Analtram

Tramadol HCl + Paracetamol

Obat KerasAnalgesik non-opioidAnalgesik opioidObat nyeri kombinasi

Analtram adalah obat kombinasi yang mengandung tramadol hidroklorida dan parasetamol (asetaminofen) yang digunakan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat. Kombinasi dua mekanisme analgesik ini memberikan efek sinergis sehingga pengendalian nyeri lebih efektif dengan dosis opioid yang lebih rendah.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Analtram Obat untuk Apa?

Nyeri sedang hingga berat yang tidak cukup teratasi dengan analgesik non-opioid tunggal
Nyeri pasca operasi
Nyeri muskuloskeletal akut
Nyeri akibat osteoartritis
Nyeri punggung bawah akut
Nyeri gigi yang berat
Nyeri akut lainnya yang memerlukan kombinasi analgesik opioid dan non-opioid

Mekanisme Kerja

Tramadol bekerja melalui dua mekanisme yaitu sebagai agonis lemah pada reseptor mu-opioid di sistem saraf pusat dan menghambat reuptake norepinefrin serta serotonin sehingga memodulasi jalur nyeri desenden. Parasetamol bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) secara sentral dan mengaktivasi jalur serotonergik desenden serta kemungkinan melalui penghambatan sintesis prostaglandin di sistem saraf pusat. Kombinasi keduanya menghasilkan efek analgesik aditif melalui mekanisme yang saling melengkapi.

Bentuk Sediaan & Produsen

Bentuk sediaan Analtram
tablet kaplet
Kekuatan dosis tersedia
Tramadol 37.5 mg + Paracetamol 325 mg
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori C — Hati-hati (efek buruk pada studi hewan)
Produsen & merek dagang
PT Interbat
PT Lapi Laboratories

Dosis Analtram & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • Dewasa: 1-2 tablet setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 8 tablet per hari (setara tramadol 300 mg + paracetamol 2600 mg)
  • Dosis awal yang dianjurkan: 1 tablet, dapat ditingkatkan sesuai respons
  • Interval minimal antar dosis: 4 jam

Dosis anak-anak

  • Anak di atas 12 tahun: Dosis sama dengan dewasa, yaitu 1 tablet setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 8 tablet per hari
  • Anak di bawah 12 tahun: Tidak direkomendasikan

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: Mulai dengan dosis terendah 1 tablet setiap 6 jam, interval dosis diperpanjang, maksimal 4-6 tablet per hari
  • Gangguan ginjal (CrCl < 30 mL/menit): Interval dosis diperpanjang menjadi setiap 12 jam, maksimal 4 tablet per hari
  • Gangguan hati: Dosis dikurangi dan interval diperpanjang, hindari pada gangguan hati berat
  • Tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal ringan
Cara Pakai Analtram

Tablet ditelan utuh dengan segelas air putih. Dapat diminum dengan atau tanpa makanan, namun disarankan diminum setelah makan untuk mengurangi risiko mual. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau membelah tablet. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin.

Durasi pengobatan
Pengobatan sebaiknya digunakan untuk jangka pendek sesuai kebutuhan pengendalian nyeri akut, umumnya tidak lebih dari 5-7 hari. Untuk nyeri pasca operasi biasanya 3-5 hari. Penggunaan jangka panjang harus dievaluasi secara berkala oleh dokter karena risiko ketergantungan dan toleransi. Penghentian setelah penggunaan berkepanjangan sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari gejala putus obat.
Peringatan dosis

Jangan melebihi dosis maksimal 8 tablet per hari karena risiko toksisitas parasetamol terhadap hati dan risiko kejang akibat tramadol dosis tinggi. Total asupan parasetamol dari semua sumber tidak boleh melebihi 4000 mg per hari. Pasien dengan riwayat epilepsi atau faktor risiko kejang harus sangat berhati-hati karena tramadol menurunkan ambang kejang.

Efek Samping Analtram

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Mual dan muntah
  • Pusing atau vertigo
  • Mengantuk dan sedasi
  • Konstipasi (sembelit)
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Berkeringat berlebih

Jarang — 1–10% pasien

  • Reaksi alergi kulit (ruam, gatal, urtikaria)
  • Tremor
  • Gangguan pencernaan (diare, nyeri perut)
  • Insomnia atau gangguan tidur
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Palpitasi jantung
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Kejang (terutama pada dosis tinggi atau pasien berisiko)
  • Sindrom serotonin (agitasi, halusinasi, takikardia, hipertermia)
  • Reaksi anafilaksis
  • Depresi pernapasan berat
  • Angioedema
  • Hepatotoksisitas akibat parasetamol (pada overdosis)
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Ketergantungan fisik dan psikis
Segera ke dokter atau IGD jika muncul reaksi berikut setelah minum Analtram:

Segera ke dokter atau IGD jika mengalami kesulitan bernapas atau napas sangat lambat
Kejang atau kejang-kejang
Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan (tanda anafilaksis)
Nyeri dada atau detak jantung tidak teratur
Kulit atau mata menguning (tanda kerusakan hati)
Agitasi berat, halusinasi, demam tinggi, kekakuan otot (tanda sindrom serotonin)
Reaksi kulit berat seperti lepuhan atau pengelupasan
Penurunan kesadaran yang berat

Kontraindikasi Analtram

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap tramadol, parasetamol, atau komponen lain dalam formulasi
  • Gangguan hati berat atau gagal hati
  • Epilepsi yang tidak terkontrol
  • Intoksikasi akut alkohol, obat hipnotik, analgesik sentral, opioid, atau psikotropika
  • Penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari terakhir dengan inhibitor MAO
  • Gagal napas berat atau depresi pernapasan
  • Anak di bawah 12 tahun
  • Obstruksi saluran cerna termasuk ileus paralitik
Perhatian Khusus

Hindari konsumsi alkohol selama penggunaan obat ini karena meningkatkan risiko kerusakan hati dan depresi sistem saraf pusat. Pasien dengan riwayat kejang, epilepsi, cedera kepala, atau kondisi yang meningkatkan tekanan intrakranial harus sangat berhati-hati. Dapat menyebabkan kantuk sehingga hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat. Risiko ketergantungan meningkat pada penggunaan jangka panjang atau riwayat penyalahgunaan zat. Hati-hati pada pasien usia lanjut karena peningkatan risiko jatuh. Pastikan total asupan parasetamol harian dari semua sumber tidak melebihi 4 gram.

Keamanan saat menyusui
Gunakan dengan hati-hati — konsultasikan dokter
Pengaruh saat mengemudi
Berpengaruh signifikan — jangan mengemudi

Interaksi Analtram dengan Obat Lain

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Analtram.

  • Inhibitor MAO (moklobemid, selegilin): Kontraindikasi, risiko sindrom serotonin dan krisis hipertensi yang fatal
  • SSRI (fluoksetin, sertralin, paroksetin): Peningkatan risiko sindrom serotonin dan kejang
  • SNRI (venlafaksin, duloksetin): Peningkatan risiko sindrom serotonin
  • Triptans (sumatriptan): Peningkatan risiko sindrom serotonin
  • Karbamazepin: Menurunkan efektivitas tramadol melalui induksi enzim CYP3A4 dan meningkatkan risiko kejang
  • Warfarin: Peningkatan risiko perdarahan, monitor INR
  • Benzodiazepin dan depresan SSP lainnya: Peningkatan risiko depresi pernapasan, sedasi berat, dan koma
  • Alkohol: Peningkatan risiko depresi SSP, depresi pernapasan, dan hepatotoksisitas parasetamol
  • Obat antikoagulan dan antiplatelet lain: Peningkatan risiko perdarahan
  • Ondansetron: Dapat mengurangi efektivitas tramadol

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Tidak boleh digunakan setelah tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.

  • Simpan Analtram dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kisaran Harga Analtram di Apotek

Rp 8.000 – Rp 45.000
per strip (10 tablet)
Tersedia di JKN/BPJS Perlu resep dokter

Harga yang tercantum adalah perkiraan harga di pasaran Indonesia dan dapat berubah sewaktu-waktu. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembeliannya.

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM Analtram
DTL0618521804A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
MIMS Indonesia 2024
ISO Indonesia Volume 52
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia
Martindale: The Complete Drug Reference, 40th Edition
British National Formulary (BNF) 86, 2024
Pedoman Penggunaan Obat
BioFar.ID Diperbarui: