Cara Menyapih Anak Berdasarkan UU Kesehatan 128 No. 36 Tahun 2009

Menyapih anak

CARA MENYAPIH ANAK – Menyapih merupakan proses pemberhentian masa menyusui yang dilakukan bertahap bayi baik itu secara bertahan atau seketika. Proses menyapih bisa terjadi karena anak sudah tidak mau menyusu kepada ibunya, atau disebabkan karena Ibu merencanakan memiliki anak lagi sehingga proses pemberian susu kepada anak harus dihentikan.

Kalau anak tidak mau lagi menyusu kepada Ibunya, proses menyapih anak akan lebih mudah dilakukan. Ciri-ciri anak anak yang sudah tidak mau menyusu kepada ibunya adalah sebagai berikut :

Jika anak menyusu langsung dari payudara ibunya:

  • Menolak untuk menyusu
  • Menghisap susu dari puting Ibunya beberapa kali, kemudian berhenti tidak menghisap lagi
  • Saat menyusu dari puting ibunya, Si anak sering memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak fokus untuk menyusu. Anak cenderung ingin cepat turun dari pangkuan Ibu dan ingin cepat bermain
  • Anak lebih suka minum dari cangkir

Jika anak minum susu dari botol:

  • Menghisap susu dari dot botol hanya sebentar, kemudian mengabaikannya
  • Meninggalkan botol yang masih terisi susu
  • Lebih tertarik minum dari cangkir

Itu tadi beberapa ciri-ciri anak yang sudah tidak mau menyusu kepada Ibunya, dengan begitu proses menyapih anak akan lebih mudah.

Bagaimana jika ibu ingin menyapih anak, tapi anak belum mau belum mau meninggalkan menyusu kepada Ibu dan lebih suka menyusu dari payudara Ibu? Berikut ini cara-cara menyapih anak yang bisa Ibu praktekkan di rumah.

Cara Menyapih Anak Yang Benar dan Aman

Cara Menyapih Anak Yang Benar dan Aman
©butikdeha.com

Menyapih anak boleh dikatakan gampang-gambang susah, ada anak yang mau di sapih dengan kehendak sendiri. Ada juga anak yang harus dipaksa, supaya si anak mau disapih. Ibu yang ingin menyapih anak harus memiliki ketelatenan dan harus memiliki strategi/perencanaan supaya proses menyapih anak berhasil.

Sebelum ibu memutuskan untuk menyapih anak, perlu diperhatikan bahwa anak berhak mendapat ASI (Air Susu Ibu) setidaknya selama 6 (enam) bulan. Hal ini di atur dalam UU Kesehatan 128 No. 36 Tahun 2009 yang berbunyi :

”Tiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.”

Kalau anak dikira usah berada pada waktu yang tepat untuk disampih, berikut ini langkah-langkah menyapih anak yang bisa dilakukan :

Mulailah proses menyapih perlahan-lahan. Menyapih anak yang dilakukan secara perlahan-lahan akan memberikan manfaat untuk anak dan untuk Ibu. Langkah yang mungkin bisa dilakukan pertama kali adalah dengan mengurangi frekuensi menyusui anak, hal ini akan membuat payu dara tidak bengkak karena perubahan kondisi, dari awalnya sering di minum anak, kemudian tidak diminum sama sekali.

Proses memberikan ASI eksklusif bisa dilakukan dengan memberikan ASi di pagi dan malam hari, sedangkan di siang hari, Ibu bisa memberikan makanan padat sebagai pengganti ASI.

Mulailah mengganti pemberian ASI eksklusif dengan susu botol atau cangkir plastik setiap harinya. Pemberian susu dengan botol bisa diselingi dengan pemberian ASI eksklusif. Tetapkan waktu pemberian susu dari botol berjalan selama seminggu. Minggu berikutnya frekwensi pemberian susu dari botol bisa ditambah.

Susu yang diberikan kepada anak bisa berupa susu sapi atau susu kambing murni, karena susu kambing/sapi murni lebih baik dari susu pabrikan. Jika anak terbiasa minum susu sebelum tidur, cobalah mulai mengganti kebiasaan tersebut dengan tidak memberikan susu ketika mau hendak tidur.

Ibu bisa mengalihkan perhatian anak dengan memberikan dongeng atau dibacakan doa secara terus-menerus kepada anak. Buatlah anak merasa nyaman dengan membelai atau memeluknya. Selain mulai menghentikan pemberian ASI secara langsung, selanjutnya anak akan mengkonsumsi susu botol. Pada saatnya, pemberian susu botol juga harus dihentikan karena dapat merusak gigi.

Hindari membiarkan bayi merangkak, tidur, atau berjalan sambil menggigit dot botol. Hal ini bisa membuat struktur gigi anak menjadi rusak. Mulailah biasakan anak minum susu lewat cangkir dibandingkan menggunakan botol. Ibu bisa menempatkan lebih banyak air dalam cangkir dibandingkan di dalam botol.

Ibu juga bisa mengakalinya dengan menempatkan minuman yang anak suka dalam cangkir, dan menempatkan minuman yang tidak dia sukai ke dalam botol. Misalnya, anak suka minum jus jambu dan kurang suka minum air putih, maka Ibu bisa menempatkan jus jambu ke dalam cangkir dan air putih ke dalam botol.

Setelah anak berhenti menyusui, sering-seringlah ibu memeluk dan menyentuhkan supaya anak merasa tidak diabaikan karena tidak disusui lagi. Libatkanlah anggota keluarga seperti kakak atau ayah saat anak ingin menyusui. Biarkanlah anak bercengkrama dengan mereka sehingga anak terlalaikan ketika ingin menyusui.

Menyapih anak merupakan pilihan yang baik untuk Ibu, terutama bagi mereka yang merencanakan untuk memiliki anak lagi, karena dengan cara menyapih anak terlebih dahulu bisa membuat proses kehamilan tidak terganggu. Efek yang biasa Ibu rasakan setelah menghentikan pemberian ASI kepada anak adalah pembengkakan payu dara. Ibu bisa meredakannya dengan mengkompres payudara menggunakan air es.

Demikianlah langkah-langkah dan cara menyapih anak supaya mau berhenti menyusu kepada Ibu. Keberhasilan menyapih anak berbeda-beda, ana yang singkat dan ada yang lama. Perbedaan tingkat keberhasilan menyapih anak juga dipengaruhi oleh pribadi anak, habit/kebiasakan, dan lingkungan keluarga. Oleh karena itu, Ibu harus sabar dan telaten dalam proses menyapih anak.

Aqila Raihana