Paracetamol
Paracetamol / Acetaminophen
Paracetamol Obat Apa?
Paracetamol (asetaminofen) adalah analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang banyak digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang dan demam pada anak maupun dewasa. Obat ini termasuk golongan obat bebas yang aman jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.
Indikasi Paracetamol
- Nyeri ringan hingga sedang (sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi)
- Demam akibat berbagai penyebab termasuk infeksi
- Nyeri pasca operasi ringan
- Demam dan nyeri pada anak-anak
- Nyeri menstruasi (dismenore) ringan
- Nyeri akibat flu dan pilek
Dosis Paracetamol
Dewasa- Nyeri dan demam: 500-1000 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
- Dosis maksimum: 4000 mg (4 g) per hari (tidak lebih dari 4 dosis)
- Dosis dianjurkan untuk penggunaan rutin: tidak melebihi 3000 mg per hari
- Injeksi IV (untuk dewasa di atas 50 kg): 1000 mg tiap 6 jam, maksimum 4000 mg per hari
- Dosis umum: 10-15 mg/kgBB tiap 4-6 jam, maksimum 5 dosis dalam 24 jam
- Anak 12-18 tahun: 500-1000 mg tiap 4-6 jam, maksimum 4000 mg per hari
- Anak 6-12 tahun: 250-500 mg tiap 4-6 jam, maksimum 2000 mg per hari
- Anak 1-5 tahun: 120-250 mg tiap 4-6 jam
- Bayi 3-12 bulan: 60-120 mg tiap 4-6 jam
- Bayi di bawah 3 bulan: hanya atas saran dokter, 10 mg/kgBB tiap 4-6 jam
- Lansia: dosis maksimum 3000 mg per hari; interval dosis diperpanjang jika fungsi ginjal menurun
- Gagal ginjal berat (CrCl kurang dari 30 mL/menit): perpanjang interval dosis menjadi tiap 8 jam
- Gagal hati berat atau penyakit hati aktif: hindari penggunaan atau gunakan dengan dosis sangat rendah dan pemantauan ketat
- Pasien dengan malnutrisi berat atau berat badan rendah: batasi dosis maksimum 3000 mg per hari
Aturan Pakai Paracetamol
Paracetamol dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Minum bersama segelas air putih. Untuk sirup, gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan, jangan menggunakan sendok dapur. Untuk sediaan tetes (drops), gunakan pipet yang tersedia dalam kemasan. Supositoria digunakan melalui rektum dengan memasukkan perlahan ke dalam anus. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet extended-release. Perhatikan kandungan paracetamol pada obat-obatan lain yang dikonsumsi bersamaan untuk menghindari dosis ganda.
Peringatan & Perhatian
- Jangan melebihi dosis maksimum 4000 mg per hari pada dewasa sehat atau 3000 mg per hari pada lansia, pasien dengan gangguan hati, atau peminum alkohol. Overdosis paracetamol merupakan penyebab utama gagal hati akut. Banyak obat kombinasi (flu, batuk, pilek) mengandung paracetamol — selalu periksa label untuk menghindari dosis ganda. Konsumsi alkohol secara teratur meningkatkan risiko kerusakan hati bahkan pada dosis terapeutik.
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori B
Relatif aman, pantau dokter
Ibu Menyusui
Aman
Dapat digunakan saat menyusui
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap paracetamol atau asetaminofen
- Penyakit hati berat yang aktif (severe hepatic impairment)
- Defisiensi G6PD berat (gunakan dengan hati-hati)
- Alkoholisme kronis berat
Efek Samping Paracetamol
- Mual ringan
- Nyeri perut ringan
- Konstipasi (pada penggunaan dosis tinggi)
Interaksi Obat
- Warfarin — penggunaan jangka panjang dosis tinggi meningkatkan efek antikoagulan dan risiko perdarahan
- Alkohol — meningkatkan risiko hepatotoksisitas secara signifikan
- Isoniazid — meningkatkan risiko hepatotoksisitas
- Rifampicin, Karbamazepin, Fenitoin, Fenobarbital — menginduksi enzim CYP450 sehingga meningkatkan konversi ke metabolit hepatotoksik NAPQI
- Kolestiramin — menurunkan absorpsi paracetamol jika diberikan bersamaan
- Metoklopramid — meningkatkan laju absorpsi paracetamol
- Probenesid — meningkatkan kadar plasma paracetamol dengan menghambat konjugasi
- Zidovudin — meningkatkan risiko neutropenia
Detail Produk
Panadol (Haleon/GSK Consumer Healthcare)
Tylenol (Johnson & Johnson)
Biogesic (Therapharma)
Pamol (Kalbe Farma)
Hufagesic (Hufa)
Tempra (Sanofi)
Farmasal (Fahrenheit)
Paracetamol Generik (Kimia Farma, IndoFarma)
Pidol (Pyridam Farma)
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu ruangan 15-30 derajat Celsius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya langsung serta jangkauan anak-anak; sediaan suppositoria simpan di bawah 25 derajat Celsius
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Mual, muntah, nyeri perut kanan atas yang muncul 24-72 jam setelah overdosis (tanda kerusakan hati)
- Kulit atau sklera mata berwarna kuning (ikterus)
- Urin berwarna coklat gelap seperti teh
- Kejang atau penurunan kesadaran
- Tanda-tanda gagal hati: perdarahan abnormal, kebingungan, pembengkakan perut
- Segera ke IGD jika terjadi dugaan overdosis meskipun belum ada gejala
Referensi
- ISO Indonesia Vol. 51
- MIMS Indonesia 2024
- PIONAS BPOM
- British National Formulary (BNF) 2024
- WHO Essential Medicines List 2023
- Lacroix et al., Paracetamol: Update on its analgesic mechanism and safety profile, 2020
- PEDOFI (Pedoman Formularium Indonesia) BPOM 2023
Tim Medis
Ditulis oleh
Penulis Konten
Alumnus Farmasi Universitas Hasanuddin
Penulis artikel profesional di bidang kesehatan berbasis jurnal ilmiah, publikasi akademik, dan referensi klinis terkini.
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.