Asam Mefenamat
Mefenamic acid
Asam Mefenamat Obat Apa?
Asam mefenamat adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk nyeri haid, nyeri gigi, nyeri kepala, dan nyeri pasca operasi. Obat ini juga memiliki efek antipiretik.
Dosis Asam Mefenamat
Dewasa- Dosis umum: 500 mg tiga kali sehari, diminum setelah makan
- Dosis awal dismenore: 500 mg, dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam saat nyeri
- Dosis maksimum: 1500 mg per hari
- Durasi: tidak lebih dari 7 hari berturut-turut
- Anak di atas 14 tahun: dosis sama dengan dewasa
- Anak 6-14 tahun: 25 mg/kgBB/hari dibagi 3-4 dosis
- Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 6 tahun
- Lansia: mulai dengan dosis terendah, pantau fungsi ginjal dan tanda perdarahan GI secara ketat
- Gagal ginjal (CrCl < 30 mL/mnt): kontraindikasi
- Gagal hati berat: kontraindikasi
- Gangguan hati ringan-sedang: gunakan dengan hati-hati
Aturan Pakai
Diminum bersama makanan, susu, atau antasida untuk mengurangi iritasi lambung. Telan tablet atau kapsul utuh dengan segelas air penuh. Jangan digunakan lebih dari 7 hari berturut-turut tanpa petunjuk dokter.
Peringatan & Perhatian
- Hindari penggunaan pada pasien dengan riwayat tukak lambung, perdarahan GI, atau gangguan ginjal. Hentikan segera jika terjadi tanda diare, ruam kulit, atau gangguan penglihatan. Pada lansia, risiko efek samping kardiovaskular dan gastrointestinal lebih tinggi.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap asam mefenamat atau NSAID lain
- Tukak lambung atau perdarahan gastrointestinal aktif
- Gagal ginjal atau hati berat
- Gagal jantung berat
- Trimester ketiga kehamilan
- Riwayat bronkospasme atau reaksi alergi terhadap aspirin atau NSAID lain
- Anak di bawah 6 tahun
Efek Samping Asam Mefenamat
- Mual dan muntah
- Nyeri ulu hati dan gangguan pencernaan
- Diare
- Pusing
- Sakit kepala
Interaksi Obat
- Warfarin dan antikoagulan oral - meningkatkan risiko perdarahan secara signifikan
- Aspirin dan NSAID lain - meningkatkan risiko perdarahan GI dan toksisitas ginjal
- Kortikosteroid - meningkatkan risiko tukak dan perdarahan GI
- Metotreksat - menghambat ekskresi metotreksat, meningkatkan toksisitasnya
- Litium - meningkatkan kadar litium dalam darah
- Antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik) - menurunkan efek antihipertensi dan meningkatkan risiko gagal ginjal akut
- Siklosporin - meningkatkan risiko nefrotoksisitas
Detail Produk
Ponstan (Pfizer)
Mefinal (Sanbe Farma)
Dogesic (Bernofarm)
Lycinate (Guardian Pharmatama)
Allogon (Otto)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya dan kelembapan, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Nyeri perut hebat atau tinja berwarna hitam (perdarahan GI)
- Sesak napas mendadak atau nyeri dada
- Pembengkakan wajah, bibir, atau tenggorokan
- Penurunan atau tidak ada produksi urin
- Ruam kulit meluas dan melepuh
- Kejang
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- ISO Indonesia Vol. 51
- British National Formulary (BNF) 2023
- WHO Model Formulary 2023
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.