Ranitidine HCl
Ranitidine hydrochloride
Ranitidine HCl Obat Apa?
Ranitidine HCl adalah antagonis reseptor histamin H2 yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung pada kondisi tukak lambung, tukak duodenum, refluks gastroesofageal, dan kondisi hipersekresi asam lainnya.
Dosis Ranitidine HCl
Dewasa- Tukak aktif: 150 mg 2x sehari atau 300 mg sekali malam hari selama 4-8 minggu
- GERD: 150 mg 2x sehari selama 8-12 minggu
- Pemeliharaan: 150 mg sekali malam hari
- Sindrom Zollinger-Ellison: 150 mg 3x sehari, dosis dapat ditingkatkan
- Dispepsia: 75-150 mg sesuai kebutuhan
- Anak 1 bulan - 16 tahun: 2-4 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis (maks 300 mg/hari)
- Refluks pada bayi: 2 mg/kgBB 3x sehari
- Anak di bawah 1 bulan: tidak direkomendasikan
- Lansia: mulai dengan dosis lebih rendah 75-150 mg/hari, pantau fungsi ginjal
- Gagal ginjal (CrCl < 50 mL/menit): 150 mg sekali malam hari
- Gagal hati: gunakan dengan hati-hati; dapat terjadi kebingungan pada gangguan hati berat
- Hemodialisis: dosis setelah dialisis
Aturan Pakai
Tablet dapat diminum dengan atau tanpa makanan, sebaiknya di malam hari untuk dosis tunggal harian. Sirup dikocok dahulu sebelum diminum. Untuk GERD, minum 30-60 menit sebelum makan. Antasida dapat digunakan bersamaan jika diperlukan untuk relief segera.
Peringatan & Perhatian
- Penggunaan jangka panjang dapat menutupi gejala kanker lambung
- pastikan diagnosis tepat sebelum memulai terapi. Pantau fungsi ginjal dan hati pada pasien dengan risiko tinggi.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori B
Relatif aman, pantau dokter
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap ranitidine atau antagonis H2 lainnya
- Porferia akut
- Kanker lambung yang belum dieksklusi
Efek Samping Ranitidine HCl
- Sakit kepala
- Diare atau konstipasi
- Mual
- Pusing
Interaksi Obat
- Antasida — menurunkan absorpsi ranitidine; beri jarak 2 jam
- Ketokonazol, itrakonazol — ranitidine menurunkan absorpsi antijamur azol
- Gefitinib — ranitidine menurunkan kadar gefitinib
- Atazanavir — ranitidine dapat menurunkan kadar atazanavir
- Warfarin — ranitidine dapat meningkatkan efek antikoagulan
- Prokainamid — ranitidine menurunkan ekskresi prokainamid
Detail Produk
Ranitidine Generik (Kimia Farma)
Radin (Kalbe)
Acran (Otto)
Ranitidin (Phapros)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan 15-30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Kebingungan atau perubahan status mental mendadak
- Ikterus (kuning pada kulit dan mata)
- Nyeri dada atau detak jantung tidak teratur
- Darah dalam muntahan atau tinja hitam
- Reaksi alergi berat
Referensi
- ISO Indonesia Vol. 51
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ACG Clinical Guideline GERD 2022
- Peraturan BPOM terkait NDMA 2020
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.