Perbedaan Kalibrasi, Validasi dan Kualifikasi

Di dalam Industri Farmasi perbedaan Kalibrasi, Validasi dan Kualifikasi ini penting diketahui karena sangat sering digunakan. Dalam kenyataannya tidak semua Apoteker Industri dapat menjelaskan secara rinci perbedaan antara ketiga istilah ini.

Istilah Kalibrasi, Validasi dan Kualifikasi ini banyak yang masih bingung dan keliru dalam mendefinisikannya. Berikut adalah perbedaannya:

Kalibrasi

Satu rangkaian operasi yang dilakukan, pada kondisi tertentu (spesifik), dimana terdapat hubungan antara yang ditunjukkan alat/sistem untuk mengukur (berat, suhu, pH) atau nilai yang ditunjukkan oleh alat pengukur dengan nilai yang ditunjukkan standar baku. Batas untuk penerimaan hasil pengukuran harus ditentukan. Dalam kalibrasi pasti menggunakan standar baku.

Kalibrasi menurut CPOB adalah serangkaian tindakan pada kondisi tertentu untuk menentukan tingkat kesamaan nilai yang diperoleh dari sebuah alat atau sistem ukur, atau nilai yang direpresentasikan dari pengukuran bahan dan membandingkannya dengan nilai yang telah diketahui dari suatu acuan standar.

Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa terdapat aktivitas membandingkan antara alat yang akan dikalibrasi (misalnya timbangan, pH meter atau termometer) dengan standar baku. Misalnya kita mempunyai pH meter maka kegiatan kalibrasinya adalah membandingkan nilai yang tertera pada alat ukur pH meter dengan nilai standar baku.

Teknisnya adalah mencelup pH meter pada standar baku (misal standar baku pH 4), nilai pH yang tertera pada alat seharusnya juga 4. Kalau nilainya misal 4,1 kita adjustment pada alat sehingga menjadi 4. Kemudian cuci dengan air netral dicelupkan lagi pada standar pH 6, bila tidak menunjukkan angka 6, pH meter di-adjustment.

Ulangi langkah diatas 3 x dan catat pada form kalibrasi pH meter.

Di manual pH meter dan standar baku tercantum kriteria penerimaan yang memenuhi syarat kalibrasi. Perlu diingat bahwa standar baku yang digunakan dalam kalibrasi harus tertelusur dan jelas sehingga kegiatan kalibrasi yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.

Idealnya orang yang melakukan kalibrasi juga telah terlatih (dibuktikan dengan sertifikat pelatihan) dan kegiatan kalibrasi dilakukan di mangan dengan kondisi tertentu sesuai karakter kegiatan kalibrasi. Misal, kalibrasi pH meter dilakukan pada ruang bebas getaran, suhu dan RH terkendali.

Suhu dan RH dapat mempengaruhi nilai pH. Alat-alat yang umum dikalibrasi: Timbangan, pHmeter, Termometer, Thermohygrometer, Manometer, Putaran Mixer, Anemometer, Particle Counter, Balometer dan lain-lainnya

Validasi

Tindakan pembuktian dan dokumentasi proses, prosedur atau metode agar selalu konsisten dengan hasil yang diharapkan. Validasi adalah bukti tertulis dan dilakukan untuk membuktikan konsistensi proses, prosedur atau metode dengan hasil yang diharapkan.

Validasi menurut CPOB adalah suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.

Dapat dimengerti bahwa dalam validasi adalah membandingkan proses, prosedur atau metode dengan hasil yang diharapkan. Penekanan validasi juga ke konsistensi, berarti ada lebih dari sekali kegiatan validasi.

Dari beberapa kali kegiatan validasi tersebut dinyatakan dalam dokumen protokol kemudian diukur konsistensinya dengan kriteria yang sudah ditentukan dari awal (biasanya mengunakan kaidah statistik).

Dalam validasi juga ditekankan dokumentasi, ini berarti bahwa validasi menggunakan dokumen yang memuat kegiatan apa saja, cara melakukan, cara pengukuran, hasil validasi dan kriteria penerimaan. Walaupun pengertian kalibrasi tidak menyinggung dokumentasi tapi kegiatan tersebut juga harus ditulis.

Contoh validasi dalam industri farmasi adalah validasi proses obat, validasi pembersihan dan validasi metode analisis.

Sebelum melakukan validasi pastikan alat-alat yang dipakai telah terkualifikasi. Untuk pendekatannya terdapat validasi prospektif, concurrent dan retrospektif. Akan tetapi sekarang pendekatan ini sudah ditinggalkan dan sekarang mengacu pada pendekatan “Lifecycle”

Contoh validasi :

  • Validasi proses pembuatan produk Paracetamol tablet 500 mg,
  • Validasi pembersihan FIuid Bed Dryer,
  • Validasi metode analisis pemeriksaan Paracetamol tablet 500 mg dengan metode HPLC.

Kualifikasi

Tindakan pembuktian dan dokumentasi premis, sistem dan peralatan telah terpasang secara benar dan atau dapat bekerja dengan benar sehingga menghasilkan hasil yang diharapkan.

Kualifikasi adalah selalu bagian dari (awal tahap) dari validasi, akan tetapi langkah kualifikasi sendiri bukan bagian dari validasi proses. Kualifikasi adalah bagian dari validasi.

Kualifikasi ada 4 yaitu kualifikasi desain, instalasi, operasi dan kinerja. Premis misalnya adalah gedung dilakukan kualifikasi gedung produksi mulai dari desain, instalasi, operasi dan kinerjanya (optional).

Sistem misalnya Sistem Pengolahan Air, Sistem Udara Bertekan, dan Sistem tata Udara (HVAC). Peralatan contohnya adalah HPLC, FBD dan mesin cetak tablet.

Kualifikasi menurut tahapnya dapat terbagi menjadi kualifikasi desain, kualifikasi instalasi, kualifikasi operasi dan kualifikasi kinerja. Kualifikasi desain, instalasi, operasi dilakukan secara berurutan. Kualifikasi operasi dapat dilakukan dahulu baru kualifikasi kinerja atau juga dapat dilakukan secara bersamaan.

Contoh Kualifikasi dalam industri Farmasi:

  • Kualifikasi Instalasi HPLC
  • Kualifikasi Operasi HPLC
  • Kualifikasi Kinerja HPLC,
  • Kualifikasi Instalasi Sistem HVAC,
  • Kualifikasi Kinerja Sistem HVAC

Perbedaan Kalibrasi, Validasi dan Kualifikasi?

Kalibrasi biasanya hanya pada alat ukur tunggal dimana alat ukur tersebut berdiri sendiri dan tidak dipengaruhi pengukuran alat lain. Misalnya Spektrofotometer UV-Vis di mana spektofotometer hanya dapat mengukur panjang gelombang range UV-Vis dan tidak dapat melakukan pengukuran lainnya.

HPLC lebih tepat masuk dalam Kualifikasi bukan kalibrasi karena masing-masing parameter dalam HPLC (misal panjang lamda, tekanan, flow rate) saling mempengaruhi dan membentuk suatu hasil (kromatogram).

Dalam kromatogram tersebut terdapat tinggi peak dan waktu retensi yang biasanya digunakan untuk perhitungan. Seperti kita tahu bahwa di dalam HPLC terdapat detektor (misal Spektrofotometer), pumping device, Kolom, Oven Column (suhu) dan lain-lain.

Masing-masing bagian bekerja bersama dalam suatu sistem menghasilkan output (kromatogram). Bagian masing-masing dalam HPLC tersebut mempengaruhi bagian lain untuk menghasilkan output.

Validasi lebih ke arah kegiatan (proses) sedangkan kalibrasi dan kualifikasi lebih ke arah alat (benda mati).

Tinggalkan komentar