BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Apa itu Kromosom Homolog?

Kromosom Homolog

Kromosom Homolog – Satuan terkecil dalam tubuh makhluk hidup adalah sel. Di dalam inti sel (nukleus), terdapat benang-benang halus ‘kromatid’.

Benang tersebut dipintal membentuk kromosom pada saat berlangsungnya pembelahan sel. Peran utama kromosom ini adalah sebagai penyimpan materi genetik kehidupan.

Pengertian Kromosom

Kromosom (Yunani: chroma, warna; dan soma: badan) merupakan struktur genetik yang terdiri atas komponen protein dan DNA (Deoxiribo Nucleic Acid). DNA adalah materi pembawa warisan karakter makhluk hidup.

Setiap individu dalam jenis yang sama memiliki jumlah DNA yang sama. Setiap bagian berbeda dari kromosom berfungsi untuk membuat zat yang berbeda pula.

Bagian-bagian kromosom

1. Kromatid (jamak: kromonema)

Kromatid adalah bagian lengan kromosom. Bagian ini terikat satu sama lain.

2. Sentromer

Bagian dari kromosom yang tidak mengandung informasi genetik. Pada masa pembelahan, sentromer menjadi tempat melekatnya dua kromatid pada masing-masing kutub.

Bagian kromosom yang melekat pada sentromer dikenal sebagai ‘kinetokor’.

3. Kromomer

Akumulasi dari kromatid. Berbentuk seperti manik-manik.

4. Telomer

Bagian ini berisi DNA, dan berfungsi untuk menjaga stabilitas ujung kromosom agar DNA tidak terurai.

DNA menjadi kunci penting pembelahan karena menyimpan gen. Di dalam gen tersimpan karakteristik suatu organisme. Gen memiliki bagian lain yang disebut alel. Setiap alel muncul berpasangan.

Pasangan Kromosom Homolog

Manusia memiliki 46 kromosom yang disusun berpasangan (23 pasang) mulai dari kromosom terpanjang. Pasangan kromosom yang memiliki panjang, posisi sentromer, dan pola pewarnaan yang sama dinamakan kromosom homolog (Yunani; homo artinya seperti: dan logous berarti proporsional).

Kedua kromosom dari setiap pasangan membawa gen yang sama, kecuali untuk sel somatik X dan Y yang dinamakan kromosom seks. Kromosom seks menentukan jenis kelamin individu di mana betina memilki sepasang kromosom homolog X (XX) sedangkan jantan memiliki sebuah kromosom X dan sebuah kromosom Y (XY).

Kromosom homolog menyimpan sekuens gen yang sama dari suatu makhluk hidup. Masing-masing bagian dari pasangan kromosom homolog berasal dari kromosom ibu dan ayah.

Pada manusia sendiri, sperma dan ovum masing-masing mengandung 23 kromosom. Interaksi terjadi selama meiosis. Kromosom homolog dua sel gamet berbaris dan bersinapsis (berpasangan) lalu bagian-bagiannya dapat ditukar selama rekombinasi.

Pasangan Kromosom Homolog Sesuai dengan Urutan DNA

Kromosom homolog makhluk hidup tertentu berpasangan sesuai urutan DNA jenisnya dan juga membawa karakteristik dari DNA orang tuanya. Selain kromosom homolog, ada juga kromosom non-homolog. Kedua jenis kromosom ini sama-sama ditemukan dalam genom.

Jika kromosom homolog memiliki urutan gen yang sama dari masing-masing induk, maka kromosom non-homolog bukan milik pasangan yang sama.

Perbedaan antara kromosom homolog dan non-homolog dapat dilihat secara fisik, yaitu dari panjang lengan kromosom dan posisi sentromer. Susunan alel gen mereka pun berbeda. Kromosom homolog disusun dari alel gen yang sama di lokus yang sama, sedangkan kromosom non-homolog terdiri atas alel gen yang berbeda.

Contoh kromosom non-homolog dalam tubuh makhluk hidup adalah kromosom seks jantan (XY). Ukuran, pola pita, dan posisi sentromer kromosom X dan Y berbeda.

Pertukaran bagian kromosom non-homolog tidak bisa dilakukan dengan rekombinasi, melainkan selama translokasi. Translokasi itu sendiri merupakan jenis mutasi genetika makhluk hidup.

Kromosom dan Pewarisan Sifat

Di atas telah disebutkan bahwa kromosom menyimpan gen dan gen memiliki bagian lain bernama alel. Setiap individu memiliki mayoritas gen sama.

Perbedaan masing-masing orang terdapat pada sejumlah kecil (<1%) gen. Di sini adalah peran penting alel gen. Gen memang warisan orang tua untuk keturunannya, tetapi bagaimana karakter individu ditentukan tergantung pada alel.

Alel muncul berpasangan serta dibedakan dalam kategori dominan dan resesif, sehingga alel menghasilkan sifat tampak (fenotipe) berlawanan secara alami. Ketika pasangan gen terdiri atas alel yang sama, mereka disebut homozigot. Begitu pula pasangan alel berbeda akan disebut sebagai alel heterozigot. Dalam alel heterozigot, alel yang dominan akan menjadi ekspresi sebagai sifat keturunan.

Alel masih terbagi lagi menjadi alel tunggal dan alel ganda. Ketika gen memiliki satu pasangan gen sealel, maka disebut sebagai alel tunggal. Alel tunggal ini hanya menentukan sifat yang memiliki satu pertentangan, contohnya adalah tinggi badan. Hanya ada gen tinggi (misal disebut T) dan gen pendek (misal t).

Sementara itu, alel ganda terjadi jika gen memiliki lebih dari dua pasangan gen sealel, sehingga terdapat lebih banyak kemungkinan. Misalnya pada golongan darah ABO manusia, ada kemungkinan golongan darah A, B, O, dan AB.

Manusia, seperti halnya makhluk hidup lain, tersusun dari beragam ‘kombinasi’ alel untuk menentukan karakteristik mereka.

Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.