BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Jenis-Jenis Shampo dan Contoh Formulanya

Jenis Jenis Shampo

Berikut ini daftar jenis-jenis shampo lengkap dengan contoh formulanya.

1. Serbuk Shampo (Shampoo Powder)

Serbuk Shampo (shampoo powder) merupakan bentuk shampo yang kurang disenangi, karena kurang praktis. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram.

Contoh formula shampoo powder:

  • Sodium bikarbonat 500
  • Disodium pospat 200
  • Serbuk sabun 300
  • Parfum 0,5%

Karena kurang baik dalam air sadah, shampo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh detergen sintetik. Natrium lauril sulfat biasanya dipakai untuk basis shampo jenis ini.

2. Shampo kering (Dry Shampoo)

Shampo jenis shampo kering (dry shampoo) ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampo menggunakan air. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk, amilum, Na seskaikarbonat.

Biasanya shampo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat.

3. Shampo Kering Cair (Liquid Dry Shampoo)

Shampo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tersedia waktu untuk bershampo dengan shampo jenis busa biasa.

Shampo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol, dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala, memberikan efek yang menyegarkan.

Contoh formula shampo kering cair (liquid dry shampoo):

  • Gliserin 20
  • Dietilftlat 50
  • Alkohol 650
  • Parfum 0,50

4. Shampo Cair Jernih (Clear Liquid Shampoo)

Sebagian besar shampo yang beredar di pasaran merupakan shampo jenis ini, dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat; juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18.

Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai.

Contoh formula shampo cair jernih (clear liquid shampoo):

  • Trietanolamin Lauril sulfat 45%
  • Coconut monoetanolamida 2%
  • Parfum, pewarna, air 100%

5. Shampo Krim Cair atau Lotion (Liquid Creame or Lotion Shampoo)

Shampo krim cair atau lotion merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergen cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai.

Kosentrat shampo krim cair mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum.

Contoh formula shampo krim cair atau lotion:

  • Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400
  • Ethylene glycol monostearat 50
  • Air 550

6. Shampo Krim Padat (Solid Creame Shampoo)

Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampo pasta.

Sediaan shampo krim padat mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara.

Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta.

7. Shampo Aerosol (Aerosol Shampoo)

Shampo jenis aerosol dikemas secara khusus dalam bentuk semprot.

Formulanya harus bisa muncul dari kepala penyemprot dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur, tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas busa shampo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampo biasa.

7. Shampo Berminyak (Oil Shampoo)

Shampo berminyak adalah shampo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih.

8. Shampo Anti Ketombe (Anti Dandruff Shampoo) atau Medicated Shampoo

Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampo yang salah. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan.

Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktivitas kelenjar lemak. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale.

Shampo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampo dengan suatu germisida.

Contoh formula shampo anti ketombe:

  • Trieatnolamin sulfat 14%
  • Laurel monoetanolamid 1,5%
  • Heksacholoropen 0,5%
  • Parfum, pewarna hingga 100%
Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.