Neurobat
Thiamine HCl, Pyridoxine HCl, Cyanocobalamin
Neurobat Obat Apa?
Neurobat adalah suplemen neurotropik produksi PT Combiphar yang mengandung kombinasi vitamin B1 (Thiamine), B6 (Pyridoxine), dan B12 (Cyanocobalamin) untuk mendukung fungsi dan pemulihan sistem saraf. Obat ini digunakan untuk mengatasi neuropati perifer, nyeri saraf, serta defisiensi vitamin B kompleks.
Dosis Neurobat
Dewasa- Dosis umum: 1 tablet diminum 1-3 kali sehari bersama atau sesudah makan
- Dosis pemeliharaan: 1 tablet satu kali sehari, atau sesuai petunjuk dokter
- Anak usia di atas 12 tahun: sama dengan dosis dewasa
- Anak di bawah 12 tahun: penggunaan harus atas petunjuk dokter
- Lansia: tidak perlu penyesuaian dosis, gunakan dengan pemantauan kondisi umum
- Gangguan ginjal ringan-sedang: tidak perlu penyesuaian dosis
- Gangguan ginjal berat: konsultasikan dengan dokter
- Gangguan hati: gunakan dengan hati-hati
Aturan Pakai
Neurobat sebaiknya diminum bersama atau sesudah makan untuk mengurangi risiko gangguan lambung. Telan tablet secara utuh dengan segelas air putih, jangan dikunyah atau dihancurkan. Gunakan secara teratur pada waktu yang sama setiap hari untuk hasil yang optimal.
Peringatan & Perhatian
- Hindari konsumsi Pyridoxine melebihi 200 mg/hari dalam jangka panjang untuk mencegah neuropati sensorik
- Penggunaan jangka panjang harus di bawah pemantauan dokter
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori A
Aman untuk ibu hamil
Ibu Menyusui
Aman
Dapat digunakan saat menyusui
Mengemudi
Tidak Berpengaruh
Aman untuk mengemudi
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap Thiamine, Pyridoxine, atau Cyanocobalamin
- Hipersensitivitas terhadap kobalt atau kobalamin
- Tidak diberikan kepada anak di bawah 12 tahun tanpa petunjuk dokter
Efek Samping Neurobat
- Mual dan gangguan lambung ringan
- Kehilangan nafsu makan
- Reaksi alergi ringan seperti gatal atau kemerahan kulit
- Sakit kepala ringan
- Pada penggunaan Pyridoxine dosis sangat tinggi jangka panjang: neuropati sensorik reversibel
Interaksi Obat
- Isoniazid (INH): antagonis terhadap Pyridoxine, meningkatkan risiko neuropati perifer
- Levodopa: Pyridoxine dosis besar mengurangi efektivitas Levodopa bila digunakan tanpa karbidopa
- Metotreksat: dapat mempengaruhi metabolisme vitamin B
- Kloramfenikol: dapat mengurangi respons terapi terhadap Cyanocobalamin
- Alkohol: konsumsi berlebih mengganggu absorpsi vitamin B kompleks
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya dan kelembapan, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Reaksi alergi berat: sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, ruam kulit parah
- Kesemutan dan mati rasa yang semakin memburuk setelah penggunaan
- Gejala neuropati baru yang muncul atau semakin parah
- Gangguan penglihatan mendadak
FAQ
Referensi
- MIMS Indonesia 2024
- ISO Indonesia Vol. 51
- PIONAS BPOM. Tersedia di: https://pionas.pom.go.id
- CekBPOM BPOM RI. Tersedia di: https://cekbpom.pom.go.id
- Drugs.com. Cyanocobalamin, Pyridoxine, and Thiamine. Tersedia di: https://www.drugs.com
- Kompendia Obat Bebas dan Bebas Terbatas BPOM 2023
- Catatan: Nomor BPOM bersifat indikatif, harap verifikasi di https://cekbpom.pom.go.id
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.