Nalgestan
Klorfeniramin Maleat, Fenilpropanolamin HCl, Parasetamol
Nalgestan adalah obat kombinasi yang mengandung klorfeniramin maleat, fenilpropanolamin HCl, dan parasetamol, digunakan untuk meredakan gejala flu dan alergi seperti hidung tersumbat, bersin, pilek, sakit kepala, serta demam ringan akibat flu atau alergi saluran napas atas.
Nalgestan Obat untuk Apa?
Meredakan gejala flu seperti hidung tersumbat dan pilek
Mengatasi bersin-bersin akibat alergi saluran napas atas
Menurunkan demam ringan yang menyertai flu
Meredakan sakit kepala akibat flu dan alergi
Mengurangi rasa tidak nyaman akibat kongesti hidung
Mekanisme Kerja
Klorfeniramin maleat bekerja sebagai antagonis reseptor H1 histamin yang mengurangi reaksi alergi seperti bersin dan pilek. Fenilpropanolamin HCl bekerja sebagai simpatomimetik yang menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah mukosa hidung sehingga mengurangi kongesti. Parasetamol bekerja menghambat sintesis prostaglandin di sistem saraf pusat sehingga menurunkan demam dan mengurangi nyeri kepala.
Bentuk Sediaan & Produsen
Dosis Nalgestan & Cara Pakai
Dosis dewasa
- 1 tablet diminum 3 kali sehari (setiap 8 jam)
- Dosis maksimal: 3 tablet per hari
- Diminum sesudah makan untuk mengurangi efek samping pada lambung
Dosis anak-anak
- Anak 6-12 tahun: setengah tablet (1/2 tablet) diminum 3 kali sehari
- Anak di bawah 6 tahun: tidak dianjurkan atau atas petunjuk dokter
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: gunakan dengan hati-hati karena risiko efek antikolinergik lebih tinggi, konsultasikan dengan dokter
- Gangguan fungsi hati: hindari atau gunakan dosis lebih rendah karena kandungan parasetamol dimetabolisme di hati
- Gangguan fungsi ginjal: gunakan dengan hati-hati, pertimbangkan penyesuaian dosis atas petunjuk dokter
Diminum sesudah makan dengan segelas air putih untuk mengurangi gangguan lambung. Telan tablet secara utuh, jangan dikunyah atau digerus. Jaga jarak antar dosis minimal 8 jam. Hindari mengonsumsi alkohol selama penggunaan obat ini. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Jangan melebihi dosis yang dianjurkan karena overdosis parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung parasetamol. Jangan gunakan pada pasien dengan tekanan darah tinggi tanpa pengawasan dokter karena kandungan fenilpropanolamin dapat meningkatkan tekanan darah.
Efek Samping Nalgestan
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Kantuk dan rasa mengantuk
- Mulut kering
- Mual dan gangguan lambung
- Pusing
- Sakit kepala ringan
Jarang — 1–10% pasien
- Sulit buang air kecil (retensi urin)
- Penglihatan kabur
- Sembelit
- Jantung berdebar-debar (palpitasi)
- Gelisah atau kegelisahan
Langka namun serius (<1% pasien)
- Reaksi alergi berat (anafilaksis) berupa ruam kulit, bengkak, sesak napas
- Kerusakan hati akibat overdosis parasetamol
- Peningkatan tekanan darah yang signifikan
- Aritmia jantung
- Kejang
Sesak napas atau kesulitan bernapas
Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Ruam kulit yang parah atau melepuh
Nyeri perut kanan atas yang hebat (tanda kerusakan hati)
Detak jantung tidak teratur atau sangat cepat
Tekanan darah sangat tinggi disertai sakit kepala hebat
Kontraindikasi Nalgestan
- Hipersensitivitas terhadap klorfeniramin maleat, fenilpropanolamin HCl, atau parasetamol
- Penderita hipertensi berat atau tidak terkontrol
- Penderita penyakit jantung koroner atau aritmia
- Pasien yang sedang menggunakan obat MAO Inhibitor (MAOI) atau dalam 14 hari setelah penghentian MAOI
- Penderita hipertiroidisme
- Penderita glaukoma sudut sempit
- Penderita retensi urin atau hipertrofi prostat
Hati-hati pada penderita tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan tiroid. Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun. Hindari konsumsi alkohol selama penggunaan. Mengandung fenilpropanolamin yang dapat memengaruhi tekanan darah dan detak jantung. Pengendara kendaraan dan operator mesin berat sebaiknya berhati-hati karena obat ini dapat menyebabkan kantuk. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan. Jangan digunakan bersamaan dengan obat flu atau alergi lain tanpa petunjuk dokter untuk menghindari overdosis.
Interaksi Nalgestan dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Nalgestan.
- MAO Inhibitor: dapat menyebabkan krisis hipertensi berbahaya, kontraindikasi mutlak
- Antidepresan trisiklik: meningkatkan efek samping antikolinergik dan kardiovaskular
- Obat antihipertensi: fenilpropanolamin dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi
- Alkohol: meningkatkan efek sedasi dan risiko kerusakan hati
- Obat lain yang mengandung parasetamol: risiko overdosis parasetamol dan kerusakan hati
- Warfarin: parasetamol dosis tinggi dapat meningkatkan efek antikoagulan
- Sedatif dan obat penekan SSP: meningkatkan efek sedasi klorfeniramin
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan antara 15-30 derajat Celsius. Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung, panas, dan kelembapan tinggi. Simpan di tempat yang kering. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan simpan di kamar mandi atau dapur yang lembap. Periksa tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan.
- Simpan Nalgestan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Nalgestan di Apotek
Harga bervariasi tergantung apotek dan wilayah. Tersedia dalam kemasan strip isi 10 tablet dan kemasan dus. Harga per strip sekitar Rp 2.000 hingga Rp 15.000 tergantung kemasan dan daerah.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
ISO Indonesia (Informasi Spesialite Obat Indonesia)
MIMS Indonesia
Pharos Indonesia - Informasi Produk Nalgestan
Medscape Drug Reference