Paramex
Paracetamol, Propyphenazone, Caffeine, Dexchlorpheniramine maleate
Paramex adalah obat kombinasi yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot, demam, dan gejala flu seperti hidung tersumbat serta bersin-bersin. Obat ini mengandung kombinasi empat zat aktif yang bekerja sinergis untuk mengatasi berbagai gejala secara bersamaan.
Paramex Obat untuk Apa?
Meredakan sakit kepala
Meredakan nyeri otot dan nyeri sendi ringan
Menurunkan demam
Meredakan gejala flu dan pilek seperti bersin-bersin dan hidung tersumbat
Meredakan nyeri haid
Meredakan sakit gigi ringan
Mekanisme Kerja
Paracetamol bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) di sistem saraf pusat sehingga mengurangi produksi prostaglandin yang menyebabkan nyeri dan demam. Propyphenazone merupakan derivat pyrazolone yang memiliki efek analgesik dan antipiretik melalui penghambatan sintesis prostaglandin perifer. Caffeine berfungsi sebagai adjuvan analgesik yang meningkatkan penyerapan dan efektivitas obat pereda nyeri serta memberikan efek vasokonstriksi pada pembuluh darah otak. Dexchlorpheniramine maleate adalah antihistamin generasi pertama yang bekerja dengan memblokir reseptor histamin H1 sehingga mengurangi gejala alergi seperti bersin dan hidung meler.
Bentuk Sediaan & Produsen
Dosis Paramex & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet/kaplet, 3 kali sehari sesudah makan. Maksimal 3 tablet/kaplet per hari.
Dosis anak-anak
- Anak 6-12 tahun: 1/2 tablet, 3 kali sehari sesudah makan (atas petunjuk dokter).
- Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan, konsultasikan dengan dokter.
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: gunakan dosis terendah efektif dan durasi terpendek, perhatikan fungsi hati dan ginjal.
- Gangguan hati ringan: kurangi dosis, hindari penggunaan jangka panjang.
- Gangguan ginjal: kurangi dosis sesuai tingkat klirens kreatinin.
Diminum sesudah makan dengan segelas air putih. Tablet ditelan utuh, tidak dikunyah atau dihancurkan. Jangan diminum dalam keadaan perut kosong untuk mengurangi risiko iritasi lambung.
Jangan melebihi dosis yang dianjurkan karena paracetamol dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius. Hindari mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol secara bersamaan untuk mencegah overdosis. Hindari konsumsi alkohol selama menggunakan obat ini.
Efek Samping Paramex
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Mengantuk
- Mulut kering
- Pusing ringan
- Mual
Jarang — 1–10% pasien
- Gangguan pencernaan seperti nyeri lambung
- Reaksi alergi kulit ringan seperti ruam atau gatal
- Jantung berdebar
- Sulit tidur (akibat kafein)
- Konstipasi
Langka namun serius (<1% pasien)
- Agranulositosis
- Trombositopenia
- Reaksi anafilaksis
- Sindrom Stevens-Johnson
- Nekrolisis epidermal toksik
- Gangguan hati berat (hepatotoksisitas)
Reaksi alergi berat seperti pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan dan kesulitan bernapas
Kulit menguning atau mata menguning (tanda gangguan hati)
Urine berwarna sangat gelap
Perdarahan yang tidak biasa atau memar
Nyeri perut hebat
Ruam kulit yang meluas dan mengelupas
Kontraindikasi Paramex
- Hipersensitivitas terhadap paracetamol, propyphenazone, caffeine, dexchlorpheniramine maleate, atau komponen lain dalam obat
- Gangguan hati berat atau gagal hati
- Gangguan ginjal berat
- Penderita tukak lambung aktif
- Penderita glaukoma sudut sempit
- Penderita retensi urine atau hipertrofi prostat berat
- Penderita porfiria
- Bayi baru lahir dan neonatus
Hati-hati penggunaan pada penderita asma, penyakit jantung, hipertensi, hipertiroidisme, diabetes mellitus, dan epilepsi. Obat ini dapat menyebabkan kantuk sehingga tidak dianjurkan untuk mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin berat setelah minum obat. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Pasien lanjut usia lebih rentan terhadap efek samping antikolinergik.
Interaksi Paramex dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Paramex.
- Alkohol: meningkatkan risiko kerusakan hati jika dikombinasikan dengan paracetamol
- Antikoagulan oral (warfarin): paracetamol dosis tinggi dapat meningkatkan efek antikoagulan
- Obat penenang, obat tidur, dan depresan SSP lain: dexchlorpheniramine dapat memperkuat efek sedasi
- MAO inhibitor: meningkatkan efek antikolinergik dexchlorpheniramine, hindari penggunaan bersamaan
- Metoclopramide dan domperidone: dapat mempercepat absorpsi paracetamol
- Fenitoin, karbamazepin, rifampisin: meningkatkan metabolisme paracetamol dan risiko hepatotoksisitas
- Obat antihipertensi golongan beta-bloker: kafein dapat mengurangi efek antihipertensi
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan digunakan setelah tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.
- Simpan Paramex dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Paramex di Apotek
Tersedia dalam kemasan strip isi 4 tablet dan dus isi 25 strip. Harga per strip (4 tablet) sekitar 2500-4000 rupiah. Harga per dus sekitar 10000-15000 rupiah.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
MIMS Indonesia (mims.com)
ISO Indonesia (Informasi Spesialite Obat)
PT Konimex - Informasi Produk Paramex
Farmakologi dan Terapi FKUI Edisi 6