BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Fisiologi Nyeri

Proses transduksi pada nyeri nosiseptif

Fisiologi Nyeri

a. Phantom lim (setelah amputasi)

b. Gate theory

Stimulus lain (raba/gesek) → Nyeri ↓

  • Raba → serabut A
  • Nyeri → serabut C
Proses transduksi pada nyeri nosiseptif
Proses transduksi pada nyeri nosiseptif
Nyeri cepatNyeri lambat
Tajam, penusukanTumpul, pembakaran
Serat grup III (Aδ)Serat grup IV
Waktu laterasi pendekOnset lambat
Lokalisir baikTersebar
Durasi pendekDurasi panjang
Sedikit emosionalEmosional, respon otonom
Tidak terhalang oleh morfinTerhalang oleh morfin
Saluran neospinotalamikSaluran paleospinotalmik
Neurotransmitter yang terlibat dalam jalur nyeri
Neurotransmitter yang terlibat dalam jalur nyeri
Sympathetic pathway
Sympathetic pathway

Pengendalian transmisi nyeri

  1. Ascending control
    “Gate control theory’ dari Wall & Melzak (1965)
    Substantia Gelatinosa of Rolando (SGR)
  2. Descending control “Stimulation produced analgesia (SPA)
    Raphe magnus ——- Raphe spinal tract (Serotonin)
    Periaqueductal gray —– fibers to raphe magnus
    Lateral tegmental nucleus (Epinephrine)
    Substantia Gelat/nosa of Rolando (SGR)
     enkephalin cf endorphin, morphine

Sistem sensorik

Sensasi khusus

  • Sensasi Gustatory (Perasa, SVA) —- Taste Pathway
  • Sensasi Auditory (Pendengaran, SSA) —- Auditary Pathway
  • Sensasi Vestibular (Keseimbangan, SSA) —- Vestibular Pathway
  • Sensasi Vision (Penglihatan, SSA) —- Visual Pathway
  • Sensasi Olfaction (Penciuman, SVA) —- Olfactory Pathway
Avatar
BioFar.ID Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.