Rhinos SR
Loratadine, Pseudoephedrine HCl
Rhinos SR Obat Apa?
Rhinos SR adalah obat kombinasi sustained-release yang mengandung loratadine dan pseudoephedrine HCl, digunakan untuk meredakan gejala rinitis alergi seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, pilek, dan gatal pada hidung serta mata. Formulasi sustained-release memungkinkan pelepasan obat secara bertahap sehingga efek terapi bertahan lebih lama.
Indikasi Rhinos SR
- Meredakan gejala rinitis alergi meliputi hidung tersumbat, bersin-bersin, dan rinore
- Meredakan gejala alergi pada mata seperti mata berair dan gatal
- Mengatasi kongesti nasal yang disertai gejala alergi
- Meredakan gejala flu dan pilek yang berhubungan dengan alergi
Dosis Rhinos SR
Dewasa- 1 kapsul diminum 2 kali sehari (setiap 12 jam), ditelan utuh dengan air putih. Tidak boleh dikunyah atau dihancurkan agar mekanisme sustained-release tetap berfungsi.
- Anak di atas 12 tahun: sama dengan dosis dewasa yaitu 1 kapsul 2 kali sehari.
- Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 12 tahun.
- Gangguan fungsi ginjal (GFR kurang dari 30 ml/menit): 1 kapsul sekali sehari.
- Gangguan fungsi hati berat: 1 kapsul sekali sehari atau hindari penggunaan, konsultasikan dengan dokter.
- Lansia: gunakan dengan hati-hati, mulai dengan dosis terendah dan pantau tekanan darah secara berkala.
Aturan Pakai
Kapsul ditelan utuh dengan segelas air putih. Jangan dikunyah, digerus, atau dibuka kapsulnya karena dapat merusak sistem pelepasan lambat (sustained-release). Dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Usahakan diminum pada waktu yang sama setiap hari untuk menjaga kadar obat yang stabil dalam darah.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Penggunaan berlebihan pseudoephedrine dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, takikardia, dan efek stimulan pada sistem saraf pusat. Jangan mengonsumsi bersamaan dengan obat dekongestan atau simpatomimetik lainnya.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori B
Relatif aman, pantau dokter
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap loratadine, pseudoephedrine, atau komponen lain dalam sediaan
- Pasien yang sedang menggunakan atau dalam 14 hari setelah penggunaan inhibitor MAO (monoamine oxidase inhibitor)
- Hipertensi berat yang tidak terkontrol
- Penyakit arteri koroner berat
- Glaukoma sudut sempit
- Retensi urin
- Tirotoksikosis
Efek Samping Rhinos SR
- Mulut kering
- Sakit kepala
- Mengantuk ringan
- Insomnia
- Mual
Interaksi Obat
- Inhibitor MAO (misalnya moclobemide, selegiline): risiko krisis hipertensi, kontraindikasi mutlak
- Obat antihipertensi (misalnya beta-blocker, ACE inhibitor): pseudoephedrine dapat mengurangi efek antihipertensi
- Simpatomimetik lain (misalnya fenilefrin, efedrin): peningkatan risiko efek samping kardiovaskular
- Antidepresan trisiklik (misalnya amitriptyline): dapat meningkatkan efek simpatomimetik pseudoephedrine
- Digoksin: pseudoephedrine dapat meningkatkan risiko aritmia
- Ketoconazole, erythromycin, cimetidine: dapat meningkatkan kadar loratadine dalam darah
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan simpan di tempat lembap seperti kamar mandi. Jangan digunakan setelah melewati tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur
- Nyeri dada
- Kesulitan bernapas atau sesak napas berat
- Bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan (tanda reaksi alergi berat)
- Kesulitan buang air kecil
- Tekanan darah sangat tinggi disertai sakit kepala hebat
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- ISO Indonesia (Informasi Spesialite Obat) Volume 52
- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)
- Pedoman Penggunaan Obat Nasional (PNFK) Kementerian Kesehatan RI
- Drugbank - Loratadine dan Pseudoephedrine monograph
- Leaflet resmi produk Rhinos SR oleh Dexa Medica