Diviti
Fondaparinux Sodium
Diviti adalah antikoagulan injeksi yang mengandung Fondaparinux Sodium, digunakan untuk mencegah dan mengobati tromboemboli vena (deep vein thrombosis/DVT dan emboli paru) serta sebagai terapi ajuvan pada sindrom koroner akut tertentu.
Diviti Obat untuk Apa?
Pencegahan tromboemboli vena (VTE) pasca operasi ortopedi mayor (penggantian sendi lutut/panggul, fraktur hip)
Pencegahan VTE pasca operasi bedah abdomen pada pasien risiko tinggi tromboemboli
Pencegahan VTE pada pasien medis yang dirawat inap dengan mobilitas terbatas akibat penyakit akut
Pengobatan deep vein thrombosis (DVT) akut
Pengobatan emboli paru (PE) akut pada pasien hemodinamik stabil
Terapi awal pada sindrom koroner akut: angina tidak stabil/NSTEMI dan STEMI (sebagai terapi ajuvan)
Mekanisme Kerja
Fondaparinux adalah pentasakarida sintetis yang bekerja sebagai inhibitor selektif faktor Xa melalui mekanisme tidak langsung (antithrombin-dependent). Fondaparinux berikatan secara reversibel dan selektif dengan antitrombin III (AT III) sehingga mempotensiasinya sekitar 300 kali lipat dalam menginhibisi faktor Xa. Inhibisi faktor Xa memutus kaskade koagulasi pada titik konvergensi jalur intrinsik dan ekstrinsik, mencegah pembentukan trombin dari protrombin, sehingga menghambar pembentukan trombus fibrin. Fondaparinux tidak menginhibisi trombin (faktor IIa) secara langsung dan tidak memengaruhi fungsi trombosit, sehingga tidak menyebabkan Heparin-Induced Thrombocytopenia (HIT).
Bentuk Sediaan & Produsen
Dosis Diviti & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Profilaksis VTE pasca operasi ortopedi/abdomen: 2,5 mg subkutan sekali sehari; dosis pertama minimal 6 jam setelah operasi; durasi 5-9 hari (ortopedi) atau 5-9 hari (abdomen)
- Profilaksis VTE pasien medis imobilisasi: 2,5 mg subkutan sekali sehari selama 6-14 hari
- Pengobatan DVT/PE akut (BB lebih dari 50 kg): 7,5 mg subkutan sekali sehari; BB kurang dari 50 kg: 5 mg/hari; BB lebih dari 100 kg: 10 mg/hari; durasi minimal 5 hari
- STEMI akut: 2,5 mg IV (dosis pertama), dilanjutkan 2,5 mg subkutan sekali sehari hingga 8 hari
- UA/NSTEMI: 2,5 mg subkutan sekali sehari selama maksimal 8 hari
Dosis anak-anak
- Tidak diindikasikan pada anak dan remaja di bawah 17 tahun karena keamanan dan efikasi belum terbukti.
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia (lebih dari 75 tahun): gunakan dengan hati-hati; fungsi ginjal menurun seiring usia meningkatkan risiko perdarahan
- Berat badan kurang dari 50 kg: risiko perdarahan meningkat; gunakan dosis 5 mg untuk pengobatan DVT/PE
- Gagal ginjal sedang (CrCl 30-50 mL/menit): gunakan dengan hati-hati; pantau tanda perdarahan
- Gagal ginjal berat (CrCl kurang dari 30 mL/menit): kontraindikasi untuk indikasi profilaksis; pertimbangkan manfaat vs risiko untuk pengobatan
- Gagal hati berat: gunakan dengan hati-hati; tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus tetapi pantau perdarahan
Diviti hanya boleh diberikan melalui injeksi subkutan atau intravena oleh tenaga medis terlatih di bawah pengawasan dokter. Untuk injeksi subkutan, suntikkan di area perut atau paha secara bergantian untuk menghindari lipodistrofi. Jangan campurkan dengan obat injeksi lain dalam satu syringe. Gunakan segera setelah membuka segel dan buang sisa obat yang tidak terpakai.
Tidak boleh diberikan secara intramuskular. Dosis pertama pasca operasi tidak boleh kurang dari 6 jam setelah operasi selesai dan hanya setelah hemostasis terjadi. Pasien dengan berat badan kurang dari 50 kg memiliki risiko perdarahan lebih tinggi dan memerlukan pemantauan ketat. Pada overdosis, tidak ada antidot spesifik namun dapat dipertimbangkan pemberian fresh frozen plasma (FFP).
Efek Samping Diviti
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Perdarahan minor di lokasi injeksi (ekimosis, hematoma)
- Anemia
- Mual
- Edema perifer
- Demam
Jarang — 1–10% pasien
- Perdarahan mayor (GI, retroperitoneal, intrakranial)
- Pusing dan sakit kepala
- Reaksi kulit di lokasi injeksi (eritema, ruam)
- Trombositopenia ringan
- Peningkatan transaminase hati (AST/ALT)
Langka namun serius (<1% pasien)
- Reaksi hipersensitivitas berat (angioedema, anafilaksis)
- Hipotensi
- Hematoma spinal/epidural (pada pasien dengan anestesi neuraksial)
- Trombositopenia berat
Segera ke IGD jika terjadi perdarahan tidak terkontrol: darah dalam urin, tinja hitam/berdarah, batuk darah, atau perdarahan luka yang tidak berhenti
Segera ke IGD jika muncul nyeri punggung berat, kelemahan atau mati rasa pada tungkai bawah setelah anestesi spinal (tanda hematoma spinal)
Segera ke IGD jika terjadi penurunan kesadaran mendadak atau sakit kepala hebat (perdarahan intrakranial)
Segera ke IGD jika terjadi sesak napas, nyeri dada, atau penurunan tekanan darah mendadak
Kontraindikasi Diviti
- Hipersensitivitas terhadap fondaparinux sodium atau komponen formula
- Perdarahan aktif yang signifikan secara klinis
- Gagal ginjal berat dengan CrCl kurang dari 20 mL/menit (untuk indikasi profilaksis)
- Endokarditis bakterial akut
- Trombositopenia berat (jumlah trombosit kurang dari 100.000/mm3)
- Usia di bawah 17 tahun (keamanan belum terbukti)
Hanya untuk digunakan di bawah pengawasan dokter dan disuntikkan oleh tenaga medis terlatih. Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal sebelum dan selama terapi terutama pada lansia. Jangan diberikan secara intramuskular. Hati-hati pada pasien yang akan menjalani anestesi spinal/epidural karena risiko hematoma spinal yang dapat menyebabkan paralisis. Beri tahu dokter gigi atau dokter bedah tentang penggunaan fondaparinux sebelum prosedur invasif apapun. Pantau tanda-tanda perdarahan secara ketat selama terapi. Kondisi yang meningkatkan risiko perdarahan (seperti ulkus peptikum aktif, stroke hemoragik baru) harus ditangani sebelum memulai terapi.
Interaksi Diviti dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Diviti.
- Warfarin — meningkatkan risiko perdarahan; pantau INR secara ketat
- Heparin dan LMWH — efek antikoagulan aditif, hindari penggunaan bersamaan
- Aspirin dan NSAID (ibuprofen, natrium diklofenak, meloksikam) — meningkatkan risiko perdarahan GI
- Agen antiplatelet (klopidogrel, tiklopidin, dipiridamol) — efek aditif, meningkatkan risiko perdarahan
- Trombolisis (alteplase, streptokinase) — risiko perdarahan berat meningkat signifikan
- SSRI dan SNRI — meningkatkan risiko perdarahan GI bila digunakan bersamaan
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan Diviti dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Diviti di Apotek
Tersedia di apotek RS dan apotek khusus dengan resep dokter. Harga bervariasi tergantung fasilitas kesehatan.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
MIMS Indonesia 2024
Dexa Group — Diviti Prefilled Syringe (dexagroup.com)
Equira Life Formularium 2025 — EL_00166
Turpie AG, et al. Fondaparinux for Prevention of VTE After Hip or Knee Surgery. NEJM 2001
ESC Guidelines on acute coronary syndromes without persistent ST-segment elevation 2020
WHO Model Formulary 2023 — Fondaparinux