Piroxicam
Piroxicam
Piroxicam adalah antiinflamasi nonsteroid (NSAID) golongan oksikam yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan pada kondisi muskuloskeletal seperti osteoartritis, artritis reumatoid, dan gout akut. Piroxicam memiliki waktu paruh panjang sehingga cukup diberikan satu kali sehari. Tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan gel topikal.
Piroxicam Obat untuk Apa?
Osteoartritis
Artritis reumatoid
Artritis gout akut
Spondilitis ankilosa
Nyeri muskuloskeletal akut dan kronik
Dismenore primer
Nyeri pascaoperasi
Mekanisme Kerja
Piroxicam bekerja dengan menghambat secara reversibel enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-2 (COX-2) yang berperan dalam konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin, prostasiklin, dan tromboksan. Penurunan sintesis prostaglandin di jaringan perifer menyebabkan efek antiinflamasi dan analgesik, sedangkan penurunan prostaglandin di hipotalamus menghasilkan efek antipiretik. Penghambatan COX-1 menyebabkan penurunan produksi prostaglandin sitoprotektif lambung dan tromboksan A2 di trombosit, yang menjadi dasar efek samping gastrointestinal dan antiplatelet piroxicam. Piroxicam memiliki waktu paruh eliminasi yang panjang (30-86 jam) sehingga kadar plasma stabil dicapai setelah 7-12 hari pemberian.
Bentuk Sediaan & Produsen
Piroxicam Generik (Hexpharm Jaya)
Piroxicam Generik (Dexa Medica)
Piroxicam Generik (Kalbe Farma)
Roxicam (Guardian Pharmatama)
Grazeo (Bernofarm)
Faxiden (Fahrenheit)
Dosis Piroxicam & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Osteoartritis dan artritis reumatoid: 20 mg sekali sehari atau 10 mg dua kali sehari
- Artritis gout akut: 40 mg pada hari pertama (dapat diberikan sekaligus atau terbagi 2x20 mg), dilanjutkan 20 mg sekali sehari selama 4-6 hari
- Dismenore: 40 mg sekali sehari pada hari pertama, dilanjutkan 20 mg sekali sehari
- Dosis maksimum: 20 mg per hari (kondisi kronik); 40 mg per hari (gout, hanya 1-2 hari)
Dosis anak-anak
- Anak di atas 6 tahun dengan artritis juvenil idiopatik: 0,2-0,3 mg/kgBB/hari (maksimum 15 mg/hari)
- Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: mulai dengan dosis terendah (10 mg/hari), monitor ketat fungsi ginjal dan tanda-tanda perdarahan GI
- Gangguan ginjal sedang (CrCl 30-60 mL/min): gunakan dengan hati-hati, monitor fungsi ginjal
- Gangguan ginjal berat (CrCl < 30 mL/min): kontraindikasi
- Gangguan hati sedang: dosis dikurangi 50%, monitor fungsi hati
- Gangguan hati berat: kontraindikasi
Tablet dan kapsul sebaiknya diminum sesudah makan atau bersama susu untuk mengurangi iritasi lambung. Telan utuh dengan segelas air putih. Gel/krim topikal dioleskan tipis pada area yang nyeri 3-4 kali sehari dan digosok perlahan hingga meresap; hindari kontak dengan mata dan selaput lendir. Cuci tangan setelah mengoleskan gel.
Gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin untuk meminimalkan risiko efek samping kardiovaskular dan gastrointestinal. Jangan melebihi dosis 20 mg per hari untuk kondisi kronik. Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika terjadi nyeri epigastrium, feses berwarna hitam, atau gejala edema.
Efek Samping Piroxicam
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Nyeri epigastrium dan dispepsia
- Mual dan muntah
- Diare atau konstipasi
- Pusing dan sakit kepala
- Edema perifer ringan
- Tinnitus
Jarang — 1–10% pasien
- Tukak lambung
- Peningkatan tekanan darah
- Retensi cairan
- Gangguan fungsi ginjal (peningkatan kreatinin)
- Ruam kulit dan pruritus
- Anemia
Langka namun serius (<1% pasien)
- Perdarahan saluran cerna berat
- Gagal ginjal akut
- Hepatotoksisitas berat
- Sindrom Stevens-Johnson
- Nekrolisis epidermal toksik (TEN)
- Anafilaksis
- Aseptic meningitis
- Kejadian kardiovaskular serius (infark miokard, stroke)
Feses berwarna hitam atau berdarah (melena atau hematoskezia)
Nyeri dada atau sesak napas mendadak
Kelemahan pada satu sisi tubuh atau gangguan bicara mendadak (gejala stroke)
Pembengkakan wajah, bibir, atau tenggorokan (reaksi anafilaksis)
Ruam kulit yang meluas dan melepuh
Penurunan jumlah urin drastis atau tidak buang air kecil sama sekali
Penyakit kuning (kulit atau mata menguning)
Kontraindikasi Piroxicam
- Hipersensitivitas terhadap piroxicam atau NSAID lain
- Riwayat asma, urtikaria, atau rhinitis akibat aspirin atau NSAID lain
- Tukak peptik aktif atau perdarahan gastrointestinal
- Gagal ginjal berat (CrCl < 30 mL/min)
- Gagal hati berat
- Gagal jantung berat
- Trimester ketiga kehamilan
- Riwayat penyakit jantung iskemik atau penyakit serebrovaskuler
Piroxicam termasuk NSAID dengan risiko kardiovaskular dan gastrointestinal yang perlu diwaspadai, terutama pada penggunaan jangka panjang. Gunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, atau dislipidemia. Pantau tekanan darah, fungsi ginjal, dan tanda-tanda perdarahan GI secara berkala. Pada pasien dengan risiko GI tinggi, pertimbangkan pemberian penghambat pompa proton (PPI) bersamaan. Hindari penggunaan pada trimester ketiga kehamilan karena risiko penutupan prematur duktus arteriosus. Pada trimester pertama dan kedua, hanya gunakan jika benar-benar diperlukan atas pertimbangan dokter.
Interaksi Piroxicam dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Piroxicam.
- Warfarin dan antikoagulan oral — meningkatkan risiko perdarahan secara signifikan
- Aspirin dosis rendah — mengurangi efek kardioprotektif aspirin dan meningkatkan risiko GI
- NSAID lain — meningkatkan risiko efek samping GI dan ginjal secara aditif
- Kortikosteroid — meningkatkan risiko tukak dan perdarahan saluran cerna
- Lithium — menghambat ekskresi litium, meningkatkan kadar litium plasma
- Metotreksat — meningkatkan toksisitas metotreksat
- ACE inhibitor dan ARB — mengurangi efek antihipertensi dan meningkatkan risiko gagal ginjal
- Diuretik — mengurangi efek diuretik dan meningkatkan risiko nefrotoksisitas
- Antidiabetes oral dan insulin — piroxicam dapat mempengaruhi regulasi gula darah
- Siklosporin — meningkatkan nefrotoksisitas siklosporin
- Flukonazol — meningkatkan kadar plasma piroxicam (hambat CYP2C9)
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering dan sejuk, terlindung dari cahaya matahari langsung.
- Simpan Piroxicam dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Piroxicam di Apotek
Tersedia di apotek dengan resep dokter; generik tersedia di fasilitas kesehatan JKN.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
MIMS Indonesia 2024
ISO Indonesia Vol. 51
Formularium Nasional (FORNAS) 2023
Sweetman SC (ed.). Martindale: The Complete Drug Reference. 38th ed.
Brune K, Patrignani P. New insights into the use of currently available non-steroidal anti-inflammatory drugs. J Pain Res. 2015;8:105-118.
PERDOSSI Guidelines on Pain Management 2022