Diastrix

Loperamide Hydrochloride

Obat KerasAntidiare

Diastrix adalah obat antidiare yang mengandung loperamide HCl, digunakan untuk mengatasi diare akut non-spesifik dan diare kronik pada dewasa dengan cara memperlambat motilitas usus dan meningkatkan absorbsi cairan.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Diastrix Obat untuk Apa?

Pengobatan simtomatik diare akut non-spesifik
Pengobatan diare kronik yang berhubungan dengan penyakit inflamasi usus
Pengurangan volume feses pada pasien dengan ileostomi

Mekanisme Kerja

Loperamide bekerja sebagai agonis reseptor opioid mu (mu-opioid receptor) pada pleksus mienterikus dinding usus. Mekanisme ini menyebabkan penurunan peristaltik usus sehingga transit isi usus melambat, meningkatkan waktu kontak mukosa usus dengan isi lumen, serta meningkatkan reabsorbsi air dan elektrolit. Loperamide juga mengurangi sekresi cairan usus yang dipicu toksin dan menurunkan tonus sfingter ani, sehingga frekuensi dan volume buang air besar berkurang signifikan. Berbeda dengan opioid sistemik, loperamide tidak menembus sawar darah-otak secara signifikan pada dosis terapeutik sehingga tidak memberikan efek analgesik sentral.

Bentuk Sediaan & Produsen

Bentuk sediaan Diastrix
tablet
Kekuatan dosis tersedia
2 mg,
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori C — Hati-hati (efek buruk pada studi hewan)
Produsen & merek dagang
Diastrix (IFARS — Indonesia)

Dosis Diastrix & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • Diare akut: dosis awal 4 mg (2 tablet), dilanjutkan 2 mg (1 tablet) setiap setelah BAB cair
  • Dosis maksimum: 16 mg (8 tablet) per hari
  • Hentikan jika tidak ada perbaikan setelah 48 jam
  • Diare kronik: dosis awal 4 mg per hari, titrasi hingga 1-2 kali BAB lunak per hari (maks 16 mg/hari)

Dosis anak-anak

  • Anak 8-12 tahun: dosis awal 2 mg, max 6 mg/hari (hanya di bawah pengawasan dokter)
  • Anak 6-8 tahun: dosis awal 2 mg, max 4 mg/hari (hanya di bawah pengawasan dokter)
  • Tidak direkomendasikan pada anak di bawah 6 tahun
  • Kontraindikasi pada anak di bawah 2 tahun

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis, tetapi pantau tanda dehidrasi dan konstipasi
  • Gagal ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis
  • Gagal hati: gunakan dengan hati-hati karena loperamide dimetabolisme di hati; pantau tanda toksisitas SSP
Cara Pakai Diastrix

Telan tablet secara utuh dengan air yang cukup. Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Minum banyak cairan atau minuman elektrolit selama diare untuk mencegah dehidrasi. Jangan membelah atau menghancurkan tablet.

Durasi pengobatan
Diare akut: maksimal 48 jam tanpa evaluasi dokter. Hentikan jika tidak ada perbaikan dalam 48 jam.
Peringatan dosis

Jangan melebihi 16 mg per hari. Hentikan pemberian segera jika terjadi konstipasi, distensi abdomen, atau ileus. Risiko overdosis meningkat bila dikombinasikan dengan penghambat P-glikoprotein seperti cimetidine, ranitidine, atau eritromisin karena dapat meningkatkan kadar loperamide di SSP dan menyebabkan aritmia fatal.

Efek Samping Diastrix

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Konstipasi
  • Mual
  • Pusing dan sakit kepala
  • Perut kembung dan kram abdomen
  • Mulut kering

Jarang — 1–10% pasien

  • Muntah
  • Mengantuk
  • Ruam kulit
  • Retensi urin

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Ileus paralitik dan megakolon toksik (terutama pada kolitis infektif)
  • Reaksi hipersensitivitas berat termasuk angioedema dan anafilaksis
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Aritmia jantung dan henti jantung (pada overdosis atau interaksi obat penghambat P-gp)
Segera ke dokter atau IGD jika muncul reaksi berikut setelah minum Diastrix:

Segera ke IGD jika terjadi distensi abdomen, nyeri perut hebat, atau tidak ada BAB selama lebih dari 2 hari
Segera ke IGD jika muncul demam tinggi, darah atau lendir dalam tinja (diare disentri)
Segera ke IGD jika terjadi palpitasi, detak jantung tidak teratur, atau pingsan setelah konsumsi dosis tinggi
Segera ke IGD pada tanda dehidrasi berat: sangat haus, mulut kering, tidak buang air kecil, pusing hebat

Kontraindikasi Diastrix

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap loperamide atau komponen formula
  • Anak di bawah 2 tahun
  • Diare yang disebabkan oleh organisme invasif (Salmonella, Shigella, Campylobacter, E. coli enteroinvasif)
  • Kolitis pseudomembranosa akibat antibiotik (Clostridium difficile)
  • Diare berdarah atau disertai demam tinggi
  • Kondisi yang memerlukan inhibisi peristaltik harus dihindari (ileus, obstruksi usus)
  • Pasien HIV/AIDS dengan diare (risiko megakolon toksik)
Perhatian Khusus

Gunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat karena risiko efek SSP meningkat. Pantau pasien HIV/AIDS yang menggunakan loperamide karena risiko megakolon toksik. Loperamide dapat memperlambat eliminasi patogen diare invasif sehingga tidak digunakan pada diare infeksius dengan demam atau darah dalam tinja. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang menghambat P-glikoprotein. Informasikan dokter jika sedang hamil atau menyusui sebelum menggunakan obat ini.

Keamanan saat menyusui
Hindari saat menyusui
Pengaruh saat mengemudi
Sedikit berpengaruh — waspada saat mengemudi

Interaksi Diastrix dengan Obat Lain

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Diastrix.

  • Cimetidine, Ranitidine — menghambat P-glikoprotein, meningkatkan kadar loperamide di SSP, risiko aritmia fatal
  • Diltiazem — menghambat P-gp dan CYP3A4, meningkatkan kadar loperamide secara signifikan
  • Eritromisin, Klaritromisin — menghambat CYP3A4 dan P-gp, meningkatkan bioavailabilitas loperamide
  • Ritonavir, Saquinavir (antiretroviral) — meningkatkan kadar loperamide drastis melalui inhibisi CYP3A4
  • Kuinidin — menghambat P-gp, meningkatkan penetrasi loperamide ke SSP
  • Obat antikolinergik lain — efek aditif konstipasi dan retensi urin

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan Diastrix dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kisaran Harga Diastrix di Apotek

Rp 1.800 – Rp 4.100
per strip (10 tablet)
Tersedia di JKN/BPJS Perlu resep dokter

Tersedia di apotek dengan resep dokter. Harga bervariasi antar apotek.

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM Diastrix
DKL0809217904A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
PIONAS BPOM (cekbpom.pom.go.id) — No. Reg. DKL0809217904A1
MIMS Indonesia 2024
WHO Model Formulary 2023
Sweetman SC (ed). Martindale: The Complete Drug Reference. 38th ed. Pharmaceutical Press, 2014
FDA Drug Label — Loperamide Hydrochloride
BioFar.ID Diperbarui: