Ranitidine HCl

Ranitidine hydrochloride

Obat KerasAntihistamin H2Antiulkus

Ranitidine HCl adalah antagonis reseptor histamin H2 yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung pada kondisi tukak lambung, tukak duodenum, refluks gastroesofageal, dan kondisi hipersekresi asam lainnya.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Mekanisme Kerja

Ranitidine bekerja secara kompetitif dan reversibel menghambat reseptor histamin H2 pada sel parietal lambung, sehingga mengurangi sekresi asam lambung basal maupun yang distimulasi oleh makanan, histamin, gastrin, dan asetilkolin. Obat ini menurunkan volume dan konsentrasi ion hidrogen dalam cairan lambung tanpa mempengaruhi motilitas gastrointestinal secara bermakna.

Bentuk & Sediaan

Bentuk sediaan
tablet sirup injeksi
Kekuatan dosis tersedia
150 mg, 300 mg, Sirup 75 mg/5 mL
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori B — Relatif aman (studi hewan aman)
Produsen & merek dagang
Zantac (GSK)
Ranitidine Generik (Kimia Farma)
Radin (Kalbe)
Acran (Otto)
Ranitidin (Phapros)

Dosis & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • Tukak aktif: 150 mg 2x sehari atau 300 mg sekali malam hari selama 4-8 minggu
  • GERD: 150 mg 2x sehari selama 8-12 minggu
  • Pemeliharaan: 150 mg sekali malam hari
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 150 mg 3x sehari, dosis dapat ditingkatkan
  • Dispepsia: 75-150 mg sesuai kebutuhan

Dosis anak

  • Anak 1 bulan - 16 tahun: 2-4 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis (maks 300 mg/hari)
  • Refluks pada bayi: 2 mg/kgBB 3x sehari
  • Anak di bawah 1 bulan: tidak direkomendasikan

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: mulai dengan dosis lebih rendah 75-150 mg/hari, pantau fungsi ginjal
  • Gagal ginjal (CrCl < 50 mL/menit): 150 mg sekali malam hari
  • Gagal hati: gunakan dengan hati-hati; dapat terjadi kebingungan pada gangguan hati berat
  • Hemodialisis: dosis setelah dialisis
Cara pakai

Tablet dapat diminum dengan atau tanpa makanan, sebaiknya di malam hari untuk dosis tunggal harian. Sirup dikocok dahulu sebelum diminum. Untuk GERD, minum 30-60 menit sebelum makan. Antasida dapat digunakan bersamaan jika diperlukan untuk relief segera.

Durasi pengobatan
4-8 minggu untuk tukak aktif; terapi pemeliharaan dapat dilanjutkan jangka panjang
Peringatan dosis

Penggunaan jangka panjang dapat menutupi gejala kanker lambung; pastikan diagnosis tepat sebelum memulai terapi. Pantau fungsi ginjal dan hati pada pasien dengan risiko tinggi.

Efek Samping

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Sakit kepala
  • Diare atau konstipasi
  • Mual
  • Pusing

Jarang — 1–10% pasien

  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Insomnia
  • Ginekomastia pada penggunaan jangka panjang

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Hepatitis
  • Pankreas
  • Agranulositosis
  • Anemia aplastik
  • Bradikardi (injeksi cepat)
  • Kebingungan mental (terutama lansia)
Segera ke dokter atau IGD jika:

Kebingungan atau perubahan status mental mendadak
Ikterus (kuning pada kulit dan mata)
Nyeri dada atau detak jantung tidak teratur
Darah dalam muntahan atau tinja hitam
Reaksi alergi berat

Kontraindikasi

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap ranitidine atau antagonis H2 lainnya
  • Porferia akut
  • Kanker lambung yang belum dieksklusi
Perhatian khusus

Penggunaan ranitidine dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter tidak dianjurkan karena dapat menutupi gejala kondisi serius seperti kanker lambung. Pada pasien dengan porfiria, ranitidine dikontraindikasikan. Perhatikan adanya reaksi silang hipersensitivitas dengan antagonis H2 lainnya. Sediaan ranitidine tertentu sempat ditarik dari peredaran karena kontaminasi NDMA; pastikan menggunakan produk yang sudah mendapat izin ulang BPOM.

Keamanan saat menyusui
Gunakan dengan hati-hati — konsultasikan dokter
Pengaruh terhadap mengemudi
Tidak berpengaruh pada kemampuan mengemudi

Interaksi Obat

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.

  • Antasida — menurunkan absorpsi ranitidine; beri jarak 2 jam
  • Ketokonazol, itrakonazol — ranitidine menurunkan absorpsi antijamur azol
  • Gefitinib — ranitidine menurunkan kadar gefitinib
  • Atazanavir — ranitidine dapat menurunkan kadar atazanavir
  • Warfarin — ranitidine dapat meningkatkan efek antikoagulan
  • Prokainamid — ranitidine menurunkan ekskresi prokainamid

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu ruangan 15-30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Estimasi Harga

Rp 1.000 – Rp 6.000
Perlu resep dokter

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM
GKL8831503017A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
ISO Indonesia Vol. 51
MIMS Indonesia 2024
PIONAS BPOM
ACG Clinical Guideline GERD 2022
Peraturan BPOM terkait NDMA 2020

Ditulis oleh

Foto Akmal Bahtiar, S. Si.
Penulis Konten

Alumnus Universitas Hasanuddin

Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.

Ditinjau secara medis oleh Terverifikasi ✓

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

BioFar.ID Diperbarui: