Kewajiban Anak di Rumah yang Perlu Orang Tua Ajarkan ke Putra-putrinya

Kewajiban anak di rumah

KEWAJIBAN ANAK DI RUMAH – Anak merupakan investasi orang tua yang amat berharga, baik di dunia maupun di akhirat. Mulai dari sebagai penyejuk pandangan mata, pemberi mahkota di surga, mendoakan orang tuanya kala meninggal dan masih banyak yang lainnya. Sehingga bisa dikatakan sebuah tempat tinggal belumlah lengkap jika belum memiliki anak.

Jika kita telah dikaruniai Tuhan seorang anak, maka tugas orang tua ialah mengarahkan terhadap anak berkenaan hak dan kewajiban anak di rumah. Sebab Allah telah memberi tambahan amanah kepada kita untuk menjaga, merawat dan mendidiknya dengan baik. Sebelum mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat, seorang anak harus mengetahui hal-hal pada skala kecil, yakni dalam keluarga, yakni kewajiban anak di rumah.

Kita mesti mengupayakan membesarkannya hingga anak anak tumbuh dewasa dengan baik dan berakhlak mulia. Salah satu akhlak mulia hasil didikan orang tua bisa terlihat dari kewajiban anak di rumah yang taati dan dilaksanakan.

Kewajiban anak di rumah di bawah ini bisa menumbuhkan kepribadian dan akhlak yang baik bagi si anak. Dan sebetulnya ada banyak sekali hak hak yang mesti dipenuhi oleh tiap-tiap anak disaat di rumah. Namun kami hanya merangkum kewajiban-kewajiban yang paling penting dan utama.

Menaati perintah orang tua

Menaati perintah orang tua
©olahaja.net

Tentu saja kewajiban anak dirumah yang utama dan pertama adalah menaati perintah kedua orang tua atau bisa diterjemahkan berbakti kepada orang tua. Dalam Islam sendiri sangat menganjurkan seorang anak untuk berbakti kepada orang tua. Misalnya mendengarkan perintahnya, membantu meringankan pekerjaan orang tua dan tidak menyakiti hatinya.

Apa saja yang diperintahkan oleh orang tua mesti seorang anak taati dan patuhi, kecuali kecuali orang tua memerintahkan kepada kemaksiatan. Nabi SAW bersabda:

لاَطَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِى مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan bagi seorang hamba disaat diperintah untuk bermaksiat kepada Allah” (HR.at-Tirmidzi)

Kewajiban anak di rumah yang utama di atas mesti diajarkan terhadap anak sejak dini sehingga kelak dewasa ia jadi biasa menghormati dan membantu siapa saja yang membutuhkan

Membersihkan tempat tinggal

Membersihkan tempat tinggal
©arsitag.com

Sebenarnya membersihkan tempat tinggal juga merupakan bagian dari salah satu cara membantu orangtua di dalam meringankan pekerjaannya. Tetapi pada artikel ini kewajiban anak di rumah membersihkan tempat tinggal dipisahkan sebab poin juga tak kalah penting. Membiasakan membersihkan tempat tinggal dapat melatih kemandirian si anak.

Jadi sebaiknya seorang anak diajarkan sehingga tidak cuma bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri. Namun menjaga kebersihan tempat tinggal juga mesti ditanamkan terhadap anak. Katakanlah padanya, “Nak, menjaga kebersihan tempat tinggal adalah kewajiban dan tanggung jawab kamu juga”

Kewajiban anak di rumah adalah belajar

Kewajiban anak di rumah adalah belajar
©infokemendikbud.com

Belajar di tempat tinggal merupakan kewajiban seorang anak apabila telah menginjakkan kakinya di bangku sekolah TK, SD hingga Sekolah Menengah Atas. Kecuali jika seorang anak telah melanjutkan pendidikan yakni kuliah, kebanyakan mereka tinggal di kontrakan dengan temannya.

Selain itu kewajiban anak di tempat tinggal yang ketiga ini juga tergolong kewajiban terhadap Allah. Setiap orangtua hendaknya menemani dan mengarahkan anaknya terhadap tanggung jawabnya. Contohnya mengerjakan tugas sekolah, belajar membaca Al Quran atau tugas lainnya.

Tapi intinya anak mesti dipahamkan jika saatnya bermain maka bermain dan jika saatnya belajar maka belajar (disiplin). Terutama belajar agama demi kebaikan masa depan. Meski di sekolah telah ada materi pelajaran agama tapi orangtua tidak boleh lepas tangan begitu saja untuk mengajarkan agama Islam yang baik kepada anak.

Karena belajar agama bisa membentengi anak dari kenakalan remaja, menghindari pergaulan bebas kelak kala dewasa dan tetap banyak ulang yang lainnya. Apa saja ilmu agama yang mesti diajarkan? Untuk anak umur dini sebaiknya diajarkan mengenai adab-adab Islam, kisah-kisah islami, mengenai 6 rukun iman, membaca Al-Qura’n dan mentadaburinya dan juga penghafal berbagai doa-doa Islami.

Mandiri

Anak mandiri
©rockingmama.id

Kewajiban anak di rumah selanjutnya adalah mandiri. Meskipun di rumah ada orang tua, kakak/adik atau pun anggota keluarga yang bisa membantu tetapi untuk hal-hal keperluan pribadi, seorang anak wajib melakukannya sendiri.

Seorang anak mesti jadi pribadi yang mandiri, tidak manja dan tidak tergantung terhadap orang lain. Yang pastinya orang tua harus mulai mengajarkannya hidup mandiri mulai dari hal-hal kecil sehingga bertanggung jawab atas segala yang ia kerjakan dan membimbingnya melakukan perannya di rumah.

Bangun pagi

Anak bangun pagi
©she.id

Salah satu kewajiban anak di rumah yang bisa menumbuhkan kebiasaan baik yakni bangun pagi. Hal ini berlaku bagi yang telah menginjak bangku sekolah maupun yang belum sekolah. Tujuannya sehingga mereka bisa beraktivitas mulai pagi hari dan mengambil banyak berkahnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di kala paginya.” (HR. Abu Dawud 2239)

Selain mendapatkan keberkahan seperti yang disebwutkan pada hadis di atas, manfaat bangun pagi sangat banyak untuk membangun pribadi sang anak untuk senantiasa aktif dan rajin. Yaitu melatih kedisiplinan, berikan kesegaran badan dan beri tambahan stimulus untuk melakukan aktivitas – aktivitas di siang hari.

Membersihkan kamar

Membersihkan kamar

Setelah mengajarkan bangun pagi, sesudah itu adalah mengajarkan anak untuk membereskan kamarnya sendiri. Sehingga anak dapat mengerti bahwa membereskan kamar adalah kewajiban dan tanggung jawabnya di rumah. Dengan begitu ia tidak dapat mengandalkan orangtuanya ulang untuk membereskan kamarnya lagi.

Berpakaian rapi

Anak berpakaian rapi
©intronews15.blogspot.co.id

Hak anak dirumah yang ketujuh ini juga amat penting untuk ditanamkan terhadap anak sejak dini. Berpakaian rapi merupakan cermin pribadi yang baik. Dan untuk melatih sehingga ia jadi biasa hidup rapi dan bersih di dalam tiap-tiap keadaan. Yang paling utama adalah kala momen resmi seperti di sekolah, pada acara formal dan di masjid.

Bila anak telah jadi biasa rapi maka dapat memberi tambahan kesan yang baik di mata orang lain yang melihatnya.

Meminta izin orang tua

Meminta izin orang tua
©muslimahzone.id

Meminta izin di dalam segala hal merupakan kewajiban anak. Anak tidak boleh meninggalkan rumah begitu saja tanpa sepengetahuan orang tuanya. Hal ini untuk menghindari pergaulan yang tidak baik di luar rumah. Misalnya pacaran atau judi dengan temannya.

Sebaiknya orang tua mendidiknya sejak kecil. Ajarkan cara yang baik bagaimana adab sebelum meninggalkan rumah, yakni meminta izin kepada orang tua dengan cara yang baik. Ajarkan kapan mesti izin dan berilah kepercayaan terhadap diri anak bahwa kita bukanlah orangtua yang over protektif. Namun apa yang kita terapkan itu demi kebaikannya.

Menghormati sesama anggota keluarga

Menghormati sesama anggota keluarga
©ummi-online.com

Cara mengajarkan anak sehingga bisa menyayangi dan menghargai anggota keluarganya ialah dengan membuatnya merasakan kasih sayang. Sehingga ia terbiasa bertoleransi dan memiliki rasa empati dan juga kasih sayang terhadap saudaranya. Misal terhadap adiknya dan kakaknya atau anggota keluarga yang lain.

Nabi SAW bersabda kepada Muadz bin Jabal ra.:

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَن

“Pergaulilah saudaramu dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi)

Itulah 9 poin kewajiban anak di rumah yang mesti diamalkan dan ditanamkan sejak dini oleh orang tua. Bila anak telah tumbuh dewasa kelak ia jadi biasa melakukan kewajiban tersebut dengan baik dan ikhlas tanpa terdapatnya paksaan dari pihak mana pun. Insya Allah dengan begitu dapat jadi bekal yang baik untuk pembentukan akhlaknya dan masa depannya nanti.

Aqila Raihana