Acpulsif
Cisapride monohydrate
Acpulsif adalah obat prokinetik yang digunakan untuk mengatasi gangguan motilitas saluran pencernaan, termasuk gastroparesis, refluks esofagitis, dan dispepsia. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kecepatan pengosongan lambung dan memperkuat sfingter esofagus bagian bawah.
Mekanisme Kerja
Cisapride merupakan agonis reseptor serotonin 5-HT4 yang bersifat parasimpatomimetik. Obat ini menstimulasi pelepasan asetilkolin dari pleksus myenterikus pada otot polos saluran cerna. Hal ini menyebabkan peningkatan tonus dan amplitudo kontraksi lambung terutama bagian antral, relaksasi sfingter pilorus, serta peningkatan peristaltik duodenum dan jejunum. Akibatnya terjadi peningkatan kecepatan pengosongan lambung, pemendekan waktu transit usus halus dan usus besar, peningkatan tekanan sfingter esofagus bagian bawah, dan pengurangan refluks asam lambung ke kerongkongan.
Bentuk & Sediaan
Guarposid (PT. Guardian Pharmatama)
Pridesia (PT. Prafa)
Cisapride Monohydrate Generik
Dosis & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Dosis awal: 5 mg, 3-4 kali sehari, 15 menit sebelum makan dan sebelum tidur
- Dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg per pemberian jika diperlukan
- Dosis maksimal: 40 mg per hari
Dosis anak
- Anak usia lebih dari 1 bulan: 0,2 mg/kg BB, 3-4 kali sehari; dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 0,8 mg/kg BB per hari dan tidak melebihi 20 mg per hari; dosis per pemberian tidak melebihi 5 mg
- Neonatus (usia 0-1 bulan): kontraindikasi
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: gunakan dengan pemantauan ketat, risiko aritmia meningkat; lakukan evaluasi EKG sebelum dan selama terapi
- Gagal ginjal sedang-berat: kurangi dosis hingga setengah dari dosis harian yang direkomendasikan; pantau fungsi ginjal
- Gagal hati: kurangi dosis hingga setengah dari dosis harian yang direkomendasikan
Minum tablet Acpulsif 15 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam dengan segelas air putih. Telan tablet utuh, jangan dihancurkan atau dikunyah. Hindari konsumsi jus jeruk grapefruit bersamaan karena dapat meningkatkan kadar cisapride dalam darah. Jangan melebihi dosis maksimal 40 mg per hari.
Jangan melebihi dosis 40 mg per hari pada dewasa. Cisapride memiliki risiko perpanjangan interval QT yang dapat menyebabkan aritmia fatal; pastikan tidak ada faktor risiko kardiovaskular sebelum memulai terapi. Overdosis dapat menyebabkan sesak napas, tremor, palpitasi, dan koma.
Efek Samping
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Diare
- Sakit kepala
- Mual
- Nyeri perut dan kram
- Borborigmus (suara perut)
Jarang — 1–10% pasien
- Pusing
- Muntah
- Faringitis
- Nyeri dada
- Kelelahan
- Nyeri punggung
- Mialgia (nyeri otot)
- Depresi
- Dehidrasi
Langka namun serius (<1% pasien)
- Perpanjangan interval QT dan aritmia ventrikel (termasuk takikardi ventrikel, fibrilasi ventrikel, torsades de pointes)
- Kejang
- Ginekomastia dan galaktorea (hiperprolaktinemia)
- Gangguan fungsi hati dengan atau tanpa kolestasis
- Efek ekstrapiramidal
- Angioedema dan bronkospasme
Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi)
Sesak napas atau kesulitan bernapas
Nyeri dada yang tiba-tiba
Pingsan atau kehilangan kesadaran
Kulit atau mata menguning (ikterus)
Reaksi alergi berat: bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap cisapride atau eksipien
- Neonatus (usia 0-1 bulan)
- Perdarahan, perforasi, atau obstruksi mekanik saluran cerna
- Penggunaan bersamaan penghambat CYP3A4 kuat: antijamur azole (ketoconazole, itraconazole, fluconazole, miconazole), antibiotik makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin), ritonavir, lopinavir, nefazodone
- Penggunaan bersamaan obat yang memperpanjang interval QT: quinidine, amiodarone, sotalol, antidepresan trisiklik
- Riwayat aritmia ventrikel, takikardi ventrikel, fibrilasi ventrikel, torsades de pointes
- Perpanjangan interval QT yang sudah ada
- Hipokalemia atau hipomagnesemia yang tidak terkoreksi
- Gagal jantung dekompensata
- Penyakit jantung iskemik
Cisapride di Amerika Serikat telah ditarik dari peredaran bebas sejak tahun 2000 karena risiko aritmia fatal. Di Indonesia, obat ini masih tersedia namun harus dengan pengawasan ketat. Sebelum memulai terapi, lakukan pemeriksaan EKG untuk memastikan interval QT normal serta periksa kadar elektrolit (kalium dan magnesium). Evaluasi ulang terapi setiap 2-4 minggu. Hindari penggunaan pada pasien dengan riwayat penyakit jantung, gangguan elektrolit, atau yang sedang mengonsumsi obat yang dapat memperpanjang interval QT. Hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal, gagal jantung kronik, dan gangguan pernapasan.
Interaksi Obat
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.
- Ketoconazole, itraconazole, fluconazole — meningkatkan kadar cisapride secara signifikan, risiko perpanjangan QT fatal
- Eritromisin, azitromisin, klaritromisin — menghambat metabolisme cisapride via CYP3A4, meningkatkan risiko aritmia
- Ritonavir, lopinavir (antiretroviral HIV) — menghambat CYP3A4, konsentrasi cisapride meningkat berbahaya
- Quinidine, amiodarone, sotalol — efek aditif perpanjangan interval QT
- Amitriptyline, haloperidol — meningkatkan risiko aritmia
- Benzodiazepine dan alkohol — cisapride memperkuat efek sedatif
- Antikoagulan (warfarin) — cisapride dapat memperpanjang waktu protrombin
- Antikolinergik (atropin, tiotropium) — efek antagonis terhadap motilitas saluran cerna cisapride
- Cimetidine, ranitidine — cisapride mempercepat absorpsi kedua obat ini
- Jus jeruk grapefruit — meningkatkan bioavailabilitas cisapride, hindari bersamaan
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Estimasi Harga
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
PIONAS BPOM
Alomedika: Farmakologi dan Efek Samping Cisapride, 2024
Drugs.com Propulsid (Cisapride) 2023
Medscape Cisapride 2024
ISO Indonesia Vol. 51
Acosta A & Camilleri M. Prokinetics in gastroparesis. Gastroenterology Clin N Am. 2015;44(1):97-111
Ditulis oleh

Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis oleh Terverifikasi ✓

apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.