Abixa
Memantine hydrochloride
Abixa mengandung memantine hydrochloride yang digunakan untuk terapi demensia sedang hingga berat pada penyakit Alzheimer. Obat ini membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif dan aktivitas sehari-hari pada pasien.
Mekanisme Kerja
Memantine bekerja sebagai antagonis reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA) yang tidak kompetitif dengan afinitas sedang. Pada penyakit Alzheimer, stimulasi berlebihan reseptor NMDA oleh glutamat menyebabkan eksitotoksisitas neuron. Memantine memblokir saluran ion reseptor NMDA secara voltase-dependen sehingga mengurangi efek toksik kelebihan kalsium intraseluler, sekaligus mempertahankan aktivasi reseptor NMDA fisiologis yang diperlukan untuk memori dan pembelajaran.
Bentuk & Sediaan
Ebixa (Lundbeck)
Memantine Generik
Dosis & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Dosis awal: 5 mg sekali sehari (pagi hari)
- Minggu 2: 5 mg dua kali sehari
- Minggu 3: 5 mg pagi, 10 mg sore
- Dosis pemeliharaan: 10 mg dua kali sehari (20 mg per hari)
Dosis anak
- Tidak diindikasikan pada anak.
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus, pantau respons klinis
- Gagal ginjal ringan-sedang (CrCl 40-60 mL/mnt): tidak perlu penyesuaian
- Gagal ginjal berat (CrCl 5-29 mL/mnt): dosis maksimum 10 mg per hari
- Gagal hati ringan-sedang: tidak perlu penyesuaian dosis
- Gagal hati berat: data terbatas, gunakan dengan hati-hati
Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Telan tablet utuh dengan segelas air. Titrasi dosis dilakukan secara bertahap setiap minggu untuk meminimalkan efek samping. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa petunjuk dokter.
Titrasi dosis dilakukan bertahap (escalation 5 mg per minggu) untuk mengurangi risiko efek samping sistem saraf pusat. Dosis pemeliharaan 20 mg per hari tidak boleh dilampaui. Pantau fungsi ginjal secara berkala karena memantine dieliminasi terutama melalui ginjal.
Efek Samping
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Pusing
- Sakit kepala
- Kantuk
- Konstipasi
- Hipertensi
Jarang — 1–10% pasien
- Kelelahan
- Kebingungan
- Halusinasi
- Gangguan keseimbangan
Langka namun serius (<1% pasien)
- Kejang
- Reaksi psikotik
- Gagal jantung kongestif (jarang dilaporkan)
Kejang mendadak atau memburuk
Halusinasi berat atau agitasi ekstrem
Tanda-tanda reaksi alergi berat (sesak napas, bengkak wajah)
Penurunan kesadaran
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap memantine atau komponen obat
- Gagal ginjal berat (CrCl < 5 mL/mnt) - kontraindikasi relatif
Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan epilepsi, riwayat kejang, atau kondisi yang meningkatkan pH urin (diet vegetarian ketat, alkalosis tubular ginjal). Kondisi yang meningkatkan pH urin dapat memperlambat ekskresi memantine dan meningkatkan kadar plasma. Tidak dianjurkan untuk demensia ringan atau kondisi kognitif selain Alzheimer dan demensia vaskular. Penggunaan harus selalu dalam pengawasan dokter spesialis.
Interaksi Obat
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.
- Amantadine, ketamine, dextromethorphan — risiko efek toksik sistem saraf pusat meningkat karena mekanisme kerja serupa pada reseptor NMDA
- Simetidin, ranitidin, quinine, nikotin — dapat meningkatkan kadar memantine dalam darah
- Levodopa dan agonis dopaminergik — efek obat ini dapat meningkat
- Obat antikolinergik — efek antikolinergik dapat meningkat
- Barbiturat dan neuroleptik — efek masing-masing dapat berubah
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Estimasi Harga
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
PIONAS BPOM
ISO Indonesia Vol. 51
EMA Summary of Product Characteristics - Ebixa
PDPI/PERDOSSI Guidelines on Dementia 2021
Ditulis oleh

Alumnus Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis oleh Terverifikasi ✓

apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.