita bakal mengupas nih Bun 9 alasan kenapa kehamilan tidak terdeteksi test pack. Apa saja? yuk kita bahas bersama Bun.

1. Test Pack yang Digunakan Kurang Berkualitas

test pack tak lebih dari sebuah alat yang mana meski ada jaminan yang namanya alat selalu ada kemungkinan rusak. Hal ini pun dapat berpengaruh saat Bunda mengecek kehamilan Bunda dengan test pack.

Untuk menghindari hal ini sebaiknya Bunda menggunakan alat yang berkualitas. Mungkin memang harganya sedikit lebih mahal tapi kualitas itu tak pernah bohong.

2. Pengecekan Test Pack yang Terlalu Dini

Pengecekan test pack yang terlalu cepat juga disebut sebagai salah satu alasan kenapa kadang test pack tidak dapat mendeteksi kehamilan.

Perlu Bunda pahami kalau Bunda mengecek sehari setelah berhubungan intim ada kalanya memang test pack tidak dapat mendeteksi kehamilan karena di waktu itu proses pembuahan belum terjadi, jadinya hasil test yang tertera pada test pack pun negatif.

Untuk itu agar test pack dapat mendeteksi dengan baik maka pastikan Bunda menggunakan test pack paling lama 2 sampai 3 minggu setelah berhubungan intim.

3. Terlalu Lama Menaruh Test Pack dalam Urin

Bunda tentu sudah tahu cara pemakaiannya bukan? Yaitu memasukkan test pack pada urin. Nah, yang perlu Bunda ingat Bunda tidak mesti percaya dengan anggapan kalau “semakin banyak urin dan semakin lama test pack di rendam dalam urin maka hasilnya lebih akurat”.

Pasalnya hal tersebut sama sekali tidak benar, bahkan sebaliknya jika test pack ditaruh pada urin yang terlalu banyak dan terlalu lama test pack pun tidak dapat mendeteksi kehamilan.

4. Urin yang Digunakan Sudah Tercemar

Urin yang tidak murni alias yang sudah tercampur dengan air, sabun bahkan debu juga bisa menjadi penyebab kenapa test pack tidak dapat mendeteksi kehamilan.

Pasalnya saat urin sudah tercampur maka pengukuran hCG yang menjadi tujuan utama test pack tidak berkurang. Karena itu test pack pun tidak dapat mendeteksi kehamilan secara akurat.

5. Waktu Pengecekan yang Salah

Waktu penggunaan test pack pun sangat berpengaruh pada hasil pemeriksaan Bun. Beberapa test pack disarankan untuk digunakan pada waktu pagi hari. Dimana pada masa ini konsentrasi urine cukup berat sehingga pembacaan kadar hCG pada urin dapat terdeteksi dengan baik.

Namun pada beberapa test pack lainnya ada juga yang bebas digunakan kapan saja. Karena itu penting agar Bunda dapat membaca aturan pakai yang tertera dibungkusannya. Tapi kalau yang disarankan sih sebaiknya memang pagi hari sebelum Bunda mengonsumsi makanan.

6. Pengecekan yang Terlalu Cepat atau Terlalu Lama

Dalam penggunaannya, test pack ditaruh di urine dan kita diminta untuk menunggu hasilnya. Nah biasanya nih, kita kadang bosan kalau harus menunggu ditambah lagi dengan anggapan kalau makin lama test pack di taruh di urin maka hasilnya lebih akurat.

Karena itu kadang ada juga yang sengaja menaruh dan meninggalkannya, padahal sebenarnya itu tidak tepat. Bunda hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk menunggu hasilnya. Jika Bunda menaruhnya terlalu lama hasilnya pun bisa negatif. Begitu juga alau Bunda terlalu cepat mengangkat test pack.

7. Bunda Mengkonsumsi Air Putih Terlalu Banyak

Menjaga tubuh tetap terhidrasi memang sangat penting, hanya saja pada beberapa momen ada kalanya Bunda tidak disarankan untuk mengkonsumsi air putih secara berlebihan. Seperti disaat Bunda ingin melakukan pemeriksaan kehamilan.

Jika Bunda mengkonsumsi air putih terlalu banyak kadar hormon hCG pada urin berkurang karena itu test pack kehamilan pun tidak dapat mendeteksi kehamilan dengan akurat.

Agar hasilnya benar-benar akurat disarankan agar Bunda melakukan test di pagi hari, disaat perut Bunda masih kosong dan Bunda belum mengkonsumsi apa-apa. Hal ini dapat membantu pengecekan agar lebih akurat.

8. Masa Ovulasi yang Terlambat

Saat terlambat datang bulan, hal paling pertama yang dipikirkan adalah kita sedang hamil. Memang saat menstruasi tidak terjadi kemungkinan kita sedang mengalami kehamilan. Hanya saja perlu Bunda ingat kalau terlambat haid itu tidak selamanya menjadi tanda kehamilan.

Karena itu kadang saat Bunda melakukan test kehamilan setelah Bunda tahu kalau Bunda terlambat datang bulan tidak dapat terdeteksi adanya kehamilan.

Terlambat haid bisa menyebabkan Bunda terlambat datang bulan, yang disebabkan oleh stres, obesitas, penurunan berat badan bahkan sampai gangguan hormon.

9. Bunda Mengalami Keguguran yang Spontan

Nah yang terakhir adalah karena keguguran spontan. Kondisi seperti ini paling sering terjadi pada Ibu dengan kondisi kandungannya yang lemah. Yang mana kadang ia sendiri tidak sadar kalau ia sudah mengalami keguguran.

Karena itu saat melakukan pemeriksaan dengan test pack tanda kehamilan tidak dapat terdeteksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *