Tuberkulosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Tentang Tuberkulosis

Tuberkolosis atau biasa dikenal TBC atau TB merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui kelenjar getah bening dan aliran darah menuju organ-organ dalam tubuh, terutama lebih sering ditemukan di paru-paru.

Kebanyakan orang yang terkena TBC tidak pernah mengalami gejala, karena bakteri dapat hidup dalam bentuk tidak aktif dalam tubuh. Tetapi jika sistem kekebalan tubuh melemah, seperti pada orang dengan HIV atau orang dewasa tua, bakteri TBC dapat menjadi aktif.

Dalam keadaan aktif, bakteri TBC dapat menyebabkan kematian jaringan pada organ yang terinfeksi. Penyakit TBC aktif dapat berakibat fatal jika tidak diobati.

Gejala Tuberkulosis

Kebanyakan TB tidak menimbulkan gejala (TB laten) hingga menimbulkan gejala jika bakteri tersebut sudah benar-benar aktif.  Berikut gejala-gejala yang menandakan TB aktif, diantaranya :

  • Merasa tidak enak badan
  • Batuk, biasanya disertai lendir berwarna hijau atau kuning. Pada kondisi terparah, penderita dapat mengeluarkan darah saat batuk
  • Mudah lelah
  • Napas pendek
  • Kehilangan berat badan
  • Sulit tidur
  • Berkeringat pada malam hari
  • Nyeri pada bagian dada, punggung ataupun ginjal. Mungkin juga pada ketiganya.

Penyebab Tuberkulosis

Penyakit ini dapat menular akibat bakteri yang menyebabkan tuberkulosis dapat ditularkan melalui udara. Penularan biasanya terjadi akibat adanya kontak sosial dengan orang yang terinfeksi. Hal itupun tidak terjadi secara instan.

Untuk menjadi terinfeksi, Anda harus terpapar bakteri TB secara terus-menerus, dan hidup atau bekerja dengan seseorang yang memiliki penyakit TB aktif.

Pada umumnya bakteri TB bersifat tidak aktif. Setelah mereka menyerang tubuh, hanya 10% dari orang yang terinfeksi TB yang akan pernah memiliki penyakit TB aktif. Sisanya, 90% memiliki apa yang disebut infeksi laten TB. Umumnya mereka tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi dan tidak akan dapat menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Baca juga:  10 Manfaat Buah Rambutan yang Jarang Diketahui, Mulai dari Antiseptik Hingga Turunkan Risiko Kanker

Pengobatan Tuberkulosis

Seluruh penderita tuberkolosis harus mendapatkan perawatan dan pengamatan yang teratur dari dokter ahli. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan dan perawatan tergantung jenis TB yang diderita pasien, seperti :

  • Infeksi TB Laten
    Jika Anda terinfeksi TB namun tidak memiliki penyakit aktif, dokter biasanya akan menganjurkan antibiotic untuk membantu pencegahan infeksi menjadi aktif. Dokter akan memberikan obat-obat seperti isoniazid dan mengevaluasi Anda secara teratur untuk melihat dampak obat pada perkembangan penyakit Anda.
  • TB Aktif
    Jika Anda memiliki TB aktif, dokter akan memberikan beberapa antibiotik untuk mencegah bakteri resistan muncul dari tubuh Anda. Anda juga mungkin akan diberikan kombinasi antibiotik seperti isoniazid, rifampisin, pirazinamid, etambutol selama enam hingga 12 bulan. Jika penyakit Anda tergolong TB aktif, jangan pernah melewatkan kontrol dan pemantauan rutin dari dokter Anda.

Pencegahan Tuberkulosis

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari terjadinya penularan TB :

  • Hindari penggunaan peralatan makan dan minum yang sama dengan orang lain
  • Gunakan masker bersih saat berada di jalan raya atau tempat yang tergolong kotor
  • Hindari bersentuhan atau berbicara jarak dekat dengan orang yang sedang batuk

BioFar.ID

Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Apa komentar kamu?

Back to top button