Penyebab Infeksi Jamur Kronis

Sering merasa gatal pada bagian bawah? Infeksi jamur kronis cenderung membuat penderitanya merasakan gatal di area intimnya selama empat bulan atau lebih pertahun, kata Natasha Johnson, M.D., direktur pusat penyakit vulvovaginal di Brigham and Women’s Hospital di Boston.

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum infeksi jamur yang terus berulang.

1. Sembarangan minum antibiotik

Sebelum Anda memutuskan mengonsumsi antibiotik, pastikan Anda benar-benar membutuhkannya. “Orang-orang yang terlalu sering minum antibiotik cenderung mengalami peningkatan risiko infeksi jamur,” kata Johnson.

Beberapa wanita lebih rentan terhadap efek antibiotik daripada yang lain. Tapi secara umum, penggunaan antibiotik  selama seminggu sudah cukup untuk menghilangkan semua bakteri sehat (bersama dengan bakteri buruk) ), yang memungkinkan jamur  tumbuh dengan bebas.

Kadang-kadang, kita memang terpaksa minum antibiotik karena kondisi kesehatan sedang buruk. Jika demikian adanya, konsumsilah yogurt dengan acidhopilus aktif  selama seminggu. Acidhopilus adalah bakteri yang ada secara alami di vagina dan dapat membantu mengobati infeksi jamur, kata Johnson.

2. Kadar gula darah Anda meningkat drastis

Penelitian menunjukkan bahwa jika Anda memiliki diabetes, Anda lebih mungkin untuk menderita infeksi jamur pada vagina.

Jadi, jika Anda mengalami gejala sering gatal-gatal di bawah sana, sering haus dan lapar, atau merasakan kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki, pertimbangkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Fluktuasi kadar gula darah dapat menjadi pintu masuknya jamur, kata Johnson.

Kendalikan kadar gula Anda  dengan obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter, makan sehat dan olahraga.

3. Sistem kekebalan tubuh turun

Periksa lemari obat Anda. Apa pun yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid dan Prednison atau obat-obatan seperti humira untuk rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi risiko Anda terkena infeksi jamur, kata Johnson.

Baca juga:  Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi yang Efektif dan Aman

Ketika sistem pertahanan tubuh Anda tidak dalam kondisi prima, bukan cuma risiko infeksi jamur pada vagina yang meningkat tetapi infeksi jamur juga bisa terjadi pada tempat lain, misalnya di mulut (lidah atau pipi bagian dalam).

Konsumsilah makanan atau minuman probiotik, yang dapat membantu membangun koloni bakteri baik untuk membuat pH tumbuh Anda seimbang sehingga jamur enggan mampir.

4. Berbuat kesalahan tanpa disadari

Tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan kita. Kadang kita lalai menjaga kebersihan pribadi, lebih sering memakai pakaian dalam dari nilon ketimbang katun atau memakai produk pembersih kewanitaan yang terlalu keras sehingga mengganggu flora baik di area intim dan memungkinkan jamur berkembang biak dengan lebih leluasa.

Anda tahu apa yang harus Anda lakukan, bahwa celana dari katun adalah yang terbaik dibanding celana dari bahan lainnya. Anda juga harus menjaga kebersihan area kewanitaan dengan produk ber-pH seimbang dan lebih baik lagi yang bebas pewangi dan bahan-bahan pemicu alergi lainnya.

Perhatikan labelnya, pilih produk ber-pH seimbang dan ada tulisan ‘allergy free’.

5.  Faktor genetik

“Dua puluh sampai 50 persen wanita menderita infeksi jamur  tanpa disertai gejala yang spesifik dan mereka merasa  baik-baik saja,” kata Johnson.

Namun ada juga wanita yang kebalikannya dari itu, sangat sensitif terhadap keberadaan jamur terutama di daerah intimnya. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh faktor genetik. Ada orang-orang yang secara genetik memang sensitif dan ketika timbul jamur, gejala yang sangat tegas seperti keputihan dan gatal langsung muncul.

Kabar baiknya, dokter Anda bisa meresepkan obat antijamur intravaginal yang cukup digunakan satu atau dua kali seminggu. Berterusteranglah kepada dokter mengenai kondisi Anda, agar dokter bisa mencarikan solusinya.

Baca juga:  Apa Sajakah Jenjang Pendidikan Kebidanan?

Tinggalkan komentar