Akmal Bahtiar, S. Si. Lulusan S1 Farmasi Unhas, Makassar. Memiliki sedikit pengalaman dalam dunia tulis menulis, terobsesi dengan design dan optimasi website.

Sediaan Oral yang Tidak Boleh Digerus dan Dikunyah

Sediaan Oral yang Tidak Boleh Digerus dan Dikunyah

Daftar isi

Mengapa?

Sediaan oral (tablet, kapsul) kadang-kadang terpaksa harus digerus karena kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk minum obat atau harus dibuat dalam campuran serbuk/puyer terbagi-bagi. Namun perlu diingat bahwa tidak semua sediaan oral dapat digerus karena ada beberapa bentuk sediaan oral yang diformulasikan secara khusus dengan tujuan tertentu seperti formulasi obat agar diabsorbsi di usus, bukan di lambung atau tempat pelepasan lainnya seperti di bawah lidah, atau agar zat aktif dilepaskan secara perlahan-lahan untuk mengatur jumlah bahan aktif yang bisa masuk ke dalam darah.

Oleh karena itu penggerusan akan mempercepat pelepasan dan ambsorbsi obat ke dalam saluran sistemik/darah dan akan mempercepat habisnya obat dari dalam darah karena dieliminasi atau bahkan dapat meningkatkan risiko efek samping ataupunn efek toksik.

Formulasi

Bentuk sediaan yang tersedia bisa dalam bentuk tablet atau kapsul. Sediaan tersebut diformulasikan dengan teknologi mikrokapsulasi, yaitu suatu teknik untuk mengatur agar bahan aktif terselaput/terselubungi oleh bahan tambahan, sehingga pelepasannya dapat diatur atau diperlambat, dan juga sekaligus dapat untuk membungkus (coating) sedemikian rupa agar bahan aktif tidak rusak oleh karena bahan bahan yang terdapat di dalam mulut atau lambung seperti asam, enzim, atau zat lainnya.

Sediaan tersebut dinamakan sediaan enteric coated, sustained-release, extended-release, controlled release, retard, sublingual/buccal.

Pemakaian

Dalam pemakaian atau penggunaan sediaan tersebut diminta untuk ditelan secara utuh, tidak boleh dikunyah, digerus, dipatahkan, atau dihancurkan.

Sediaan salut enterik (enteric-coated/EC)

Formulasi sediaan salut enterik dimaksudkan agar zat aktif akan dilepaskan dan diabsorbsi atau dikehendaki berkhasiat didalam usus halus. Tujuannya adalah untuk mencegah iritasi lambung atau mencegah rusaknya obat karena tidak stabil di lambung, oleh karena itu, penggerusan akan berakibat iritasi lambung atau hilangnya potensi obat.

Contoh obat yang khusus disebutkan untuk pemakaian di dalam usus adalah: Ascardia, Cardioaspirin, Cymbalta, Depakote, Dicloflam, Flamed, Flazymec, Galtaren, Ikalep, Kalium Diklofenak Hexpharm, Ketoprofen Hexphram, Miniaspi, Molaflam, Nacoflar, Nadifen, Nadiflam, Nazovel, Potaflam Profenid, Rematof, Renvol, Restor, Rofiden, Sulfitis, Voltaflam, Voren, Yariflam.

Sediaan lepas lambat (SR = sustained-release, XR = extended-release, CR = controlled release, Retard, Depo)

Sediaan ini diformulasi khusus agar bahan aktif dilepaskan dari sediaan secara bertahap, terkendali atau dalam waktu yang panjang/lama. Formulasi sediaan ini dilakukan dengan cara mengikat atau membungkus bahan aktif dengan bahan tambahan tertentu, sehingga dapat dilepaskan dengan proses pelarutan perlahan, reaksi kimia di dalam tubuh atau proses lain.

Contoh obat yang dikelompokkan dalam bentuk sediaan ini adalah:

Abbotic, Aldisa, Alovell, Avelox, Cedocard, Ciproxin, Deflamat, Efexor, Encephabol, Euphyllin, Exelon, Flamigra, Glucophage, Glumin, Herbesser, Isomonit, Isoptin, Kaditic, Lanacer, Lanvell, Lescol, Megatic, Mst Coninus, Mucopect, Myfortic, Natrilix, Niaspan, Niften, Promezol, Reotal,Retaphyl, Rhinos, Ritalin,Tarka, Tegretol, Tramal, Trizedon, Traunal, Vitalong C, Voltaren, Volten, Xanax, Zenrif, Zevit C, Zolacap.

Sediaan sublingual atau bukal

Pemberian sediaan melalui sublingual (di bawah lidah) atau bukal ( di antara pipi dan gusi) dimaksudkan agar obat diabsorbsi segera melalui aliran darah di sekitar bawah lidah atau antara gusi dan pipi. Oleh karena itu penggerusan atau pemberiannya melalui nasogastric tube (NGT) akan menjadi tidak efektif atau jauh berkurang efektifitasnya.

Contoh sediaan yang diberikan di bawah lidah: Cedocard, Isorbid, Isoket, Farsorbit, Isosorbit Dinitrate, Nitral.

Avatar
Akmal Bahtiar, S. Si. Lulusan S1 Farmasi Unhas, Makassar. Memiliki sedikit pengalaman dalam dunia tulis menulis, terobsesi dengan design dan optimasi website.