Andalan Postpil
Levonorgestrel 0,75 mg
Andalan Postpil Obat Apa?
Andalan Postpil adalah kontrasepsi darurat (pil KB darurat) yang mengandung levonorgestrel 0,75 mg per tablet. Digunakan untuk mencegah kehamilan dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan alat kontrasepsi, dan bukan merupakan obat aborsi.
Dosis Andalan Postpil
Dewasa- Dosis tunggal: 2 tablet (total 1,5 mg levonorgestrel) diminum sekaligus sesegera mungkin, idealnya dalam 12 jam dan tidak lebih dari 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan
- Bila diperlukan: 1 tablet dapat diminum 12 jam setelah dosis pertama
- Semakin cepat dikonsumsi, semakin tinggi efektivitasnya dalam mencegah kehamilan
- Tidak diindikasikan pada anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun.
- Lansia: Tidak relevan (obat diperuntukkan bagi wanita usia reproduktif)
- Gagal ginjal: Data terbatas; konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan
- Gangguan hati berat: Kontraindikasi; jangan gunakan
Aturan Pakai
Minum 2 tablet sekaligus dengan segelas air putih, sesegera mungkin setelah hubungan seksual tanpa perlindungan, tidak lebih dari 72 jam. Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, namun konsumsi bersama makanan dapat mengurangi mual. Jika muntah dalam 2 jam setelah konsumsi, segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan dosis pengganti. Setelah menggunakan Andalan Postpil, tetap gunakan kontrasepsi reguler karena risiko kehamilan masih ada.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori X
Kontraindikasi kehamilan
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Wanita yang sudah dipastikan hamil (obat tidak efektif dan tidak boleh digunakan)
- Hipersensitivitas atau alergi terhadap levonorgestrel atau komponen lain dalam formulasi
- Gangguan fungsi hati yang berat
- Perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
Efek Samping Andalan Postpil
- Mual dan muntah
- Nyeri atau kram perut bagian bawah
- Kelelahan dan lemas
- Sakit kepala
- Pusing
- Perubahan siklus menstruasi (haid lebih awal atau lebih lambat dari biasanya)
- Perdarahan ringan atau bercak (spotting) beberapa hari setelah konsumsi
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada payudara
- Diare
Interaksi Obat
- Rifampisin dan rifabutin (antibiotik antituberkulosis): menurunkan kadar levonorgestrel dalam darah, mengurangi efektivitas kontrasepsi
- Fenitoin, karbamazepin, barbiturat (antikonvulsan): menginduksi enzim CYP3A4 sehingga mempercepat metabolisme levonorgestrel
- Griseofulvin (antijamur): dapat menurunkan efektivitas levonorgestrel
- St. John's Wort (Hypericum perforatum): penginduksi CYP3A4 herbal yang dapat menurunkan efektivitas
- Antiretroviral (efavirenz, ritonavir, lopinavir): dapat mempengaruhi kadar plasma levonorgestrel
- Asam traneksamat: dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah di pembuluh darah
- Siklosporin: levonorgestrel dapat meningkatkan kadar siklosporin, meningkatkan risiko efek samping
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25°C di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung; jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Referensi
- BPOM RI - cekbpom.pom.go.id
- MIMS Indonesia 2024 - mims.com/indonesia
- PIONAS BPOM - pionas.pom.go.id
- Alodokter - Andalan Postpil (alodokter.com/postpil)
- KlikDokter - Andalan Postpil (klikdokter.com)
- Drugs.com - Levonorgestrel Monograph (drugs.com/levonorgestrel.html)
- WHO Emergency Contraception Fact Sheet 2021
- BNF 2024 (British National Formulary)
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.