Renadinac

Natrium Diklofenak

Obat KerasAnalgesikAntiinflamasi Nonsteroid (NSAID)Antipiretik

Renadinac Obat Apa?

Renadinac adalah obat yang mengandung natrium diklofenak, termasuk golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug) yang digunakan untuk meredakan nyeri, peradangan, dan demam pada berbagai kondisi muskuloskeletal dan nyeri akut lainnya.

Indikasi Renadinac

  • Nyeri dan peradangan pada osteoartritis
  • Nyeri dan peradangan pada rheumatoid artritis
  • Ankilosing spondilitis
  • Nyeri punggung akut
  • Nyeri pasca operasi
  • Nyeri setelah cedera muskuloskeletal
  • Dismenore primer (nyeri haid)
  • Migrain akut

Dosis Renadinac

Dewasa
  • Dosis dewasa umum: 50 mg 2-3 kali sehari atau 75 mg 2 kali sehari
  • Nyeri akut: 50 mg 3 kali sehari
  • Dismenore: 50 mg 3 kali sehari, dimulai saat onset nyeri
  • Dosis maksimal: 150 mg per hari
  • Dosis pemeliharaan: 50 mg 2 kali sehari
Anak-Anak
  • Anak di bawah 14 tahun: Tidak direkomendasikan untuk tablet diklofenak
  • Anak 1-12 tahun (hanya untuk kondisi tertentu dan sediaan khusus): 0,3-1 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis, di bawah pengawasan dokter
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: Gunakan dosis efektif terendah, pantau fungsi ginjal dan lambung secara berkala
  • Gangguan ginjal ringan-sedang: Gunakan dengan hati-hati, dosis dikurangi
  • Gangguan ginjal berat: Kontraindikasi
  • Gangguan hati ringan-sedang: Monitor fungsi hati secara berkala
  • Gangguan hati berat: Kontraindikasi

Aturan Pakai

Renadinac diminum bersama makanan atau sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Telan tablet utuh dengan segelas air putih penuh. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet. Minum pada waktu yang sama setiap hari untuk hasil terbaik.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Renadinac?
  • Jangan melebihi dosis 150 mg per hari. Hindari penggunaan bersamaan dengan NSAID lain. Penggunaan jangka panjang harus di bawah pengawasan dokter. Hentikan penggunaan jika terjadi nyeri ulu hati hebat, tinja hitam, atau tanda reaksi alergi.

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori C

Hati-hati, risiko belum jelas

Ibu Menyusui

Hati-hati

Konsultasikan dengan dokter dahulu

Mengemudi

Sedikit Berpengaruh

Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin

Kontraindikasi

Jangan gunakan Renadinac pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap diklofenak atau NSAID lain
  • Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi akut akibat aspirin atau NSAID lain
  • Tukak lambung atau perdarahan gastrointestinal aktif
  • Gagal ginjal berat (GFR kurang dari 30 mL/menit)
  • Gagal hati berat
  • Gagal jantung berat (NYHA kelas IV)
  • Trimester ketiga kehamilan
  • Pasien yang akan atau baru menjalani operasi bypass jantung (CABG)

Efek Samping Renadinac

  • Mual dan gangguan lambung
  • Nyeri ulu hati (dispepsia)
  • Sakit perut
  • Diare atau konstipasi
  • Pusing atau sakit kepala
  • Peningkatan enzim hati (transaminase)

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Antikoagulan (warfarin): meningkatkan risiko perdarahan
  • Aspirin: meningkatkan risiko efek samping gastrointestinal
  • Litium: meningkatkan kadar litium dalam darah
  • Metotreksat: meningkatkan toksisitas metotreksat
  • Diuretik dan antihipertensi: diklofenak dapat mengurangi efektivitasnya
  • Siklosporin: meningkatkan risiko nefrotoksisitas
  • SSRI (antidepresan): meningkatkan risiko perdarahan gastrointestinal
  • Kortikosteroid oral: meningkatkan risiko tukak lambung

Detail Produk

Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
tablet
Harga
Rp 3.000 – Rp 15.000
tablet
Tersedia di JKN/BPJS Perlu resep dokter
ManufakturFahrenheit / Ifars
No. Reg. BPOM DKL8624502804A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu 15-30 derajat Celsius. Jauhkan dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Simpan di tempat kering. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan simpan di kamar mandi atau tempat lembap.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Tinja berwarna hitam atau berdarah
  • Muntah darah atau seperti bubuk kopi
  • Nyeri dada mendadak
  • Kelemahan pada salah satu sisi tubuh atau wajah (tanda stroke)
  • Pembengkakan wajah, bibir, atau tenggorokan (anafilaksis)
  • Kuning pada kulit atau mata (jaundice)
  • Urine sangat sedikit atau tidak ada (gagal ginjal)
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

Referensi

  1. BPOM RI (pionas.pom.go.id)
  2. ISO Indonesia
  3. MIMS Indonesia
  4. Drugs.com - Diclofenac
  5. Medscape Drug Reference - Diclofenac

Tim Medis

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: April 18, 2026