

Gratamin
Betamethasone + Dexchlorpheniramine Maleate


Gratamin Obat Apa?
Gratamin adalah obat keras kombinasi kortikosteroid (betamethasone 0,25 mg) dan antihistamin generasi pertama (dexchlorpheniramine maleate 2 mg) yang diproduksi oleh Gracia Pharmindo. Obat ini digunakan untuk pengobatan kondisi alergi dan inflamasi yang membutuhkan terapi kortikosteroid, termasuk alergi saluran napas, kulit, dan mata.
Indikasi Gratamin
- Rinitis alergi perenial dan musiman (hay fever)
- Rinitis vasomotor
- Konjungtivitis alergika akibat alergen inhalan dan makanan
- Urtikaria dan angioedema
- Dermatitis kontak dan eksema
- Erupsi obat (drug eruption)
- Serum sickness
- Asma bronkial berat yang responsif terhadap kortikosteroid
- Iritis non-granulomatosa
Dosis Gratamin
Dewasa- Dewasa dan anak lebih dari 12 tahun: 1-2 tablet 3-4 kali sehari; maksimal 8 tablet per hari
- Dosis awal biasanya lebih tinggi kemudian diturunkan secara bertahap sesuai respons klinis
- Anak 6-12 tahun: 1/2 tablet 3 kali sehari
- Anak 2-6 tahun: 1/4 tablet 3-4 kali sehari; maksimal 1,5 tablet per hari
- Anak di bawah 2 tahun: tidak direkomendasikan
- Lansia: gunakan dengan hati-hati; risiko efek samping kortikosteroid lebih tinggi termasuk osteoporosis dan hiperglikemia
- Gangguan hati: pantau dengan ketat karena metabolisme kortikosteroid dapat terganggu
- Diabetes melitus: gunakan dengan hati-hati; pantau kadar gula darah secara ketat
Aturan Pakai
Konsumsi sesudah makan atau bersamaan dengan susu untuk mengurangi efek iritasi lambung. Telan tablet secara utuh dengan segelas air. Jangan menghentikan penggunaan secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang (lebih dari 2 minggu) karena risiko insufisiensi adrenal akut; turunkan dosis secara bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi 8 tablet per hari. Penggunaan jangka panjang kortikosteroid dapat menyebabkan supresi adrenal, osteoporosis, glaukoma, katarak subkapsular posterior, dan efek sistemik kortikosteroid lainnya. Dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) setelah penggunaan lebih dari 2 minggu untuk mencegah insufisiensi adrenal akut yang dapat mengancam jiwa.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Berpengaruh
Jangan mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap betamethasone atau dexchlorpheniramine
- Infeksi jamur sistemik
- Sedang mendapat terapi antidepresan MAOI
- Tukak peptik aktif
- Kehamilan trimester pertama
- Glaukoma yang tidak terkontrol
- Tuberkulosis aktif tanpa terapi antituberkulosis yang adekuat
- Bayi baru lahir dan bayi prematur
Efek Samping Gratamin
- Mengantuk
- Pusing
- Sakit kepala
- Gangguan lambung atau mual
Interaksi Obat
- Antikoagulan oral (warfarin) — betamethasone dapat mempengaruhi efek antikoagulan; perlu pemantauan INR
- Antidiabetik oral dan insulin — betamethasone meningkatkan kadar gula darah; perlu penyesuaian dosis
- Antidepresan MAOI — kontraindikasi dengan dexchlorpheniramine; risiko efek samping antikolinergik berat
- Antijamur azole (ketoconazole, itraconazole) — meningkatkan kadar plasma betamethasone
- NSAID (aspirin, ibuprofen) — meningkatkan risiko tukak peptik dan perdarahan saluran cerna
- Obat penekan sistem saraf pusat — dexchlorpheniramine memperkuat efek sedatif
- Vaksin hidup — kortikosteroid dapat mengganggu respons imun; hindari pemberian vaksin hidup selama terapi
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya langsung, jauh dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Tekanan darah sangat tinggi mendadak
- Gangguan penglihatan mendadak (kemungkinan glaukoma akut)
- Tanda-tanda infeksi berat yang tidak biasa (kortikosteroid dapat menutupi infeksi)
- Kram otot berat atau kelemahan otot parah
- Gangguan mental berat seperti psikosis atau depresi
- Nyeri sendi atau tulang hebat (kemungkinan nekrosis avaskular)
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ISO Indonesia Vol. 51
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.