Diviti

Fondaparinux Sodium

Obat KerasAntikoagulanAntitromboemboli

Diviti Obat Apa?

Diviti adalah antikoagulan injeksi yang mengandung Fondaparinux Sodium, digunakan untuk mencegah dan mengobati tromboemboli vena (deep vein thrombosis/DVT dan emboli paru) serta sebagai terapi ajuvan pada sindrom koroner akut tertentu.

Indikasi Diviti

  • Pencegahan tromboemboli vena (VTE) pasca operasi ortopedi mayor (penggantian sendi lutut/panggul, fraktur hip)
  • Pencegahan VTE pasca operasi bedah abdomen pada pasien risiko tinggi tromboemboli
  • Pencegahan VTE pada pasien medis yang dirawat inap dengan mobilitas terbatas akibat penyakit akut
  • Pengobatan deep vein thrombosis (DVT) akut
  • Pengobatan emboli paru (PE) akut pada pasien hemodinamik stabil
  • Terapi awal pada sindrom koroner akut: angina tidak stabil/NSTEMI dan STEMI (sebagai terapi ajuvan)

Dosis Diviti

Dewasa
  • Profilaksis VTE pasca operasi ortopedi/abdomen: 2,5 mg subkutan sekali sehari; dosis pertama minimal 6 jam setelah operasi; durasi 5-9 hari (ortopedi) atau 5-9 hari (abdomen)
  • Profilaksis VTE pasien medis imobilisasi: 2,5 mg subkutan sekali sehari selama 6-14 hari
  • Pengobatan DVT/PE akut (BB lebih dari 50 kg): 7,5 mg subkutan sekali sehari; BB kurang dari 50 kg: 5 mg/hari; BB lebih dari 100 kg: 10 mg/hari; durasi minimal 5 hari
  • STEMI akut: 2,5 mg IV (dosis pertama), dilanjutkan 2,5 mg subkutan sekali sehari hingga 8 hari
  • UA/NSTEMI: 2,5 mg subkutan sekali sehari selama maksimal 8 hari
Anak-Anak
  • Tidak diindikasikan pada anak dan remaja di bawah 17 tahun karena keamanan dan efikasi belum terbukti.
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia (lebih dari 75 tahun): gunakan dengan hati-hati; fungsi ginjal menurun seiring usia meningkatkan risiko perdarahan
  • Berat badan kurang dari 50 kg: risiko perdarahan meningkat; gunakan dosis 5 mg untuk pengobatan DVT/PE
  • Gagal ginjal sedang (CrCl 30-50 mL/menit): gunakan dengan hati-hati; pantau tanda perdarahan
  • Gagal ginjal berat (CrCl kurang dari 30 mL/menit): kontraindikasi untuk indikasi profilaksis; pertimbangkan manfaat vs risiko untuk pengobatan
  • Gagal hati berat: gunakan dengan hati-hati; tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus tetapi pantau perdarahan

Aturan Pakai

Diviti hanya boleh diberikan melalui injeksi subkutan atau intravena oleh tenaga medis terlatih di bawah pengawasan dokter. Untuk injeksi subkutan, suntikkan di area perut atau paha secara bergantian untuk menghindari lipodistrofi. Jangan campurkan dengan obat injeksi lain dalam satu syringe. Gunakan segera setelah membuka segel dan buang sisa obat yang tidak terpakai.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Diviti?
  • Tidak boleh diberikan secara intramuskular. Dosis pertama pasca operasi tidak boleh kurang dari 6 jam setelah operasi selesai dan hanya setelah hemostasis terjadi. Pasien dengan berat badan kurang dari 50 kg memiliki risiko perdarahan lebih tinggi dan memerlukan pemantauan ketat. Pada overdosis, tidak ada antidot spesifik namun dapat dipertimbangkan pemberian fresh frozen plasma (FFP).

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori B

Relatif aman, pantau dokter

Ibu Menyusui

Tidak Diketahui

Data keamanan belum tersedia

Mengemudi

Sedikit Berpengaruh

Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin

Kontraindikasi

Jangan gunakan Diviti pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap fondaparinux sodium atau komponen formula
  • Perdarahan aktif yang signifikan secara klinis
  • Gagal ginjal berat dengan CrCl kurang dari 20 mL/menit (untuk indikasi profilaksis)
  • Endokarditis bakterial akut
  • Trombositopenia berat (jumlah trombosit kurang dari 100.000/mm3)
  • Usia di bawah 17 tahun (keamanan belum terbukti)

Efek Samping Diviti

  • Perdarahan minor di lokasi injeksi (ekimosis, hematoma)
  • Anemia
  • Mual
  • Edema perifer
  • Demam

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Warfarin — meningkatkan risiko perdarahan; pantau INR secara ketat
  • Heparin dan LMWH — efek antikoagulan aditif, hindari penggunaan bersamaan
  • Aspirin dan NSAID (ibuprofen, natrium diklofenak, meloksikam) — meningkatkan risiko perdarahan GI
  • Agen antiplatelet (klopidogrel, tiklopidin, dipiridamol) — efek aditif, meningkatkan risiko perdarahan
  • Trombolisis (alteplase, streptokinase) — risiko perdarahan berat meningkat signifikan
  • SSRI dan SNRI — meningkatkan risiko perdarahan GI bila digunakan bersamaan

Detail Produk

Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
injeksi
Harga
Rp 55.000 – Rp 90.000
per prefilled syringe (0,5 mL)
Tersedia di JKN/BPJS Perlu resep dokter
ManufakturDiviti (Dexa Medica / Ferron Par Pharmaceuticals — Indonesia)
No. Reg. BPOM DKL1605053143A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Segera ke IGD jika terjadi perdarahan tidak terkontrol: darah dalam urin, tinja hitam/berdarah, batuk darah, atau perdarahan luka yang tidak berhenti
  • Segera ke IGD jika muncul nyeri punggung berat, kelemahan atau mati rasa pada tungkai bawah setelah anestesi spinal (tanda hematoma spinal)
  • Segera ke IGD jika terjadi penurunan kesadaran mendadak atau sakit kepala hebat (perdarahan intrakranial)
  • Segera ke IGD jika terjadi sesak napas, nyeri dada, atau penurunan tekanan darah mendadak
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

Referensi

  1. PIONAS BPOM (cekbpom.pom.go.id) — No. Reg. DKL1605053143A1
  2. MIMS Indonesia 2024
  3. Dexa Group — Diviti Prefilled Syringe (dexagroup.com)
  4. Equira Life Formularium 2025 — EL_00166
  5. Turpie AG, et al. Fondaparinux for Prevention of VTE After Hip or Knee Surgery. NEJM 2001
  6. ESC Guidelines on acute coronary syndromes without persistent ST-segment elevation 2020
  7. WHO Model Formulary 2023 — Fondaparinux

Tim Medis

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: April 20, 2026