Dexaharsen

Dexamethasone

Obat KerasAntiinflamasiKortikosteroid

Dexaharsen mengandung dexamethasone 0,5 mg per tablet, merupakan kortikosteroid sintetis golongan glukokortikoid kuat yang diproduksi oleh PT Harsen Laboratories. Digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi inflamasi, alergi berat, dan penyakit autoimun yang memerlukan terapi kortikosteroid sistemik.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Dexaharsen Obat untuk Apa?

Kondisi inflamasi dan alergi berat (rinitis alergi, urtikaria, asma bronkial)
Penyakit kolagen dan autoimun (lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid)
Kondisi dermatologis berat (dermatitis berat, psoriasis, pemfigus)
Gangguan hematologi (anemia hemolitik autoimun, trombositopenia idiopatik)
Edema serebral akibat tumor otak atau pascaoperasi
Insufisiensi adrenokortikal primer dan sekunder
Sindrom nefrotik

Mekanisme Kerja

Dexamethasone bekerja dengan berikatan pada reseptor glukokortikoid intraseluler di hampir seluruh jaringan tubuh. Kompleks obat-reseptor masuk ke nukleus sel dan memodulasi transkripsi gen target, menghasilkan efek antiinflamasi melalui penghambatan produksi mediator proinflamasi seperti prostaglandin, leukotrien, dan sitokin (IL-1, IL-6, TNF-alfa). Obat ini juga menekan aktivasi dan migrasi leukosit ke tempat inflamasi, mengurangi permeabilitas kapiler, serta menstabilkan membran lisosom. Dexamethasone memiliki potensi antiinflamasi sekitar 25 kali lebih kuat dari hidrokortison dengan efek retensi natrium (mineralokortikoid) yang sangat minimal.

Bentuk Sediaan & Produsen

Bentuk sediaan Dexaharsen
tablet
Kekuatan dosis tersedia
0,5 mg,
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori C — Hati-hati (efek buruk pada studi hewan)
Produsen & merek dagang
Dexaharsen (Harsen Laboratories)

Dosis Dexaharsen & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • Dosis awal: 0,5-9 mg per hari dalam dosis terbagi 2-4 kali sehari, tergantung berat penyakit
  • Dosis pemeliharaan: disesuaikan respons klinis, umumnya diturunkan secara bertahap
  • Penyakit ringan hingga sedang: 0,5-3 mg per hari
  • Penyakit berat: hingga 9 mg per hari atau lebih atas petunjuk dokter

Dosis anak-anak

  • Anak-anak: 0,02-0,3 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis sesuai petunjuk dokter
  • Bayi dan anak kecil: gunakan hanya atas petunjuk dokter spesialis

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: mulai dengan dosis rendah dan pantau efek samping kortikosteroid secara ketat, terutama osteoporosis dan hiperglikemia
  • Gangguan hati berat: gunakan dengan hati-hati; metabolisme dapat terganggu sehingga efek meningkat
  • Gangguan ginjal: tidak perlu penyesuaian dosis khusus namun pantau dengan cermat
  • Diabetes melitus: pantau gula darah secara ketat; dosis antidiabetik mungkin perlu ditingkatkan
Cara Pakai Dexaharsen

Konsumsi sesudah makan atau bersamaan dengan makanan atau susu untuk mengurangi efek iritasi pada lambung. Telan tablet secara utuh dengan segelas air putih. Jangan menghentikan penggunaan secara tiba-tiba setelah penggunaan lebih dari 2 minggu tanpa konsultasi dokter karena dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut; dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter.

Durasi pengobatan
Sesuai petunjuk dokter; hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis.
Peringatan dosis

Jangan melebihi dosis yang diresepkan dokter. Penggunaan jangka panjang dexamethasone dapat menyebabkan supresi aksis HPA (hipotalamus-pituitari-adrenal), osteoporosis, katarak subkapsular posterior, dan glaukoma. Penghentian mendadak setelah penggunaan jangka panjang dapat memicu krisis adrenal yang mengancam jiwa; turunkan dosis secara bertahap selama beberapa minggu hingga bulan.

Efek Samping Dexaharsen

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Peningkatan nafsu makan dan berat badan
  • Retensi cairan dan edema ringan
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Peningkatan kadar gula darah
  • Mood labil atau iritabilitas
  • Sakit kepala
  • Gangguan pencernaan (mual, dispepsia)

Jarang — 1–10% pasien

  • Hipertensi
  • Osteoporosis
  • Infeksi oportunistik
  • Kelemahan otot proksimal (miopati steroid)
  • Gangguan siklus menstruasi
  • Kulit menipis dan mudah memar
  • Penundaan penyembuhan luka

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Glaukoma dan katarak subkapsular posterior (penggunaan jangka panjang)
  • Nekrosis avaskular tulang (terutama kaput femur)
  • Psikosis steroid
  • Sindrom Cushing iatrogenik
  • Insufisiensi adrenal sekunder saat penghentian mendadak
Segera ke dokter atau IGD jika muncul reaksi berikut setelah minum Dexaharsen:

Kelemahan ekstrem, muntah, atau syok (kemungkinan insufisiensi adrenal akut)
Gangguan penglihatan mendadak (kemungkinan glaukoma akut)
Nyeri tulang atau sendi hebat (kemungkinan nekrosis avaskular)
Tanda-tanda infeksi berat tersembunyi (demam tinggi, tanda sepsis)
Gangguan mental berat seperti halusinasi atau psikosis steroid

Kontraindikasi Dexaharsen

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap dexamethasone atau komponen obat
  • Infeksi jamur sistemik yang tidak diobati
  • Infeksi virus aktif (herpes simplex okular, varicella aktif) tanpa terapi antiviral
  • Tuberkulosis aktif tanpa terapi antituberkulosis yang adekuat
  • Tukak peptik aktif (kontraindikasi relatif)
Perhatian Khusus

Hanya digunakan berdasarkan resep dokter. Perhatian khusus diperlukan pada pasien dengan diabetes melitus, hipertensi, osteoporosis, tukak peptik, infeksi aktif, tuberkulosis laten, glaukoma, riwayat psikosis, atau penyakit hati berat. Hindari kontak dengan penderita cacar air (varicella) atau herpes zoster selama terapi. Kortikosteroid dapat menutupi tanda-tanda infeksi sehingga diagnosis infeksi menjadi lebih sulit. Pada kehamilan, gunakan hanya bila manfaat jauh melebihi risiko di bawah pengawasan ketat dokter.

Keamanan saat menyusui
Gunakan dengan hati-hati — konsultasikan dokter
Pengaruh saat mengemudi
Sedikit berpengaruh — waspada saat mengemudi

Interaksi Dexaharsen dengan Obat Lain

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Dexaharsen.

  • NSAID (aspirin, ibuprofen, diklofenak) — meningkatkan risiko perdarahan dan tukak peptik
  • Antidiabetik oral dan insulin — dexamethasone meningkatkan kadar gula darah; perlu penyesuaian dosis
  • Antikoagulan oral (warfarin) — dexamethasone dapat mempengaruhi efek antikoagulan; pantau INR
  • Rifampicin, phenytoin, fenobarbital — mempercepat metabolisme dexamethasone; mengurangi efektivitas
  • Antijamur azole (ketoconazole) — menghambat metabolisme dexamethasone; meningkatkan kadar plasma
  • Diuretik (furosemid, tiazid) — meningkatkan risiko hipokalemia
  • Vaksin hidup (MMR, varicella) — hindari pemberian vaksin hidup selama terapi kortikosteroid

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya langsung, jauh dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan Dexaharsen dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kisaran Harga Dexaharsen di Apotek

Rp 200 – Rp 5.000
per strip (10 tablet)
Tersedia di JKN/BPJS Perlu resep dokter

Tersedia di apotek dengan resep dokter; harga berkisar Rp 200-500 per tablet atau Rp 2.000-5.000 per strip isi 10 tablet.

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM Dexaharsen
DKL8805003010A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
PIONAS BPOM
MIMS Indonesia 2024
ISO Indonesia Vol. 51
British National Formulary (BNF) 2024
Goodman & Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics, 13th Ed.
BioFar.ID Diperbarui: