Contoh Soal Uji Kompetensi Bidan (UKOM Kebidanan) + Jawaban

Uji Kompetensi (UKOM) merupakan tahap akhir yang menentukan kelulusan dan kelayakan praktik seorang bidan di Indonesia. Dengan mempelajari contoh soal UKOM bidan dan pembahasannya, Anda dapat memahami pola soal berbasis kasus, meningkatkan kemampuan analisis klinis, serta menghindari kesalahan umum saat ujian.

Kali ini kita akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian UKOM, kisi-kisi materi, contoh soal uji kompetensi bidan lengkap dengan pembahasan, hingga tips lulus UKOM dengan nilai tinggi.

Apa Itu Uji Kompetensi Bidan (UKOM Kebidanan)?

Uji Kompetensi Bidan (UKOM) adalah ujian nasional yang wajib diikuti oleh mahasiswa kebidanan sebelum mendapatkan sertifikat kompetensi. Ujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa seorang bidan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sesuai standar nasional.

UKOM biasanya dilakukan secara komputerisasi (CBT) dan mencakup soal berbasis kasus klinis yang menguji kemampuan analisis dan pengambilan keputusan.

Sistem Penilaian Uji Kompetensi Bidan

Penilaian UKOM menggunakan standar kelulusan nasional.

Peserta harus mencapai nilai minimal tertentu (passing grade) yang ditetapkan oleh panitia nasional uji kompetensi kesehatan.

Format Soal UKOM Kebidanan (CBT & OSCE)

  • CBT (Computer Based Test): soal pilihan ganda berbasis kasus
  • OSCE: ujian praktik keterampilan klinis

Kisi-Kisi dan Materi yang Sering Muncul dalam Soal UKOM Bidan

Materi dalam soal uji kompetensi bidan mencakup seluruh siklus kehidupan perempuan dan pelayanan kebidanan.

Soal Kehamilan (Antenatal Care)

Meliputi pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, anemia, preeklampsia.

Soal Persalinan (Intranatal Care)

Fokus pada proses persalinan normal dan komplikasi seperti partus lama.

Soal Nifas dan Menyusui

Mencakup perawatan ibu setelah melahirkan dan laktasi.

Soal Bayi Baru Lahir (Neonatus)

Meliputi asfiksia, hipotermia, dan perawatan neonatal.

Soal Kesehatan Reproduksi & KB

Termasuk kontrasepsi dan edukasi kesehatan reproduksi.

Soal Kegawatdaruratan Obstetri

Kasus seperti perdarahan postpartum dan eklampsia.

Contoh Soal Uji Kompetensi Bidan dan Pembahasan

Contoh Soal UKOM Bidan tentang Kehamilan

Soal:
Seorang ibu hamil usia 28 minggu datang dengan keluhan pusing dan tekanan darah 150/100 mmHg. Apa diagnosis yang paling mungkin?

A. Hipertensi kronis
B. Preeklampsia
C. Anemia
D. Hipotensi

Jawaban: B. Preeklampsia

Pembahasan: Tekanan darah tinggi pada kehamilan di atas 20 minggu mengarah pada preeklampsia.

Contoh Soal UKOM Bidan tentang Persalinan

Soal:
Seorang ibu dalam persalinan kala II, kepala bayi sudah terlihat. Tindakan apa yang harus dilakukan?

A. Menunggu
B. Episiotomi jika perlu
C. Operasi caesar
D. Rujuk

Jawaban: B

Pembahasan: Pada kala II, tindakan disesuaikan dengan kondisi, episiotomi dapat dilakukan jika diperlukan.

Contoh Soal UKOM Bidan tentang Masa Nifas

Soal: Ibu nifas mengalami perdarahan banyak. Apa tindakan pertama?

Jawaban: Massage uterus

Contoh Soal UKOM Bidan tentang Bayi Baru Lahir

Soal: Bayi lahir tidak menangis, tindakan pertama?

Jawaban: Resusitasi neonatus

Contoh Soal UKOM Bidan tentang Anak & Balita

Soal: Balita dengan diare, tanda dehidrasi?

Jawaban: Mata cekung, turgor kulit menurun

Contoh Soal UKOM Bidan tentang KB & Kesehatan Reproduksi

Soal: KB untuk ibu menyusui?

Jawaban: KB progestin (mini pil)

Contoh Soal UKOM Bidan tentang Etika dan Hukum Kebidanan

Soal: Memberikan informasi sebelum tindakan disebut?

Jawaban: Informed consent

Soal Uji Kompetensi Bidan dan Jawaban

Paket 1

1. Ny. N, 31 tahun, P1 A0, postpartum hari ke-2, dengan persalinan spontan, namun bayi meninggal karena gagal nafas. Saat ini payudara terlihat membesar, teraba tegang, kemerahan dan nyeri berdenyut. Ny. N menangis bila teringat bayinya, namun mampu berkomunikasi dengan baik dan kooperatif.

Diagnosa yang tepat untuk Ny. N adalah…

  • a. Mastitis
  • b. Postpartum blues
  • c. Infeksi puerperalis
  • d. Bendungan payudara
  • e. Gatal-gatal

2. Ny. M, 23 tahun, P3 A0, postpartum 4 jam yang lalu, bersalin spontan normal dengan rupture perineum dan dijahit derajat II/III. Saat ini kolostrum lancar, bayi menyusu kuat, kontraksi uterus kuat, TFU 1 jari di bawah pusat. Kandung kemih teraba penuh, tapi belum merasakan keinginan untuk miksi.

Kelanjutan masalah yang bisa muncul karena keluhan Ny. M saat ini adalah…

  • a. Hemoroid
  • b. Gagal ginjal
  • c. Thrombophlebitis
  • d. Subinvolusio uteri
  • e. Atonia uteri

3. Seorang bayi berusia 2 bulan dibawa ibunya ke puskesmas untuk diimunisasi. Hasil pemeriksaan berat badan 4.500 gram. Dilihat pada kartu KMS, bayi baru mendapat imunisasi HB 0 dan Polio 1.

Jenis imunisasi yang harus diberikan pada bayi dalam kasus di atas adalah…

  • a. DPT 1
  • b. BCG
  • c. Campak
  • d. DPT 2
  • e. HB 2

4. Seorang bayi berusia 9 bulan dibawa ibunya ke puskesmas untuk diimunisasi campak. Hasil pemeriksaan berat badan 7.500 gram, kondisi bayi sehat dan belum pernah menderita campak sebelumnya.

Bagaimanakah cara penyuntikan imunisasi tersebut?

  • a. Sub kutan
  • b. Intra vena
  • c. Intra muscular
  • d. Intra kutan
  • e. Peroral

5. Seorang perempuan usia 26 tahun datang ke RB. Klien mengatakan melahirkan anak pertamanya 40 hari yang lalu, belum pernah menggunakan kontrasepsi. Hasil pemeriksaan terdapat varises dan hipertensi.

Alat kontrasepsi yang cocok untuk perempuan dalam kasus di atas adalah…

  • a. Pil
  • b. IUD
  • c. Suntik
  • d. Implant
  • e. MOW

6. Seorang perempuan usia 28 tahun P1 A0, postpartum 12 hari, datang ke RS mengeluh payudaranya nyeri dan bengkak. Hasil pemeriksaan terdapat inflamasi dan kemerahan pada payudara sebelah kiri.

Diagnosa pada kasus di atas adalah…

  • a. Bendungan payudara
  • b. Tumor payudara
  • c. Mastitis
  • d. Abses payudara
  • e. Ca. payudara

7. Seorang perempuan usia 35 tahun melahirkan di BPM. Pada saat 2 jam postpartum, bidan melakukan pemeriksaan dan didapatkan uterus tidak berkontraksi serta terdapat perdarahan dari jalan lahir. Vital sign: TD 90/70 mmHg, S 36,5°C, R 18x/m, Nadi 80x/m.

Diagnosis pada kasus di atas adalah…

  • a. Atonia uteri
  • b. Retensio plasenta
  • c. Solusio plasenta
  • d. Inversion uteri
  • e. Prolaps uteri

8. Seorang perempuan usia 35 tahun melahirkan di BPM. Pada saat 2 jam postpartum, bidan melakukan pemeriksaan dan didapatkan uterus tidak berkontraksi serta terdapat perdarahan dari jalan lahir. TD 90/70 mmHg, S 36°C, R 18x/m, N 80x/m.

Tindakan segera berdasarkan kasus di atas adalah…

  • a. Manual plasenta
  • b. Eksplorasi rahim
  • c. Kompresi bimanual interna
  • d. Memberikan tampon pada vagina
  • e. Merujuk

9. Bidan melakukan kunjungan rumah pada seorang perempuan berusia 35 tahun P3 A0, postpartum 6 hari. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, TFU 2 jari di atas simfisis.

Asuhan yang diberikan bidan pada klien dalam kasus di atas adalah…

  • a. Memastikan involusi uterus berjalan dengan normal
  • b. Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
  • c. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan
  • d. Pemberian ASI awal kepada ibu
  • e. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi

10. Seorang perempuan berusia 40 tahun P4 A1, postpartum 3 minggu, datang ke BPM dengan keluhan demam tinggi menggigil, nyeri bagian perut bawah, kembung. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, Nadi 100x/m, R 25x/m, S 39°C. PD kavum douglas menonjol dan fungsi kavum douglas berisi pus.

Diagnosa pada kasus di atas adalah…

  • a. Metritis
  • b. Peritonitis
  • c. Abses pelvic
  • d. Mastitis
  • e. Selulitis

Jawaban: 1.D, 2.D, 3.B, 4.A, 5.B, 6.A, 7.A, 8.C, 9.A, 10.A


Paket 2

1. Seorang ibu hamil berusia 28 tahun, G2 P1 A0, hamil 36 minggu, datang ke BPS diantar oleh keluarganya dalam keadaan tidak sadar. Saat di rumah, Ny. Teti mengalami kejang-kejang. Hasil pemeriksaan: TD 160/110 mmHg, Nadi 100x/m, Pernafasan 16x/m, DJJ irregular, TFU 3 jari di bawah PX, presentasi kepala, punggung kanan, dan edema pada wajah, tangan dan kaki.

Diagnosa yang tepat untuk kasus di atas adalah…

  • a. Eklampsia
  • b. Pre eklampsia
  • c. Pre eklampsia ringan
  • d. Pre eklampsia sedang
  • e. Hiperemesis gravidarum

2. Seorang ibu hamil 32 tahun, G1 P0 A0, hamil 29 minggu, datang ke BPS dengan keluhan mengeluarkan darah banyak dari jalan lahir, merah segar, tidak disertai nyeri perut. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, Nadi 80x/m, Pernafasan 16x/m, KU lemah pucat.

Diagnosa yang tepat untuk kasus di atas adalah…

  • a. Solusio plasenta
  • b. Plasenta previa
  • c. Ruptur uteri
  • d. Abortus imminens
  • e. Abortus inkomplete
BACA:  Daftar Singkatan dalam Kebidanan: Panduan Lengkap dan Informasi

3. Seorang ibu hamil G1 P0 A0, umur 20 tahun, datang ke klinik bersama suaminya untuk memeriksakan kehamilannya. Keluhan pusing dan nyeri kepala, kadang-kadang disertai muntah dan penglihatan kabur. Setelah diperiksa: TD 140/90 mmHg, Nadi 80x/m, Pernafasan 20x/m.

Diagnosa yang dapat ditegakkan pada kasus di atas adalah…

  • a. Hipertensi
  • b. Pre eklampsi
  • c. Hiperemesis gravidarum
  • d. Pre eklampsia berat
  • e. Pre eklampsi ringan

4. Seorang ibu nifas berusia 26 tahun, postpartum 4 hari yang lalu ditolong oleh dukun. Anaknya meninggal dunia setelah lahir, lama persalinan 2 hari dimana sebelumnya ketuban telah pecah. Datang ke klinik dengan keluhan sejak 3 hari yang lalu mengalami panas, menggigil, luka perineum tampak kemerahan, bengkak dan mengeluarkan pus. Hasil pemeriksaan: TFU 2 jari di bawah pusat, TD 100/60 mmHg, Nadi 90x/m, RR 20x/m, T 39°C.

Faktor predisposisi dari kasus di atas adalah…

  • a. Kondisi ibu lemah
  • b. Anak lahir mati
  • c. Distosia bahu
  • d. Partus lama
  • e. Robekan jalan lahir

5. Seorang ibu hamil berusia 26 tahun, G3 P2 A0, usia kehamilan 12 minggu, datang ke rumah sakit bersama suaminya dengan keluhan perdarahan sedikit, mengeluh mual muntah 4-5 kali sehari. Hasil pemeriksaan: TD 140/90 mmHg, TFU 3 jari di bawah pusat, ballotemen (-), DJJ (-).

Tindakan yang tepat dilakukan untuk penanganan kasus di atas adalah…

  • a. Kuretase
  • b. Kemoterapi
  • c. Histerektomi
  • d. Histerotomi
  • e. Evakuasi vakum

6. Seorang ibu hamil G4 P3 A0, berusia 27 tahun, hamil aterm, datang ke polindes dengan keluhan kejang-kejang. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh TD 190/140 mmHg, muka, tangan dan kaki edema. Pada pemeriksaan VT pembukaan serviks 5 cm.

Yang harus dilakukan pada ibu sebelum dirujuk ke RS adalah…

  • a. Berikan O2
  • b. Tidurkan miring kiri
  • c. Berikan infus RL
  • d. Berikan glukonat kalsium
  • e. Berikan MgSO4

7. Seorang ibu hamil G1 P0 A0, berusia 36 tahun, datang ke klinik dengan keluhan waktu bangun tidur mengeluarkan darah segar lewat jalan lahir, keluhan tidak disertai nyeri perut. Keadaan umum lemah, pucat. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh TD 90/60 mmHg, Nadi 80x/m. Pemeriksaan lab Hb 8,4 gr%.

Penanganan yang tepat untuk kasus di atas adalah…

  • a. Transfusi darah
  • b. Konseling dan rujuk
  • c. Infus NaCl 0,9% dan rujuk
  • d. Infus NaCl 0,9%, informed consent dan rujuk
  • e. Informed consent dan rujuk

8. Seorang ibu hamil berusia 29 tahun, G2 P0 A1, hamil 40 minggu, janin tunggal hidup intrauterin dengan letak kepala. TFU 39 cm. Dari pemeriksaan didapatkan pembukaan sudah lengkap dengan kepala di Hodge IV. Setelah dipimpin meneran 45 menit, kepala lahir, tetapi bahu anterior macet di simfisis pubis. Selama hamil ibu tersebut mengeluh banyak makan, banyak minum dan ngemil.

Diagnosa yang tepat untuk kasus di atas adalah…

  • a. Partus lama
  • b. Distosia bahu
  • c. Partus tidak maju
  • d. Kepala bayi macet
  • e. Bayi besar

9. Seorang ibu berusia 35 tahun, P5 A0, datang ke klinik dan telah melahirkan bayi laki-laki. Plasenta lahir lengkap 25 menit setelah diberikan injeksi oksitosin ke-2. Perdarahan 500 cc, kontraksi uterus lembek, TFU setinggi pusat, TD 100/70 mmHg, keadaan umum lemah, Nadi 100x/m.

Tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh bidan untuk mengatasi perdarahan tersebut adalah…

  • a. Berikan ergometrin 0,2 mg IM
  • b. Lakukan kompresi bimanual interna
  • c. Lakukan kompresi bimanual eksterna
  • d. Pasang infus RL 500 ml + oksitosin 20 unit
  • e. Mengecek kelengkapan plasenta

10. Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke klinik mengeluh sudah 2 bulan tidak menstruasi, perut bawah nyeri dan mengeluarkan bercak darah berwarna coklat. Hasil pemeriksaan dalam: belum ada pembukaan portio, nyeri goyang, PP test (+).

Diagnosa yang tepat untuk kasus di atas adalah…

  • a. Mola hidatidosa
  • b. Abortus insipiens
  • c. Abortus imminens
  • d. Abortus inkomplete
  • e. Kehamilan ektopik terganggu

Jawaban: 1.A, 2.B, 3.A, 4.D, 5.A, 6.E, 7.D, 8.B, 9.B, 10.E


Paket 3

1. Ibu Dian, umur 25 tahun, datang ke klinik bidan dengan keluhan mual muntah terus-menerus, tidak ada nafsu makan, tidak menstruasi selama 2 bulan. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 96x/m, S 38°C, R 18x/m, dan hasil planotest (+) hamil.

Diagnosa yang ditegakkan untuk Ibu Dian adalah…

  • a. Hiperemesis gravidarum I
  • b. Hiperemesis tingkat I
  • c. Hiperemesis tingkat II
  • d. Hiperemesis tingkat III
  • e. Hiperemesis tingkat IV

2. Ibu Sara, umur 28 tahun, G1 P0 A0, usia kehamilan 36 minggu, datang ke klinik bidan. TD 120/80 mmHg, RR 20x/m, N 89x/m, TFU 36 cm, DJJ 132x/m, dan kepala sudah memasuki PAP.

TBJ Ibu Sara adalah…

  • a. 3.750 gram
  • b. 3.875 gram
  • c. 4.030 gram
  • d. 4.185 gram
  • e. 4.340 gram

3. Dari kasus di atas (No. 2), diagnosa yang tepat untuk Ibu Sara adalah…

  • a. Polihidramnion
  • b. Diabetes mellitus
  • c. Gangguan ginjal
  • d. Diabetes insipidus
  • e. Diabetes mellitus gestasional

4. Ibu Ani, 35 tahun, hamil ke-3, datang ke klinik bidan bersalin dengan amenorhoe 3 bulan. Ibu merasa sering mual, kadang-kadang muntah. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, R 19x/m, N 90x/m, TFU 3 jari di bawah pusat, tidak teraba ballotemen, dan hasil pemeriksaan PPV: darah kecoklatan.

Diagnosa yang tepat pada Ibu Ani adalah…

  • a. Kehamilan dengan hiperemesis gravidarum
  • b. Kehamilan dengan abortus imminens
  • c. Kehamilan dengan mola hidatidosa
  • d. Kehamilan dengan ektopik terganggu
  • e. Kehamilan dengan anemia

5. Ibu Retno, umur 36 tahun, G1 P0 A0, hamil 30 minggu, datang ke klinik bidan bersalin dengan keluhan waktu bangun tidur mengeluarkan darah segar lewat jalan lahir dan tidak disertai nyeri. Hasil pemeriksaan: KU lemah, pucat, TD 90/60 mmHg, Hb 8,4 gr%.

Diagnosa yang tepat pada Ibu Retno adalah…

  • a. Ruptur uteri
  • b. Abortus imminens
  • c. Plasenta previa
  • d. Solusio plasenta
  • e. Abortus inkomplete

6. Ibu Ari, umur 23 tahun, G1 P0 A0, datang ke klinik bidan dengan keluhan keluarnya flek hitam dari alat kelamin sejak 2 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TFU 3 jari di atas simfisis, inspekulo keluar darah dari OUE dan tidak ada pembukaan.

Diagnosa yang ditegakkan pada Ibu Ari adalah…

  • a. Blighted ovum
  • b. Abortus insipiens
  • c. Abortus imminens
  • d. Abortus inkomplete
  • e. Implantation bleeding

7. 2 minggu kemudian Ibu Ari datang ke klinik bidan. Belum mengeluarkan jaringan, perut mules. Hasil pemeriksaan: TD 110/50 mmHg, N 90x/m, pemeriksaan dalam teraba jaringan.

Diagnosa Ibu Ari sekarang adalah…

  • a. Abortus insipiens
  • b. Abortus imminens
  • c. Abortus komplit
  • d. Abortus habitualis
  • e. Abortus inkomplete

8. Ibu Ria, G6 P3 A2, umur 34 tahun, hamil 29 minggu, datang ke rumah sakit dengan keluhan perdarahan pervaginam merah kehitaman, nyeri perut menetap, gerakan janin tidak terasa. TD 120/80 mmHg, N 80x/m, S 37°C.

Diagnosa yang tepat pada kasus Ibu Ria adalah…

  • a. Vasa previa
  • b. Plasenta previa
  • c. Solusio plasenta
  • d. Plasenta letak rendah
  • e. Hipertensi pada kehamilan

9. Komplikasi yang terjadi pada kasus di atas adalah…

  • a. Bayi baru lahir normal
  • b. Kecil masa kehamilan
  • c. Besar masa kehamilan
  • d. Intra uterine foetal death
  • e. Partus prematur

10. Ibu Rita, umur 35 tahun, G2 P1 A0, umur kehamilan 29 minggu, datang ke rumah sakit dengan keluhan cepat lelah, sesak nafas, dan keluhan tersebut hilang saat istirahat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan palpasi dan edema di tangan dan tungkai. TD 110/80 mmHg, N 90x/m.

Diagnosa yang ditegakkan untuk Ibu Rita adalah…

  • a. Penyakit jantung kelas I
  • b. Penyakit jantung kelas II
  • c. Penyakit jantung kelas III
  • d. Penyakit jantung koroner
  • e. Penyakit jantung akut

Jawaban: 1.C, 2.B, 3.E, 4.C, 5.C, 6.C, 7.E, 8.C, 9.D, 10.B


Paket 4

1. Seorang perempuan berusia 27 tahun, G1 P0 A0, usia kehamilan 10 minggu, datang bersama suami ke klinik dengan keluhan mual muntah setiap makan. Hasil pemeriksaan fisik: KU ibu baik, TD 110/80 mmHg, Nadi 88x/m, Frek. nafas 20x/m, Suhu 36,5°C.

Cara mengatasi keluhan pada kasus di atas adalah…

  • a. Makan makanan asam
  • b. Makan makanan yang pedas
  • c. Makan coklat sedikit demi sedikit
  • d. Makan sedikit-sedikit tapi sering
  • e. Sering makan makanan yang bersantan

2. Seorang wanita berusia 25 tahun, usia kehamilan 38 minggu, datang bersama suami ke bidan praktek mandiri dengan keluhan perutnya mulas-mulas yang semakin sering. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, Nadi 80x/m, Frek. nafas 24x/m, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5. Hasil VT: portio tipis lunak, pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh, presentasi kepala, penurunan di Hodge II.

Diagnosa untuk kasus di atas adalah…

  • a. Inpartus kala I fase laten
  • b. Inpartus kala I fase aktif
  • c. Inpartus kala I fase aktif akselerasi
  • d. Inpartus kala I fase aktif deselerasi
  • e. Inpartus kala I fase laten memanjang

3. Seorang wanita berusia 26 tahun datang ke klinik bersalin. Klien mengatakan melahirkan anak pertama 40 hari yang lalu, belum pernah menggunakan kontrasepsi. Pada pemeriksaan tanda vital: TD 120/70 mmHg, Nadi 80x/m, Frek. nafas 24x/m. Hasil pemeriksaan terdapat varises dan hipertensi.

Alat kontrasepsi yang cocok untuk perempuan dalam kasus di atas adalah…

  • a. Pil
  • b. IUD
  • c. Suntik
  • d. Implant
  • e. MOW
BACA:  Pemahaman Mendalam tentang AUB dalam Kebidanan dan Implikasinya

4. Seorang wanita usia 30 tahun, 2 minggu postpartum. Saat kunjungan ke rumahnya, ibu mengeluh demam selama 2 hari, payudara teraba panas, tegang dan nyeri. Ibu tidak berani menyusui. Hasil pemeriksaan: KU ibu lemah dan tampak kesakitan, Suhu 38,5°C, payudara merah, tegang dan bengkak. Fundus uteri tidak teraba, pengeluaran lochea alba.

Diagnosa pada kasus di atas adalah…

  • a. Bendungan ASI
  • b. Peradangan
  • c. Fisiologis
  • d. Mastitis
  • e. Infeksi

5. Seorang wanita berusia 22 tahun, 3 hari postpartum. Saat kunjungan ke rumahnya, ibu mengeluh ada pengeluaran cairan berwarna merah kekuningan berisi darah dan lendir pada daerah kewanitaannya. Pemeriksaan vital sign: TD 90/70 mmHg, S 36,5°C, R 18x/m, N 80x/m.

Diagnosa pada kasus di atas adalah…

  • a. Lochea rubra
  • b. Lochea sanguinolenta
  • c. Lochea serosa
  • d. Lochea alba
  • e. Lochiostasis

6. Seorang wanita berusia 38 tahun mengaku telah melahirkan anak ketiganya 2 hari yang lalu di RSUD Cianjur. Saat ini ibu mengeluh pusing dan penglihatan kurang jelas. Menurut pengakuannya, saat hamil 8 bulan tekanan darahnya meningkat. Hasil pemeriksaan: TD 150/110 mmHg, protein urine +2, dan pada ekstremitas bawah terlihat edema.

Diagnosa medis yang paling tepat pada kasus di atas adalah…

  • a. Eklampsi
  • b. Hipertensi
  • c. Pre eklampsi berat
  • d. Pre eklampsi ringan
  • e. Pre eklampsi sedang

7. Seorang wanita usia 35 tahun, usia kehamilan 4 minggu, datang ke BPM dengan keluhan kram pada perut, perdarahan disertai bercak dan sedang dari kemaluannya. Hasil pemeriksaan vital sign: TD 110/60 mmHg, N 97x/m, R 24x/m, S 37,5°C. Pada pemeriksaan dalam serviks tertutup.

Diagnosa pada kasus di atas adalah…

  • a. Abortus komplit
  • b. Abortus insipiens
  • c. Abortus imminens
  • d. Abortus inkomplete
  • e. Abortus mola

8. Seorang wanita usia 24 tahun, P1 A0, telah melahirkan bayi secara spontan 30 menit yang lalu di BPM. Bidan telah melakukan penyuntikan oksitosin 1 dan 2, masase uterus. Pemeriksaan vital sign: TD 110/70 mmHg, N 82x/m, R 24x/m, S 37°C. Dari hasil pemeriksaan didapatkan ibu mengalami perdarahan, plasenta lahir lengkap, kandung kemih kosong.

Diagnosa pada ibu tersebut adalah…

  • a. Solusio plasenta
  • b. Robekan serviks
  • c. Sisa plasenta
  • d. Atonia uteri
  • e. Inversio uteri

9. Seorang wanita berusia 21 tahun, G1 P0 A0, hamil 20 minggu, datang ke BPM untuk pertama kali ANC. Hasil pemeriksaan dalam keadaan normal. Vital sign: TD 110/70 mmHg, Nadi 80x/m, Pernafasan 24x/m, Suhu 36°C. Asuhan kebidanan yang diberikan oleh bidan adalah memberikan imunisasi tetanus toksoid.

Tujuan tindakan yang dilakukan adalah…

  • a. Mencegah tetanus pada ibu
  • b. Mencegah tetanus pada bayi
  • c. Mencegah tetanus pada petugas
  • d. Mencegah tetanus pada ibu dan bayi
  • e. Mencegah tetanus pada petugas dan ibu

10. Seorang wanita usia 28 tahun telah melahirkan bayi sehat dan normal di BPM. KU ibu normal. Vital sign: TD 120/80 mmHg, Nadi 82x/m, Pernafasan 25x/m, S 37°C. Saat ini tangan disertai tekanan pada atas simfisis, tali pusat ditegangkan, maka bila tali pusat masuk berarti belum lepas, jika diam atau maju berarti sudah lepas.

Nama metode pengeluaran plasenta yang dilakukan oleh bidan adalah…

  • a. Kustner
  • b. Klein
  • c. Strassman
  • d. Duncan
  • e. Schultze

Jawaban: 1.D, 2.D, 3.E, 4.A, 5.B, 6.D, 7.C, 8.C, 9.B, 10.A


Paket 5

1. Seorang perempuan, usia 35 tahun, sudah memiliki 2 orang anak (usia 3 tahun dan 1 tahun), datang ke puskesmas untuk ber-KB. Hasil pengkajian: pasien belum pernah ber-KB. Pada dokumentasi bidan menggaris bawahi usia pasien.

Alasan bidan menganggap usia penting diperhatikan pada kasus tersebut adalah…

  • a. Usia 35 tahun adalah batas risiko
  • b. Pasien terlambat ber-KB
  • c. Pasien belum pernah ber-KB
  • d. Karena pasien sudah memiliki 2 anak
  • e. Untuk penentuan alternatif KB yang dipilih

2. Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke BPM. Ingin menggunakan kontrasepsi jangka panjang AKDR untuk tidak memiliki anak lagi. Hasil pemeriksaan: planotest (-) dan sedang haid hari ke-3.

Tindakan awal yang dilakukan bidan tersebut adalah…

  • a. Melakukan pemasangan AKDR
  • b. Memberikan inform consent KB AKDR
  • c. Memberi konseling peralatan AKDR
  • d. Mempersiapkan peralatan AKDR
  • e. Memberikan informed choice kontrasepsi

3. Bidan datang ke rumah seorang perempuan berusia 35 tahun. Keluhan: 1 bulan postpartum anak ke-4 dan ingin menghentikan kehamilannya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 70x/m, RR 16x/m, perdarahan postpartum (-).

Alat kontrasepsi yang sebaiknya disarankan untuk perempuan tersebut adalah…

  • a. Metode kontrasepsi sederhana tanpa alat
  • b. Kontrasepsi sederhana dengan alat
  • c. Kontrasepsi hormonal
  • d. Kontrasepsi non hormonal
  • e. Kontrasepsi mantap

4. Seorang perempuan umur 29 tahun datang ke BPM. Keluhan: melahirkan 40 hari yang lalu, anak pertama, sedang menyusui dan belum mau melakukan hubungan intim karena takut hamil. Pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 89x/m, RR 24x/m, S 36,5°C.

Pil kemasan isi 28 yang diberikan bidan untuk kasus tersebut mengandung…

  • a. 75 mcg norgestrel
  • b. 100 mcg norgestrel
  • c. 200 mcg norgestrel
  • d. 300 mcg norgestrel
  • e. 350 mcg norgestrel

5. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke klinik bersalin. Keluhan: telah memakai pil kombinasi selama 1 tahun, sekarang mengalami bercak-bercak perdarahan di luar haid. Hasil pemeriksaan: TTV normal, muka berjerawat dan BB meningkat 15 kg.

Masalah gangguan haid pada kasus di atas adalah…

  • a. Menoragia
  • b. Metroragia
  • c. Polimenorhea
  • d. Oligomenorhea
  • e. Hipermenorhea

6. Seorang perempuan usia 26 tahun datang ke klinik. Telah melahirkan 6 bulan lalu, belum KB, ingin memakai alat kontrasepsi dan sedang menyusui. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, planotest (-) dan masa pemberian ASI eksklusif.

Tindakan yang paling utama dilakukan bidan pada perempuan tersebut adalah…

  • a. Pemeriksaan fisik pada klien
  • b. Pemberian alat kontrasepsi KB pada klien
  • c. Lakukan konseling KB pada klien
  • d. Memberikan informed choice pada klien
  • e. Memberikan informed consent pada klien

7. Bidan datang ke rumah seorang perempuan berusia 27 tahun, telah melahirkan anak ke-5, 2 bulan yang lalu. Dengan keluhan ingin menghentikan kehamilannya, sedang menyusui dan ingin memakai KB. Hasil pemeriksaan: terdapat varises berat pada tungkai, TD 150/100 mmHg dan pernah terkena penyakit stroke.

Lama pemakaian metode kontrasepsi maksimal yang dapat digunakan adalah…

  • a. 8 tahun
  • b. 5 tahun
  • c. 3 tahun
  • d. 7 tahun
  • e. 2 tahun

8. Seorang perempuan usia 23 tahun, menikah 1 bulan yang lalu, datang ke klinik bersalin. Belum ingin memiliki anak, suami bekerja di luar kota dan akan menggunakan KB kondom. Dari hasil anamnesa suami mempunyai riwayat ejakulasi dini.

Efek samping utama pada penggunaan KB tersebut adalah…

  • a. Ekspulsi
  • b. Keputihan
  • c. Reaksi alergi
  • d. Infeksi saluran uretra
  • e. Timbul cairan vagina yang berbau

9. Ny. V, usia 42 tahun, mengalami menstruasi tidak teratur kurang lebih 6 bulan. Saat ini setiap menstruasi perdarahan banyak dan keluar stolsel. Datang ke bidan. Hasil pemeriksaan fisik: TD 120/70 mmHg, N 120x/m dan cepat, R 29x/m, pemeriksaan abdomen teraba masa berbenjol-benjol.

Tindakan sementara dalam mengatasi perdarahan Ny. V yang dapat diberikan adalah…

  • a. Roboransia
  • b. Uterotonika
  • c. Hormon estrogen
  • d. Suntikan antikoagulan
  • e. Hormon progesteron

10. Seorang ibu usia 27 tahun melahirkan anak ke-2 berusia 2 bulan, masih menyusui dan belum mendapatkan haid. Datang ke bidan dengan maksud ingin ber-KB yang tidak mengganggu kelancaran ASI. Hasil pemeriksaan: TTV normal.

Konseling kontrasepsi yang tepat diberikan bidan pada kasus tersebut adalah…

  • a. Kontap
  • b. Implant
  • c. Suntikan
  • d. Pil kombinasi
  • e. MAL sampai bayi berusia 6 bulan

Jawaban: 1.E, 2.B, 3.E, 4.A, 5.D, 6.C, 7.B, 8.C, 9.B, 10.E


Paket 6

1. Seorang ibu berusia 31 tahun bernama Ny. Laila, datang ke klinik bidan diantar suaminya dengan keluhan 2 bulan tidak datang haid, dan mual muntah setiap paginya sejak 2 hari yang lalu. Ibu tersebut memiliki anak pertama yang berusia 2 tahun dan tidak pernah mengalami keguguran. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 60x/m, P 16x/m, S 37°C, ballotemen (+), planotest (+).

Diagnosa yang paling tepat untuk Ibu Laila adalah…

  • a. Mual muntah biasa
  • b. Morning sickness
  • c. Mola hidatidosa
  • d. Tanda-tanda hamil
  • e. Hamil muda

2. Ibu Ani, G2 P1 A1 H1, 28 tahun, datang ke klinik diantar oleh adiknya dengan keluhan 2 hari keluar darah merah segar dari kemaluan tanpa disertai rasa nyeri. Usia kehamilan Ibu Ani sudah 34 minggu. Dari pemeriksaan USG terlihat ada yang menghambat jalan lahir dengan jelas.

Diagnosa Ibu Ani yang paling tepat adalah…

  • a. Abortus
  • b. Kehamilan gemeli
  • c. Serotinus
  • d. Plasenta previa
  • e. Plasenta akreta

3. Seorang wanita berusia 28 tahun, G3 P2 A0 H2, datang ke klinik dokter spesialis kandungan diantar suaminya dengan keluhan sering sakit kepala dan sakit pada ulu hatinya. Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, N 70x/m, P 22x/m, S 37°C.

Pemeriksaan yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosa adalah…

  • a. Skin test
  • b. Protein urine
  • c. Glukosa
  • d. Gula darah
  • e. USG

4. Seorang wanita berusia 32 tahun datang ke klinik bidan diantar oleh suaminya. Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke-3, dan tidak pernah mengalami keguguran. Ibu tersebut mengatakan ini baru pemeriksaan kehamilan yang ke-2. Dari pemeriksaan bidan didapatkan hasil TFU 3 jari di bawah processus xyphoideus (PX).

Standar minimal pemeriksaan kehamilan pada ibu tersebut adalah…

  • a. 1 kali
  • b. 2 kali
  • c. 3 kali
  • d. 4 kali
  • e. 5 kali
BACA:  12+ Kewajiban Anak di Rumah: Cara Mendidik Anak Agar Bertanggung Jawab dan Mandiri

5. Ibu Fatma, berusia 28 tahun, G2 P1 A0 H1, datang ke bidan desa diantar suaminya untuk memeriksakan kehamilannya. Pada pemeriksaan palpasi didapatkan TFU pertengahan pusat dan PX, dan pada saat pemeriksaan auskultasi terdengar DJJ lebih dari satu.

Diagnosa pada kehamilan Ibu Fatma tersebut adalah…

  • a. Kehamilan normal
  • b. Kehamilan ektopik
  • c. Kehamilan gemeli
  • d. Kehamilan berisiko
  • e. Kehamilan mola hidatidosa

6. Seorang wanita, G5 P4 A0 H4, datang ke BPM dengan keluhan darah banyak tiba-tiba dari kemaluan. Hasil pemeriksaan: usia kehamilan 32 minggu, Nadi cepat dan lemah 110x/m, TD 70/50 mmHg, Pernafasan cepat 35x/m, kulit terasa lembab dan dingin, ibu dalam keadaan tidak sadar.

Penanganan awal yang paling tepat pada kasus di atas adalah…

  • a. Rujuk ibu sesegera mungkin
  • b. Pasang infus Ringer Laktat
  • c. Siapkan alat untuk pertolongan persalinan
  • d. Lakukan kateterisasi kandung kemih
  • e. Naikkan kaki untuk menambah jumlah darah ke jantung

7. Seorang wanita, G5 P4 A0 H4, datang ke BPM dengan keluhan sering merasa pusing, cepat lelah, mata berkunang-kunang apalagi ketika bangun dari duduk, nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 85x/m, Nafas 25x/m, konjungtiva terlihat pucat, TFU 3 jari di atas pusat. Hasil lab Hb 9 gr%.

Diagnosa yang paling tepat pada kasus di atas adalah…

  • a. Ibu hamil dengan anemia ringan
  • b. Ibu hamil dengan anemia sedang
  • c. Ibu hamil dengan anemia berat
  • d. Ibu hamil dengan pre eklampsia ringan
  • e. Ibu hamil dengan pre eklampsia berat

8. Seorang wanita hamil datang ke BPM dengan keluhan keluar darah yang banyak dari kemaluannya membasahi 1 helai pembalut disertai dengan gumpalan. Perut ibu terasa mules dan nyeri. Sudah tidak datang haid 3 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan dalam: sudah ada pembukaan, ketuban menonjol. Planotest positif. TTV dalam batas normal. TFU melebihi usia kehamilan, tidak terasa janin, uterus teraba lunak. Hasil pemeriksaan disertai gelembung-gelembung kecil seperti mata ikan.

Diagnosa yang paling tepat untuk kasus di atas adalah…

  • a. Mola hidatidosa
  • b. Abortus insipiens
  • c. Abortus komplit
  • d. Abortus inkomplete
  • e. Missed abortion

9. Seorang wanita datang dengan keluarganya ke BPM. Suami mengatakan istrinya sering mual muntah, ini kehamilannya yang pertama. Istri terlihat lemah, nafsu makan menurun sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: ibu tampak lemas, kesadaran apatis, TD 80/50 mmHg, Nadi 102x/m, Suhu 37,9°C, Nafas 27x/m, BB sekarang 47 kg (BB sebelum hamil 50 kg), mulut kering, nafas berbau aseton, usia kehamilan 10 minggu.

Diagnosa yang paling tepat pada kasus di atas adalah…

  • a. Hiperemesis gravidarum derajat I
  • b. Hiperemesis derajat II
  • c. Hiperemesis derajat III
  • d. Morning sickness
  • e. Gastritis kronis

10. Seorang perempuan, G5 P4 A0 H4, datang ke BPM dengan keluhan sering merasa pusing, cepat lelah, mata berkunang-kunang apalagi ketika bangun dari duduk dan nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, Nadi 85x/m, Nafas 25x/m, konjungtiva terlihat pucat. TFU 3 jari di atas pusat. Hasil lab Hb 9 gr%.

Penatalaksanaan yang paling tepat pada kasus di atas adalah…

  • a. Memberikan ibu tablet Fe dengan dosis 1×1
  • b. Menganjurkan ibu agar lebih sering melakukan ANC
  • c. Menganjurkan ibu agar mengonsumsi tomat
  • d. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktivitasnya
  • e. Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang gizi yang baik

Jawaban: 1.B, 2.D, 3.B, 4.D, 5.C, 6.B, 7.B, 8.A, 9.B, 10.A


Paket 7

1. Ny. T, seorang ibu rumah tangga, datang ke poli kandungan dengan keluhan ada bengkak di daerah kemaluan bagian bawah, ada leukore, panas dan nyeri waktu kencing. Dari hasil anamnesa, suami bekerja sebagai driver bus antar provinsi dan pulang 1 minggu sekali.

Ny. T menderita penyakit…

  • a. Vulvitis
  • b. Vaginitis
  • c. Cervixitis
  • d. Bartholinitis
  • e. Endometriosis

2. Nn. S, umur 19 tahun, datang ke tempat bidan untuk diperiksa. KU pucat dan perut membesar dengan TFU 3 jari di bawah pusat serta teraba lunak dengan ballotemen negatif. Hasil anamnesa: Nn. S belum pernah menstruasi, setiap bulan merasakan nyeri siklik ±5 hari.

Perut Nn. S membesar disebabkan…

  • a. Adanya cairan di rongga perut
  • b. Tertumpuknya darah di uterus
  • c. Adanya tumor jinak
  • d. Adanya tumor jinak otot
  • e. Tertumpuknya darah di tuba falopi

3. Ny. K, umur 40 tahun, P6 A1, datang ke tempat bidan untuk periksa karena perdarahan. KU pucat, TD 90/60 mmHg, N 88x/m, S 37,6°C, R 18x/m, Hb 7 gram. Hasil anamnesa: Ny. K mengalami perdarahan bila melakukan hubungan seksual.

Untuk menegakkan diagnosis, maka Ny. K perlu dilakukan pemeriksaan…

  • a. Tes DNA HPV
  • b. Darah
  • c. Urine
  • d. VDRL
  • e. ELISA

4. Nn. A, umur 35 tahun, datang ke BPS ingin periksa. Payudara sebelah kiri terdapat benjolan yang semakin lama semakin membesar, sulit digerakkan, terasa sakit.

Berdasarkan data di atas, kemungkinan Nn. A menderita…

  • a. Paget disease
  • b. Kanker payudara
  • c. Fibro adenoma mammae
  • d. Kista sarkoma filodes
  • e. Engorgement

5. Ny. M, umur 40 tahun, mempunyai 2 anak, datang ke praktek bidan. Dalam 1 tahun terakhir ini mengalami menstruasi tidak teratur, sering mengalami panas di muka, kemerahan dan demam. Hasil anamnesa: Ny. M mengalami menstruasi pertama pada usia 9 tahun.

Kemungkinan Ny. M mengalami…

  • a. Fase menopause
  • b. Fase pra menopause
  • c. Fase perimenopause
  • d. Fase pasca menopause
  • e. Fase senium

6. Ny. N, umur 21 tahun, datang ke BPS dengan keluhan pada payudara sebelah kanan teraba benjolan, mudah digerakkan, tidak berubah-ubah besarnya dan tidak nyeri.

Deteksi dini yang dapat dilakukan pada Ny. N adalah…

  • a. Mammografi
  • b. SADARI
  • c. IVA test
  • d. Papanicolaou smear
  • e. USG

7. Ny. I, umur 30 tahun, dengan riwayat abortus 3 kali. Sekarang mengalami perdarahan yang tidak kunjung berhenti sejak mulai haid sampai sekarang. Perdarahan telah terjadi selama 12 hari dengan sifat darah banyak, disertai nyeri pada perut yang terus-menerus. Ia sekarang merasa sering pusing dan mudah berkunang-kunang. Dari pemeriksaan VT dijumpai adanya masa uterus, padat dan berbenjol-benjol.

Dugaan diagnosa Ny. I adalah…

  • a. Mioma uteri
  • b. Mola hidatidosa
  • c. Abortus habitualis
  • d. Torsi mioma uteri
  • e. Koriokarsinoma

8. Ny. T, umur 47 tahun, mengeluh sejak 1 tahun ini mengalami menstruasi yang tidak teratur, kadang-kadang 3 bulan tidak menstruasi, kadang menstruasi sangat banyak. Akhir-akhir ini sering merasa cemas, dada berdebar-debar, sulit tidur dan mudah tersinggung. Setelah dilakukan pemeriksaan dijumpai: TD 130/80 mmHg, N 88x/m, BB 76 kg.

Mudah tersinggung, rasa cemas dan sulit tidur yang dialami Ny. T merupakan…

  • a. Reaksi sensorik
  • b. Reaksi neurosis
  • c. Reaksi hiperaktif
  • d. Reaksi vasomotoris
  • e. Reaksi emosional

9. Ny. V, umur 42 tahun, mengalami menstruasi tidak teratur kurang lebih 6 bulan. Saat ini setiap menstruasi perdarahan banyak dan keluar stolsel. Datang ke bidan. Hasil pemeriksaan fisik: TD 120/70 mmHg, N 120x/m dan cepat, R 29x/m, pemeriksaan abdomen teraba masa berbenjol-benjol.

Kemungkinan Ny. V mengalami suspect…

  • a. Mioma uteri
  • b. Endometriosis
  • c. Kistoma ovarii
  • d. Servixitis uteri
  • e. (tidak tercantum dalam soal asli)

10. Ny. R, umur 38 tahun, BB 75 kg, TB 150 cm, datang ke bidan dengan keluhan rasa panas dan nyeri saat kencing, leukore yang disertai rasa gatal hingga menjadi iritasi. Ia merasa terganggu saat koitus. Hasil pemeriksaan: tampak introitus vagina berwarna merah, bengkak dan tertutup sekret.

Pemeriksaan utama pada kasus di atas adalah…

  • a. Obstetri
  • b. Ginekologi
  • c. Antropometri
  • d. Tanda-tanda vital
  • e. Pemeriksaan fisik

Jawaban: 1.A, 2.B, 3.A, 4.B, 5.B, 6.B, 7.A, 8.B, 9.A, 10.B


Tips Lulus Uji Kompetensi Bidan dengan Nilai Tinggi

Cara Menganalisis Soal Kasus UKOM

Fokus pada kata kunci seperti usia kehamilan, gejala, dan tanda vital.

Strategi Manajemen Waktu saat Ujian

Jangan terlalu lama di satu soal, lanjutkan dan kembali jika perlu.

Kesalahan Umum Peserta UKOM

  • Tidak membaca soal dengan teliti
  • Tidak memahami konsep dasar

Rekomendasi Belajar Efektif

Gunakan bank soal UKOM dan tryout online secara rutin.

Download dan Sumber Latihan Soal Uji Kompetensi Bidan

Anda dapat belajar dari berbagai sumber terpercaya seperti:


FAQ Seputar Contoh Soal Uji Kompetensi Bidan

Berapa jumlah soal uji kompetensi bidan?

Biasanya sekitar 180 soal pilihan ganda berbasis kasus.

Apakah soal UKOM bidan sulit?

Tingkat kesulitan sedang hingga tinggi karena berbasis analisis kasus.

Apa saja materi yang sering keluar?

Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB.

Berapa nilai minimal lulus UKOM?

Tergantung standar nasional (passing grade).

Apakah soal selalu berbentuk kasus?

Ya, mayoritas berbasis kasus klinis.

Kesimpulan

Contoh soal uji kompetensi bidan sangat penting untuk membantu Anda memahami pola soal dan meningkatkan peluang lulus UKOM. Dengan latihan rutin, memahami konsep, dan strategi yang tepat, Anda dapat menghadapi ujian dengan percaya diri.

Jangan lupa untuk terus berlatih menggunakan bank soal dan mengikuti tryout agar semakin siap menghadapi ujian kompetensi bidan.

  • icon BioFar.ID

    Situs informasi dan edukasi Indonesia yang khusus menyajikan konten menarik dan segar seputar kedokteran, farmasi, dan kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan