Aterosklerosis

1 min read

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Aterosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung disebut sebagai penyakit jantung koroner.

Penyumbatan pembuluh darah dapat berakibat fatal. Darah yang menggumpal bercampur dengan lemak yang menempel di pembuluh darah. Akibatnya serangan jantung, stroke, dan kematian mendadak.


Symptoms

Yang lebih berbahaya adalah kondisi ini seringkali terjadi tanpa disadari. Penderitanya tidak merasakan gejala apapun dan bisa terjadi pada siapa saja.


Causes

Aterosklerosis disebabkan oleh penumpukan lemak dan zat-zat lainnya di dinding pembuluh darah. Lemak yang menumpuk akan mengeras dan membentuk plak. Plak-plak inilah yang menghambat peredaran darah ke jantung.

Penyumbatan terjadi secara perlahan. Bagian dalam arteri dilapisi oleh endothelium, lapisan sel tipis yang berfungsi menjaga arteri tetap kencang dan mulus. Arteri yang mulus membuat peredaran darah ke jantung tetap lancar. Ketika endothelium rusak karena pengaruh tekanan darah tinggi, efek merokok, atau kolesterol tinggi, saat itulah plak mulai terbentuk.

Tahap selanjutnya, kolesterol jahat (LDL) masuk ke pembuluh darah melalui endothelium yang rusak. Kolesterol jahat ini kemudian dicerna oleh sel darah putih. Seiring waktu, gumpalan sel darah putih yang “menyerang” kolesterol jahat mengeras dan menjadi plak di dinding pembuluh darah. Plak inilah yang menghambat peredaran darah.


Complications

Penyakit yang biasanya menjadi efek samping dari aterosklerosis, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner. Plak yang hanya menempel di pembuluh darah dapat menyebabkan angina, atau nyeri dada. Plak yang pecah dan penggumpalan darah bisa mengakibatkan matinya otot jantung. Kondisi ini disebut dengan serangan jantung
  • Cerebrovascular disease Plak yang pecah di pembuluh darah dapat menyebabkan stroke, yang bisa berujung pada kerusakan otak
  • Peripheral artery disease adalah penyempitan pembuluh darah di kaki. Plak yang terdapat di pembuluh darah kaki menghambat peredaran darah di daerah ini. Akibatnya, kaki terasa sakit ketika berjalan dan luka di kaki sulit sembuh. Jika sudah parah, amputasi kemungkinan diperlukan.

Treatment

Meskipun plak tidak dapat serta merta hilang, tapi perkembangannya bisa diperlambat atau berhenti sama sekali. Hal-hal yang bisa lakukan untuk mengantisipasinya, adalah:

  • Perubahan gaya hidup lebih sehat dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke akibat aterosklerosis.  Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga rutin, dan tidak merokok sangat membantu kesehatan jantung dan pembuluh darah
  • Konsumsi obat untuk mengatasi kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi dapat menghambat aterosklerosis. Faktor resiko terjadinya serangan jantung dan stroke pun berkurang
  • Melakukan angiography dan stenting prosedur ini biasanya mencakup kateterisasi jantung. Pipa kecil dimasukkan ke pembuluh darah di kaki atau lengan, untuk membuka aliran darah yang tertutup.

Prevention

Aterosklerosis memang bisa terjadi pada siapa saja, tapi bukan berarti tidak dapat dicegah. Merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, stres, kurang asupan buah dan sayuran, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan tidak rutin berolahraga adalah penyebab aterosklerosis.

Pada orang yang pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau menderita nyeri dada, konsumsi aspirin dapat membantu. Aspirin dapat mencegah penggumpalan darah. Tapi, aspirin harus dikonsumsi dengan hati-hati karena memiliki efek samping.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *