Paratusin
Paracetamol, Gliseril guaiakolat, Noscapine, Pseudoephedrine HCl, Chlorphenamine maleate
Paratusin Obat Apa?
Paratusin adalah obat kombinasi yang mengandung paracetamol, gliseril guaiakolat, noskapin, pseudoefedrin, dan klorfeniramin maleat, digunakan untuk meredakan gejala flu seperti demam, hidung tersumbat, bersin, batuk, dan nyeri.
Dosis Paratusin
Dewasa- 1-2 tablet tiap 6-8 jam
- Maksimum 8 tablet per hari
- Dianjurkan tidak lebih dari 3-5 hari tanpa konsultasi dokter
- Anak di atas 12 tahun: 1 tablet tiap 6-8 jam
- Anak 6-12 tahun: setengah tablet tiap 6-8 jam (di bawah pengawasan)
- Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan
- Lansia: gunakan dengan hati-hati karena risiko efek antikolinergik dan hipertensi dari pseudoefedrin
- Gangguan ginjal sedang-berat: kurangi frekuensi pemberian paracetamol
- Gangguan hati: hindari penggunaan atau gunakan dosis terendah dengan pemantauan ketat
Aturan Pakai
Minum dengan air putih, dapat bersama atau tanpa makanan. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat batuk atau flu lain yang mengandung paracetamol untuk mencegah overdosis. Jangan digunakan lebih dari 5 hari berturut-turut tanpa saran dokter.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi 8 tablet per hari karena risiko overdosis paracetamol dan efek samping pseudoefedrin. Periksa kandungan obat kombinasi lain yang digunakan bersamaan untuk menghindari duplikasi bahan aktif.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Berpengaruh
Jangan mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen
- Hipertiroidisme
- Penyakit jantung koroner atau aritmia berat
- Hipertensi tidak terkontrol
- Glaukoma sudut tertutup
- Hipertrofi prostat dengan retensi urine
- Penggunaan MAO inhibitor dalam 14 hari terakhir
- Gangguan hati berat
Efek Samping Paratusin
- Kantuk
- Mulut kering
- Mual
- Pusing
- Sulit tidur (insomnia) akibat pseudoefedrin
Interaksi Obat
- MAO inhibitor — krisis hipertensi berat akibat pseudoefedrin
- Beta bloker — pseudoefedrin dapat melawan efek antihipertensi
- Trisiklik antidepresan — meningkatkan efek simpatomimetik pseudoefedrin
- Alkohol — meningkatkan efek sedasi klorfeniramin dan risiko hepatotoksisitas
- Warfarin — paracetamol meningkatkan efek antikoagulan jangka panjang
- Obat SSP depressan — meningkatkan efek sedatif klorfeniramin
Detail Produk
Paratusin Forte
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan di bawah 30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Nyeri dada atau detak jantung sangat cepat
- Kulit atau mata menguning
- Kesulitan buang air kecil
- Tekanan darah sangat tinggi
- Reaksi alergi berat (sesak napas, pembengkakan wajah)
Referensi
- ISO Indonesia Vol. 51
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- Informasi Produk Paratusin Darya Varia
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.