

Terfacef
Ceftriaxone sodium sesquaterhydrate


Terfacef Obat Apa?
Terfacef adalah antibiotik injeksi golongan sefalosporin generasi ketiga yang mengandung ceftriaxone sodium, diproduksi oleh PT Sanbe Farma. Obat ini digunakan untuk menangani infeksi bakteri sedang hingga berat, termasuk meningitis, sepsis, gonore, infeksi saluran kemih dengan komplikasi, pneumonia, serta sebagai profilaksis infeksi pascaoperasi.
Dosis Terfacef
Dewasa- Infeksi bakteri ringan hingga sedang: 1 g per hari diberikan sekali sehari melalui suntikan IV atau IM
- Infeksi bakteri berat: 2 g per hari diberikan sekali sehari
- Infeksi yang mengancam jiwa: hingga 4 g per hari dalam 2 dosis terbagi
- Gonore tanpa komplikasi: 250 mg dosis tunggal IM
- Profilaksis bedah: 1-2 g dosis tunggal 30-90 menit sebelum operasi
- Meningitis: 2-4 g per hari dalam 1-2 dosis selama minimal 7 hari
- Neonatus (0-14 hari): 20-50 mg/kg/hari sekali sehari (maksimal 50 mg/kg/hari); kontraindikasi pada neonatus hiperbilirubinemia
- Bayi dan anak (15 hari - 12 tahun, BB <50 kg): 50-80 mg/kg/hari sekali sehari; infeksi berat dapat ditingkatkan hingga 100 mg/kg/hari melalui infus minimal 30 menit
- Meningitis anak: 100 mg/kg/hari (maksimal 4 g/hari)
- Anak dengan BB ≥50 kg atau usia >12 tahun: ikuti dosis dewasa
- Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis rutin; pantau fungsi ginjal dan hati
- Gagal ginjal: pada pasien dialisis tidak perlu dosis tambahan pasca dialisis; tidak perlu penyesuaian pada gagal ginjal ringan-sedang
- Gagal hati berat disertai gagal ginjal signifikan: dosis tidak melebihi 2 g/hari dengan pemantauan ketat
Aturan Pakai
Terfacef hanya boleh diberikan oleh tenaga medis atau perawat terlatih di fasilitas kesehatan. Serbuk harus dilarutkan terlebih dahulu: untuk injeksi intravena, larutkan dalam 10 mL air untuk injeksi dan berikan perlahan selama 2-4 menit; untuk infus intravena, encerkan lebih lanjut dalam 40-100 mL larutan NaCl 0,9% atau Dekstrosa 5% dan infuskan selama minimal 30 menit. Untuk injeksi intramuskular, larutkan dalam lidokain 1% (tanpa epinefrin) untuk mengurangi rasa nyeri. Larutan yang sudah dilarutkan stabil selama 6 jam pada suhu ruangan atau 24 jam dalam lemari pendingin (5°C). Jangan mencampur dengan larutan apa pun yang mengandung kalsium.
Peringatan & Perhatian
- Jangan pernah mencampur ceftriaxone dengan larutan yang mengandung kalsium dalam satu wadah infus
- Dosis >2 g harus diberikan melalui infus intravena perlahan (minimal 30 menit), bukan injeksi bolus langsung
- Hentikan penggunaan segera jika terjadi reaksi alergi; siapkan epinefrin untuk reaksi anafilaksis
- Habiskan seluruh rangkaian pengobatan sesuai anjuran dokter untuk mencegah resistensi antibiotik
- Tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi virus (flu, pilek)
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori B
Relatif aman, pantau dokter
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap ceftriaxone atau antibiotik sefalosporin lainnya
- Riwayat hipersensitivitas berat (anafilaksis) terhadap penisilin atau antibiotik beta-laktam lain
- Neonatus (usia ≤28 hari) dengan hiperbilirubinemia atau prematur
- Neonatus (usia ≤28 hari) yang menerima produk mengandung kalsium secara intravena
- Bayi prematur karena risiko ensefalopati bilirubin
Efek Samping Terfacef
- Reaksi lokal pada tempat injeksi: nyeri, kemerahan, dan pembengkakan
- Gangguan saluran cerna: mual, muntah, diare
- Reaksi alergi: ruam kulit, urtikaria, pruritus
- Gangguan hematologi: eosinofilia, trombositopenia, leukopenia
- Peningkatan enzim hati (AST, ALT) bersifat sementara
- Kolestasis atau presipitasi kalsium-ceftriaxone di kantung empedu (pseudolithiasis) terutama pada anak
- Diare terkait Clostridium difficile (kolitis pseudomembranosa)
- Reaksi hipersensitivitas berat: anafilaksis (jarang)
Interaksi Obat
- Produk mengandung kalsium (termasuk Ringer Laktat dan nutrisi parenteral): dapat membentuk endapan kalsium-ceftriaxone, kontraindikasi pada neonatus
- Aminoglikosida (gentamisin, amikacin): inkompatibel dalam satu larutan; jika dikombinasi harus diberikan secara terpisah dan dapat meningkatkan efek nefrotoksik
- Kloramfenikol: antagonisme aktivitas antibakteri, hindari kombinasi
- Vankomisin: inkompatibel dalam larutan infus yang sama
- Amsacrin: inkompatibel, jangan dicampur
- Warfarin dan antikoagulan oral: ceftriaxone dapat meningkatkan efek antikoagulan, pantau INR
- Vaksin bakteri hidup (vaksin tifoid): ceftriaxone dapat mengurangi efektivitas vaksin
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan serbuk injeksi pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya langsung; jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Reaksi anafilaksis: sesak napas mendadak, pembengkakan wajah atau tenggorokan, denyut jantung cepat, tekanan darah turun drastis
- Ruam kulit berat yang menyebar luas, melepuh, atau disertai demam tinggi (Stevens-Johnson syndrome)
- Diare berdarah atau berlendir berat yang berlangsung lebih dari 2 hari (kemungkinan kolitis Clostridium difficile)
- Kejang atau perubahan kesadaran mendadak
- Penyakit kuning (jaundice): kulit atau mata menguning mendadak
- Nyeri perut hebat di kanan atas (kemungkinan kolesistitis atau pseudolithiasis)
- Tanda perdarahan tidak biasa: memar tiba-tiba, perdarahan berkepanjangan
FAQ
Referensi
- MIMS Indonesia. Terfacef (Ceftriaxone). Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/terfacef
- PIONAS BPOM RI. Ceftriaxone. Tersedia di: http://pionas.pom.go.id/obat/ceftriaxone
- Drugs.com. Ceftriaxone: Drug Information. Tersedia di: https://www.drugs.com/ceftriaxone.html
- DailyMed - NLM. Ceftriaxone Sodium Injection. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov
- Sanbe Farma. Terfacef Product Insert. Reg. No.: DKL9622219044C1
- ISO Indonesia Vol. 50. ISFI Penerbitan. Ceftriaxone
- WHO Model List of Essential Medicines, 21st list (2019)
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.