Paramex
Paracetamol, Propyphenazone, Caffeine, Dexchlorpheniramine maleate
Paramex Obat Apa?
Paramex adalah obat kombinasi yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot, demam, dan gejala flu seperti hidung tersumbat serta bersin-bersin. Obat ini mengandung kombinasi empat zat aktif yang bekerja sinergis untuk mengatasi berbagai gejala secara bersamaan.
Indikasi Paramex
- Meredakan sakit kepala
- Meredakan nyeri otot dan nyeri sendi ringan
- Menurunkan demam
- Meredakan gejala flu dan pilek seperti bersin-bersin dan hidung tersumbat
- Meredakan nyeri haid
- Meredakan sakit gigi ringan
Dosis Paramex
Dewasa- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet/kaplet, 3 kali sehari sesudah makan. Maksimal 3 tablet/kaplet per hari.
- Anak 6-12 tahun: 1/2 tablet, 3 kali sehari sesudah makan (atas petunjuk dokter).
- Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan, konsultasikan dengan dokter.
- Lansia: gunakan dosis terendah efektif dan durasi terpendek, perhatikan fungsi hati dan ginjal.
- Gangguan hati ringan: kurangi dosis, hindari penggunaan jangka panjang.
- Gangguan ginjal: kurangi dosis sesuai tingkat klirens kreatinin.
Aturan Pakai
Diminum sesudah makan dengan segelas air putih. Tablet ditelan utuh, tidak dikunyah atau dihancurkan. Jangan diminum dalam keadaan perut kosong untuk mengurangi risiko iritasi lambung.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi dosis yang dianjurkan karena paracetamol dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius. Hindari mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol secara bersamaan untuk mencegah overdosis. Hindari konsumsi alkohol selama menggunakan obat ini.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hati-hati
Konsultasikan dengan dokter dahulu
Mengemudi
Berpengaruh
Jangan mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap paracetamol, propyphenazone, caffeine, dexchlorpheniramine maleate, atau komponen lain dalam obat
- Gangguan hati berat atau gagal hati
- Gangguan ginjal berat
- Penderita tukak lambung aktif
- Penderita glaukoma sudut sempit
- Penderita retensi urine atau hipertrofi prostat berat
- Penderita porfiria
- Bayi baru lahir dan neonatus
Efek Samping Paramex
- Mengantuk
- Mulut kering
- Pusing ringan
- Mual
Interaksi Obat
- Alkohol: meningkatkan risiko kerusakan hati jika dikombinasikan dengan paracetamol
- Antikoagulan oral (warfarin): paracetamol dosis tinggi dapat meningkatkan efek antikoagulan
- Obat penenang, obat tidur, dan depresan SSP lain: dexchlorpheniramine dapat memperkuat efek sedasi
- MAO inhibitor: meningkatkan efek antikolinergik dexchlorpheniramine, hindari penggunaan bersamaan
- Metoclopramide dan domperidone: dapat mempercepat absorpsi paracetamol
- Fenitoin, karbamazepin, rifampisin: meningkatkan metabolisme paracetamol dan risiko hepatotoksisitas
- Obat antihipertensi golongan beta-bloker: kafein dapat mengurangi efek antihipertensi
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan digunakan setelah tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Reaksi alergi berat seperti pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan dan kesulitan bernapas
- Kulit menguning atau mata menguning (tanda gangguan hati)
- Urine berwarna sangat gelap
- Perdarahan yang tidak biasa atau memar
- Nyeri perut hebat
- Ruam kulit yang meluas dan mengelupas
Referensi
- BPOM RI - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
- MIMS Indonesia (mims.com)
- ISO Indonesia (Informasi Spesialite Obat)
- PT Konimex - Informasi Produk Paramex
- Farmakologi dan Terapi FKUI Edisi 6