BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Uraian Lengkap Tentang Pulvis dan Pulveres

Pulvis dan pulveres

Pulvis dan Pulveres akan menjadi pembahasan kita kali ini. Jika kamu mencari referensi mengenai materi tersebut untuk membuat makalah maupun laporan praktikum pembuatan pulvis dan pulveres, maka materi di halaman ini bisa menjadi rujukan.

Simak penjelasan lengkap mengenai pulvis dan pulveres berikut ini.

Pengertian Pulvis (Serbuk)

Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan untuk pemakaian oral/dalam atau untuk pemakaian luar. Bentuk serbuk mempunyai luas permukaan yang lebih luas sehingga lebih mudah larut dan lebih mudah terdispersi daripada bentuk sediaan padatan lainnya (seperti kapsul, tablet, pil).

Anak anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan obat dalam bentuk serbuk. Biasanya serbuk oral dapat dicampur dengan air minum. Pada pembuatan serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus lebih dulu sampai derajat halus tertentu setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50°C.

Serbuk obat yang mengandung bagian yang mudah menguap dikeringkan dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok, setelah itu diserbuk dengan jalan digiling, ditumbuk dan digerus sampai diperoleh serbuk yang mempunyai derajat halus sesuai yang tertera pada pengajak dan derajat halus serbuk.

Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor atau dua nomor. Jika derajat halus serbuk dinyatakan 1 nomor, berarti semua sebuk dapat melalui pengayak dengan nomor tersebut. Jika dinyatakan dengan 2 nomor dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi.

Yang dimaksud dengan :

  • Serbuk sangat kasar, adalah serbuk (5/8)
  • Serbuk kasar, adalah serbuk (10/40)
  • Serbuk agak kasar, adalah serbuk (22/60)
  • Serbuk agak halus, adalah serbuk (44/85)
  • Serbuk halus, adalah serbuk (85) = 120
  • Serbuk sangat halus, adalah serbuk (120) : 200/300

Serbuk oral dapat diberikan dalam bentuk terbagi (pulveres/divided powder/chartulae) atau tak terbagi (pulvis/bulk powder). Serbuk oral tak terbagi terbatas pada obat yang relatif tidak poten seperti laksansia, antasida, makanan diet dan beberapa jenis analgetik tertentu, dan pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau penakar lainnya.

Serbuk tak terbagi lainnya adalah serbuk gigi dan serbuk tabur yang keduannya digunakan untuk pemakaian luar. Umumnya serbuk terbagi dibungkus dengan kertas perkamen dan untuk lebih melindungi dari pengaruh lingkungan, serbuk ini dapat dilapisi dengan kertas selofan atau sampul polietilena.

Keuntungan dan Kerugian Pulvis

Keuntungan sediaan bentuk pulvis (serbuk), antara lain :

  1. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada sediaan yang dipadatkan.
  2. Anak anak atau orang tua yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan obat dalam dalam bentuk serbuk.
  3. Masalah stabilitas yang sering dihadapi dalam sediaan cair, tidak ditemukan dalam sediaan serbuk.
  4. Obat yang tidak stabil dalam suspensi atau larutan air dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
  5. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
  6. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan penderita

Kerugian bentuk sediaan pulvis (serbuk), antara lain :

  1. Tidak tertutupnya rasa dan bau yang tidak enak (pahit, sepet, lengket di lidah, amis, dan lain lain).
  2. Pada penyimpanan kadang terjadi lembap atau basah.

Syarat-syarat Serbuk

Secara umum syarat serbuk adalah sebagai berikut.

  1. Kering
  2. Halus
  3. Homogen
  4. Memenuhi uji keragaman bobot (seragam dalam bobot) atau keseragaman kandungan (seragam dalam zat yang terkandung) yang berlaku untuk serbuk terbagi/pulveres yang mengandung obat keras, narkotik, dan psikotropik.

Penggolongan Pulvis (Serbuk)

Pulvis adalah serbuk yang tidak terbagi bagi dan dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, antara lain :

  1. Pulvis adspersorius (serbuk tabur/bedak) adalah serbuk ringan untuk penggunaan topikal, dapat dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit. Umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.
  2. Pulvis dentrificius (serbuk gigi) biasanya mengandung carmin sebagai pewarna yang dilarutkan lebih dahulu dalam kloroform atau etanol 90%.
  3. Pulvis sternutatorius (serbuk bersin) adalah serbuk untuk dihisap hidung, oleh karena itu serbuk harus halus sekali.
  4. Pulvis efervesen, serbuk biasa yang sebelum diminum dilarutkan dahulu dalam air dingin atau air hangat, serbuk ini mengeluarkan gas C02 yang kemudian membentuk larutan yang jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam (asam sitrat, asam tartrat) dengan basa (Na karbonat, Na bikarbonat). Dalam pembuatannya, bagian asam maupun basa harus dikeringkan secara terpisah. Gas C02 (karbon dioksida) digunakan untuk pengobatan, mempercepat absorpsi atau untuk menyegarkan rasa larutannya.

Pengertian Pulveres (Serbuk Bagi)

Pulveres (serbuk bagi) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas lain yang cocok. Serbuk bagi atau pulveres merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas lain yang cocok untuk sekali minum.

Pada umumnya penulisan resep untuk serbuk bagi yang ditulis oleh dokter terdiri dalam dua bentuk :

  1. Ditulis jumlah obat untuk seluruh serbuk dan lalu dibagi menjadi beberapa bungkus :
    Contoh resep :
    R/ Asetosal 10
    m.f pulv No XX 2.
  2. Ditulis jumlah untuk setiap bungkus serbuknya dan membuat beberapa bungkus :
    Contoh resep :
    R/ Asetosal 0,5
    m.f pulv dtd no XX

Pada cara pertama dan resep I ditimbang 10 gram Asetosal kemudian digerus lalu dibagi menjadi 20 bungkus. Sedangkan cara kedua ditimbang sebanyak 20 x 0,5 g kemudian digerus lalu dibagi menjadi 20 bungkus.

Agar dapat terbagi tepat, maka campuran serbuk sering ditambah zat tambahan yang bersifat netral, seperti Saccharum Lactis, Saccharum album, sampai berat serbuk tiap bungkusnya 500 mg. Saccharum album rasanya manis sehingga dapat berfungsi sebagai pemberi rasa, tetapi serbuk mudah basah dan tidak cocok untuk penderita diabetes.

Serbuk dibagi tanpa penimbangan tetapi untuk menjamin pembagian yang sama, maka pembagian dilakukan tidak lebih dari 20 bungkus. Apabila lebih maka serbuk harus dibagi dua dengan cara ditimbang sama banyak, baru kemudian dibagi.

Penyimpangan berat masing masing serbuk terhadap yang lain adalah paling besar 10%. Serbuk bagi dikemas dalam kertas perkamen, yang mengandung zat higroskopis dalam kertas berlilin.

Keseragaman bobot serbuk diuji dengan cara:

  1. Timbang isi dari 20 bungkus satu persatu,
  2. Campur isi ke 20 bungkus tadi timbang sekaligus dan
  3. Hitung bobot rata rata.

Penyimpangan antara penimbangan, satu persatu terhadap bobot isi rata rata tidak lebih dari 15% dari tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% untuk tiap 18 bungkus yang lain.

Keuntungan dan Kerugian Pulveres

Keuntungan sediaan obat serbuk dibandingkan sediaan bentuk lainnya adalah :

  1. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih mudah larut daripada bentuk sediaan oral lain, sehingga dengan segera dapat memberikan efek terapi.
  2. Lebih mudah untuk ditelan dibanding sediaan padat lainnya.
  3. Lebih stabil dibanding sediaan cair.
  4. Lebih mudah dalam pengaturan dosis.

Sedangkan kerugian bentuk sediaan serbuk adalah :

  1. Obat yang tidak tahan terhadap pemaparan di udara akan rusak dengan bentuk sediaan ini.
  2. Obat yang pahit, menimbulkan rasa mual dan muntah, begitu pula obat yang korosif tidak dapat dibuat dalam bentuk sediaan ini.
  3. Sukar untuk menutup rasa dan bau yang tidak enak.
  4. Tidak dapat disimpan lama.
  5. Durasi efek dan waktu mulai berefek tidak dapat diatur.

Cara Pembuatan Pulvis/Pulveres

Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu persatu, sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit, kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak nomor 60 dan dicampur lagi.

Beberapa petunjuk :

    • Jangan mencampur obat berkhasiat keras dalam keadaan tidak diencerkan
    • Bila bagian bagian serbuk mempunyai BJ yang berlainan masukkan dulu serbuk yang BJnya besar baru kemudian masukkan serbuk yang BJnya rendah dan diaduk.
    • Jangan menggerus bahan bahan serbuk dalam jumlah banyak sekaligus.
    • Dalam membuat serbuk lebih baik bila bahan bahan baku kering. Maka itu untuk menggerus serbuk kristal lebih baik menggunakan mortir panas.
    • Cara mencampur camphora dalam serbuk dilakukan dengan melarutkan camphora dengan Spiritus fortior dalam mortir.
    • Cara mencampur ekstrak kental dengan serbuk dilakukan dengan mengencerkan dulu ekstraknya dengan cairan penyari yang cocok dalam mortir panas, kemudian diserbukkan dengan bantuan bahan tambahan saccharum lactis atau amylum oryzae
    • Cara mencampur tinktur dan ekstrak liquid dengan serbuk adalah bila jumlahnya banyak maka tinktur atau ekstrak diuapkan di atas tangas air hingga hampir kering lalu ditambahkan saccharum lactis dan diaduk sampai kering.
      Bila jumlahnya sedikit cukup dengan menggunakan mortir dan stamfer panas saja. Bila kandungan zat berkhasiat mudah menguap atau rusak karena pemanasan maka dilakukan sebagai berikut :
      a. Ambil zat berkhasiatnya saja, seperti Opii Benzoica Tinctura, Camphorae Solutio Splrituosa dan lodii Tinctura, apabila diketahui isi zat berkhasiatnya.
      b. Bila isi zat berkhasiat tidak diketahui, maka tincture atau ekstrak cair diteteskan pada mortir yang berisi saccharum lactis di atas tangas air dan diaduk.
    • Oelaeosacchara atau gula berminyak dibuat dengan cara 2 gram saccharum lactis ditambah 1 tetes minyak eteris (oleum anisi/oleum foeniculi/oleum menthae piperitae).Tidak dapat dibuat untuk persediaan.
    • Campuran serbuk yang dapat menjadi basah maka masing-masing serbuk dicampur dengan bahan yang inert, setelah itu baru keduanya dapat dicampur. Campuran tersebut dapat menjadi basah karena :
      a. Keluarnya air kristal, contohnya Calcii Chloridum.
      b. Terjadinya senyawa baru dengan air kristal yang lebih sedikit cotoh campuran Magnesii sulfas dengan Natrii Bicarbona.
      c. Penurunan tekanan uap relative (titik eutektikum)
    • Serbuk yang dalam resep ditambahkan tablet, bila terdapat zat aktif dalam bentuk serbuk maka ditambahkan zat aktifnya saja. Jika tidak terdapat maka tablet digerus kemudian diayak, baru dapat dicampur dengan serbuk lainnya.

Contoh Resep Pulvis dan Pulveres

RESEP


Dr. X
SIP 789 / IDI / 2001
Jln. Nusa Indah 20 Kendari          Tel-.26774


R / Acidi Acetylosalicil 10 g

Sacch. Lact q s
m.f. pulv div in p. seq No. xx
5. 3 dd 1

Pro : Dani


KELENGAKAPAN RESEP


Dr, X
SIP 789 / IDI /2001
Jln Indragiri 03 Bengkulu Telp. 27508


No.003 Bengkulu    22 Mei 2017
R/ Acidi Acetylocalicyl 10 g
Sacch . lact q s
M.f pulv div in p. seq No . xx
Pro : Dani
Umur : 20 tahun
Alamat :Jln ,Kancil No. 9


Ket :

R : Recipe = ambillah
m.f : misce fac = campur, buat
div in p .seq : divide in patres sequales = bagilah dalam bagian yang sama
pro = untuk

PERMASALAHAN

Meracik serbuk terbagi.

PENYELESAIAN MASALAH

Bahan Acid di masukan ke dalam lumpang, lalu sacch.lact di masukkan, kemudian gerus hingga homogen dan bagi kedalam 20 bungkus.

URAIAN BAHAN

*lihat lebih lengkap di Farmakope Indonesia

PERHITUNGAN/PENIMBANGAN BAHAN

  • Acidi Acetylosalicyl 10 g
  • Sacch. Lact q 5
  • DM Acidi Acetylosalicyl 1/8
  • n/20 = 20/20 x 1/8 = 1/8

Acidy Acetylosalicyl 10 g maka :

10/20 = 0,5 gram

  • untuk 1x pakai : 1 x 0,5 gram = 0,5 g < 1 (tidak over dosis)
  • untuk 1 hari pakai : 3 x 0,5 gram = 1,5 g < 8 (tidak over dosis)

presentase :

  • untuk lx pakai : 0,5/1 x 100% = 50 % < 100% (TOD)
  • untuk 1 hari pakai : 1,5/8 x 100 % = 18,75 < 100 % (TOD)

CARA KERJA

  1. Siapkan Alat dan Bahan
  2. Setarakan Timbangan
  3. Timbang :
    1) Acidi Acetylosalicyl 0,5 g
    2) Sacch Lact secukupnya
  4. Masukkan Sacch Lact secukupnya, lalu masukkan Acidi Acetylosalicyl sedikit
  5. Demi sedikit kedalam lumpang yang sudah berisikan Sacch Lact,
  6. Gerus hingga homogen.
  7. Keluarkan dari lumpang, bagi campuran menjadi 20 bagian yang sama.
  8. Bungkus obat dengan kertas perkamen dan masukkan kedalam sak Obat
  9. Beri etiket putih.

WADAH

Kertas perkamen dan sak obat.

ETIKET


Apoteker Bina Husada
Jl. Asrama Haji  No. 17 Telp. (0401) 3190193
Apoteker: Tantri
SIK: F 11. 00113


No : 003 Tgl. 21-10-2011
Nama : Dani
Aturan Pakai : 3x Sehari 1… Sendok teh
Sendok makan
Bungkus
Kapsul sebelum/Sesudah makan


Sumber: Elmitra. 2017. Buku Dasar-dasar Farmasetika dan Sediaan Semi Solid. Yogyakarta: Penerbit Deepublish. (Bab VI, Pulvis dan Pulvere, Hal. 49 – 60)

Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.