Paratusin

Paracetamol, Gliseril guaiakolat, Noscapine, Pseudoephedrine HCl, Chlorphenamine maleate

Obat Bebas TerbatasAnalgesikAntipiretikAntitusifDekongestan

Paratusin adalah obat kombinasi yang mengandung paracetamol, gliseril guaiakolat, noskapin, pseudoefedrin, dan klorfeniramin maleat, digunakan untuk meredakan gejala flu seperti demam, hidung tersumbat, bersin, batuk, dan nyeri.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Mekanisme Kerja

Paratusin bekerja melalui mekanisme kombinasi komponen aktifnya: paracetamol menghambat sintesis prostaglandin di SSP untuk efek analgesik dan antipiretik; gliseril guaiakolat bekerja sebagai ekspektoran yang mengencerkan sekret saluran napas; noskapin menekan refleks batuk di pusat batuk medula; pseudoefedrin menstimulasi reseptor alfa-adrenergik pembuluh darah mukosa hidung sehingga menyebabkan vasokonstriksi dan mengurangi kongesti; klorfeniramin maleat memblok reseptor histamin H1 untuk mengurangi gejala alergi seperti bersin dan rinore.

Bentuk & Sediaan

Bentuk sediaan
tablet sirup
Kekuatan dosis tersedia
Paracetamol 500 mg + Gliseril guaiakolat 50 mg + Noscapine 10 mg + Pseudoephedrine HCl 30 mg + Chlorphenamine maleate 2 mg
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori C — Hati-hati (efek buruk pada studi hewan)
Produsen & merek dagang
Paratusin (Prafa / Darya Varia)
Paratusin Forte

Dosis & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • 1-2 tablet tiap 6-8 jam
  • Maksimum 8 tablet per hari
  • Dianjurkan tidak lebih dari 3-5 hari tanpa konsultasi dokter

Dosis anak

  • Anak di atas 12 tahun: 1 tablet tiap 6-8 jam
  • Anak 6-12 tahun: setengah tablet tiap 6-8 jam (di bawah pengawasan)
  • Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: gunakan dengan hati-hati karena risiko efek antikolinergik dan hipertensi dari pseudoefedrin
  • Gangguan ginjal sedang-berat: kurangi frekuensi pemberian paracetamol
  • Gangguan hati: hindari penggunaan atau gunakan dosis terendah dengan pemantauan ketat
Cara pakai

Minum dengan air putih, dapat bersama atau tanpa makanan. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat batuk atau flu lain yang mengandung paracetamol untuk mencegah overdosis. Jangan digunakan lebih dari 5 hari berturut-turut tanpa saran dokter.

Durasi pengobatan
Maksimal 3-5 hari; konsultasikan ke dokter jika gejala tidak membaik
Peringatan dosis

Jangan melebihi 8 tablet per hari karena risiko overdosis paracetamol dan efek samping pseudoefedrin. Periksa kandungan obat kombinasi lain yang digunakan bersamaan untuk menghindari duplikasi bahan aktif.

Efek Samping

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Kantuk
  • Mulut kering
  • Mual
  • Pusing
  • Sulit tidur (insomnia) akibat pseudoefedrin

Jarang — 1–10% pasien

  • Retensi urine
  • Takikardia
  • Kegelisahan
  • Sembelit
  • Gangguan penglihatan

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Hepatotoksisitas akibat overdosis paracetamol
  • Aritmia jantung
  • Hipertensi berat
  • Reaksi hipersensitivitas berat
  • Sindrom Stevens-Johnson
Segera ke dokter atau IGD jika:

Nyeri dada atau detak jantung sangat cepat
Kulit atau mata menguning
Kesulitan buang air kecil
Tekanan darah sangat tinggi
Reaksi alergi berat (sesak napas, pembengkakan wajah)

Kontraindikasi

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen
  • Hipertiroidisme
  • Penyakit jantung koroner atau aritmia berat
  • Hipertensi tidak terkontrol
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Hipertrofi prostat dengan retensi urine
  • Penggunaan MAO inhibitor dalam 14 hari terakhir
  • Gangguan hati berat
Perhatian khusus

Hati-hati pada pasien dengan hipertensi, diabetes, penyakit jantung, glaukoma, atau pembesaran prostat karena kandungan pseudoefedrin dan klorfeniramin. Kandungan klorfeniramin dapat menyebabkan kantuk sehingga tidak disarankan mengemudi atau mengoperasikan mesin berat. Tidak dianjurkan pada ibu hamil dan menyusui tanpa konsultasi dokter. Jangan berikan pada anak di bawah 6 tahun.

Keamanan saat menyusui
Hindari saat menyusui
Pengaruh terhadap mengemudi
Berpengaruh signifikan — jangan mengemudi

Interaksi Obat

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.

  • MAO inhibitor — krisis hipertensi berat akibat pseudoefedrin
  • Beta bloker — pseudoefedrin dapat melawan efek antihipertensi
  • Trisiklik antidepresan — meningkatkan efek simpatomimetik pseudoefedrin
  • Alkohol — meningkatkan efek sedasi klorfeniramin dan risiko hepatotoksisitas
  • Warfarin — paracetamol meningkatkan efek antikoagulan jangka panjang
  • Obat SSP depressan — meningkatkan efek sedatif klorfeniramin

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu ruangan di bawah 30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Estimasi Harga

Rp 2.000 – Rp 5.000
Bisa tanpa resep

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM
DBL8630901210A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
ISO Indonesia Vol. 51
MIMS Indonesia 2024
PIONAS BPOM
Informasi Produk Paratusin Darya Varia

Ditulis oleh

Foto Akmal Bahtiar, S. Si.
Penulis Konten

Alumnus Universitas Hasanuddin

Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.

Ditinjau secara medis oleh Terverifikasi ✓

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

BioFar.ID Diperbarui: