Limoxin

Limoxin

Ambroxol hydrochloride

Obat KerasMukolitikSaluran Pernapasan

Limoxin Obat Apa?

Limoxin adalah obat mukolitik yang mengandung Ambroxol HCl, diproduksi oleh PT Pharos Indonesia. Obat ini bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan, dan efektif digunakan untuk berbagai gangguan saluran pernapasan yang disertai produksi lendir berlebih.

Dosis Limoxin

Dewasa
  • Tablet: 1 tablet (30 mg) 3 kali sehari; dapat ditingkatkan menjadi 2 tablet 2 kali sehari
  • Sirup: 1 sendok takar (5 mL = 30 mg) 3 kali sehari; dapat ditingkatkan menjadi 2 sendok takar (10 mL) 2 kali sehari
Anak-Anak
  • Anak 6-12 tahun: 1 mL drops (= 7,5 mg) atau 1/2 tablet, 2-3 kali sehari
  • Anak 2-6 tahun: 0,5 mL drops (= 3,75 mg) atau 1,25 mL sirup (7,5 mg), 2-3 kali sehari
  • Anak di bawah 2 tahun: 0,5 mL drops, 2 kali sehari (hanya atas anjuran dokter)
Lansia / Gangguan Organ
  • Gangguan fungsi ginjal dan hati: gunakan dengan hati-hati dan mulai dari dosis terendah
  • Lansia: gunakan dengan hati-hati, perhatikan fungsi ginjal dan hati
  • Kehamilan trimester I: kontraindikasi

Aturan Pakai

Limoxin sebaiknya diminum sesudah makan untuk mengurangi kemungkinan gangguan pencernaan. Telan tablet utuh dengan air yang cukup. Untuk sirup, kocok terlebih dahulu sebelum digunakan dan gunakan sendok takar yang disediakan. Untuk drops, gunakan penetes yang tersedia.

Peringatan & Perhatian

Baca peringatan berikut sebelum menggunakan Limoxin:
  • Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa anjuran dokter jika digunakan dalam jangka panjang
  • Pada penggunaan jangka panjang, kurangi dosis menjadi 2 kali sehari

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori C

Hati-hati, risiko belum jelas

Ibu Menyusui

Hati-hati

Konsultasikan dengan dokter dahulu

Mengemudi

Tidak Berpengaruh

Aman untuk mengemudi

Kontraindikasi

Jangan gunakan Limoxin pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap ambroxol atau komponen obat lainnya
  • Kehamilan trimester pertama
  • Pasien dengan riwayat tukak peptik aktif (ulkus lambung/duodenum)

Efek Samping Limoxin

  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada ulu hati atau gangguan pencernaan
  • Kemerahan atau ruam pada kulit
  • Pembengkakan pada wajah
  • Sesak napas
  • Demam (jarang)

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Amoksisilin, sefuroksim, eritromisin, atau doksisiklin: konsentrasi antibiotik di jaringan paru dapat meningkat saat dikombinasikan dengan ambroxol.

Detail Produk Limoxin

Manfaat / Kegunaan (Indikasi)Limoxin diindikasikan sebagai terapi sekretolitik pada penyakit bronkopulmonal akut dan kronik yang disertai sekresi abnormal mukus dan gangguan pengeluaran mukus, termasuk bronkitis akut dan kronik, bronkitis asmatik, asma bronkial, emfisema, bronkiektasis, radang paru kronis, dan rinofaringitis.
Komposisi LimoxinAmbroxol HCl 30 mg (tablet); Ambroxol HCl 30 mg/5 mL (sirup); Ambroxol HCl 7,5 mg/mL (drops)
Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
TabletSirup / SuspensiTetes (Drops)
Rute Pemberian
Oral
PemerianTablet: bulat, putih, dengan garis tengah. Sirup: larutan kental berwarna merah muda dengan aroma stroberi. Drops: larutan jernih hingga sedikit keruh.
KemasanStrip (10 tablet)
Dus, 1 botol plastik @60 mL (sirup)
Dus, 1 botol @20 mL (drops)
Harga
Rp 11.000 – Rp 55.000
Perlu resep dokter
ManufakturPT Pharos Indonesia
No. Reg. BPOM DKL2221103437A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung; jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:

  • Reaksi alergi berat (anafilaksis): sesak napas mendadak, bengkak pada wajah/lidah/tenggorokan, tekanan darah turun
  • Sindrom Stevens-Johnson atau nekrolisis epidermal toksik: ruam kulit yang meluas, melepuh, mengelupas
  • Gangguan pernapasan berat
  • Gejala tidak membaik setelah 5-7 hari penggunaan
Dalam keadaan darurat medis, hubungi IGD 119 atau langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jangan menunda pertolongan.

FAQ

Limoxin adalah obat mukolitik yang mengandung Ambroxol HCl, digunakan untuk mengencerkan dan membantu mengeluarkan dahak pada berbagai penyakit saluran pernapasan seperti bronkitis, asma bronkial, dan bronkiektasis.
Dosis Limoxin untuk dewasa adalah 1 tablet (30 mg) atau 1 sendok takar sirup (5 mL) sebanyak 3 kali sehari, diminum sesudah makan.
Limoxin termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep atau petunjuk dokter.
Limoxin termasuk kategori C untuk kehamilan. Penggunaan pada trimester pertama dikontraindikasikan. Untuk trimester kedua dan ketiga, hanya boleh digunakan atas anjuran dokter.
Limoxin tablet (30 mg) umumnya untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun; sirup (30 mg/5 mL) untuk dewasa dan anak di atas 6 tahun; drops (7,5 mg/mL) untuk bayi dan anak kecil di bawah 6 tahun.

Referensi

  1. MIMS Indonesia 2024. Limoxin. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/limoxin
  2. PIONAS BPOM. Ambroksol. Tersedia di: https://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol
  3. ISO Indonesia Vol. 51
  4. Drugs.com. Ambroxol. Tersedia di: https://www.drugs.com/international/ambroxol.html

Tim Medis

Ditinjau secara medis Terverifikasi

Foto apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.

Kurator Medis

Apoteker Komunitas

Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar

SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025

Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.

Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: Mei 7, 2026