Domperidone 10 mg
Domperidone
Deskripsi & Manfaat
Domperidone 10 mg adalah obat antiemetik dan prokinetik yang bekerja sebagai antagonis reseptor dopamin D2 perifer, digunakan untuk mengatasi mual dan muntah dari berbagai sebab, serta gejala dispepsia fungsional seperti rasa penuh, kembung, dan mempercepat pengosongan lambung.
Indikasi Obat
- Mual dan muntah akut dari berbagai etiologi (infeksi, pascaoperasi, kemoterapi)
- Dispepsia fungsional (rasa penuh epigastrik, kembung, sendawa berlebih, mual)
- Gastroparesis (pengosongan lambung terlambat)
- Gejala refluks gastroesofageal
Dosis & Aturan Pakai
Dewasa
- Mual dan muntah akut: 10 mg, 3 kali sehari (15-30 menit sebelum makan); maks. 30 mg/hari
- Dispepsia fungsional: 10 mg, 3 kali sehari, 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur
- Durasi terapi: tidak melebihi 1 minggu untuk indikasi umum; evaluasi ulang bila diperlukan lebih lama
- Dosis maksimal: 10 mg per dosis, 3 kali sehari (jangan melebihi dosis ini untuk meminimalkan risiko kardiak)
Anak-Anak
- Anak BB <35 kg: 0,25 mg/kg BB per dosis, 3 kali sehari (maks. 0,75 mg/kg BB/hari)
- Anak BB ≥35 kg (umumnya ≥12 tahun): gunakan dosis dewasa 10 mg, 3 kali sehari
- Neonatus dan bayi <1 tahun: Tidak dianjurkan (risiko pemanjangan QT lebih tinggi)
- Gunakan sediaan sirup/suspensi untuk anak; hitung dosis berdasarkan berat badan
Lansia / Gangguan Organ
- Lansia: Gunakan dosis efektif terendah dengan durasi sesingkat mungkin (risiko aritmia meningkat)
- Gangguan fungsi ginjal berat: Kurangi frekuensi menjadi 1-2 kali sehari; pertimbangkan pengurangan dosis 50%
- Gangguan fungsi hati ringan-sedang: Tidak diperlukan penyesuaian dosis
- Gangguan fungsi hati berat: Kontraindikasi
Aturan Pakai
Diminum 15-30 menit sebelum makan dan bila perlu menjelang tidur malam. Tablet ditelan utuh bersama air. Untuk sediaan sirup, gunakan sendok takar atau pipet yang tersedia untuk memastikan dosis akurat. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin. Jika gejala tidak membaik dalam 7 hari atau timbul detak jantung tidak teratur, segera hentikan dan konsultasikan ke dokter.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap domperidone atau komponen formulasi
- Prolaktinoma (tumor hipofisis penghasil prolaktin)
- Gangguan fungsi hati berat
- Penggunaan bersamaan obat yang memperpanjang interval QT (antijamur azol sistemik, antibiotik makrolid, antiaritmia kelas I dan III)
- Perdarahan, obstruksi mekanik, atau perforasi saluran cerna
- Kondisi yang berisiko meningkat dengan stimulasi motilitas gastrointestinal
Efek Samping
- Mulut kering
- Sakit kepala
- Diare
- Nyeri perut
- Galaktore (sekresi susu abnormal, pada penggunaan jangka panjang)
- Ginekomastia (pada pria, penggunaan jangka panjang)
- Amenore atau gangguan menstruasi
- Pemanjangan interval QT (jarang, terutama pada dosis tinggi atau interaksi obat)
Farmakologi Obat
Farmakodinamik
Domperidone bekerja sebagai antagonis selektif reseptor dopamin D2 pada zona pemicu kemoreseptor (chemoreceptor trigger zone/CTZ) di area postrema yang berada di luar sawar darah-otak, serta pada reseptor D2 di traktus gastrointestinal. Blokade D2 di CTZ mengurangi transmisi sinyal emetik ke pusat muntah. Pada saluran cerna, blokade D2 meningkatkan tonus sfingter esofagus bawah, mempercepat pengosongan lambung, dan meningkatkan koordinasi peristaltik gastroduodenal. Karena penetrasi ke SSP sangat minimal (<0,1% dosis mencapai otak), risiko efek samping ekstrapiramidal lebih rendah dibandingkan metoklopramid, namun tetap dapat meningkatkan kadar prolaktin melalui reseptor di hipofisis anterior.
Farmakokinetik
Domperidone diserap dengan baik setelah pemberian oral, namun mengalami metabolisme lintas pertama yang luas di dinding usus dan hati sehingga bioavailabilitas absolut sekitar 13-17%. Kadar puncak plasma dicapai dalam 30-60 menit setelah pemberian oral. Ikatan protein plasma sekitar 91-93%. Volume distribusi sekitar 5,7 L/kg; distribusi ke SSP sangat minimal. Dimetabolisme di hati dan dinding usus melalui hidroksilasi aromatik dan N-dealkilasi, terutama dimediasi CYP3A4 dan sebagian CYP1A2. Waktu paruh eliminasi sekitar 7-9 jam. Sekitar 31% diekskresikan melalui urin dan 66% melalui feses dalam bentuk metabolit.
Detail Produk
Komposisi
Tablet: Domperidone 10 mg; Sirup: Domperidone 1 mg/mL; Supositoria: Domperidone 10 mg
Golongan Obat
Obat Keras
Bentuk Sediaan
Pemerian
Tablet berbentuk bulat, pipih, berwarna putih atau putih gading, satu sisi polos dan sisi lain tercetak garis tengah, tidak berbau.
Kemasan
Strip (10 tablet), Dus 10 strip @ 10 tablet, Botol sirup 60 mL,
Harga
Manufaktur
Berbagai produsen generik (Dexa Medica, Kimia Farma, Kalbe Farma, dll.)
No. Registrasi BPOM
GKL0208511010A1
Verifikasi di BPOM →
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ISO Indonesia Vol. 51
- EMA. Assessment Report on Domperidone-containing Medicinal Products. 2014.
- Sweetman SC (ed). Martindale: The Complete Drug Reference. 38th ed.
- FDA Drug Safety Communication on Domperidone. 2004.
- Eusebi LH, et al. Domperidone for functional dyspepsia. Cochrane Review.