Lansoprazole
Lansoprazole
Lansoprazole adalah inhibitor pompa proton (PPI) generasi kedua yang digunakan untuk pengobatan tukak lambung, tukak duodenum, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), esofagitis erosif, dan kondisi hipersekresi asam lambung seperti sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini merupakan salah satu PPI yang paling banyak diresepkan di Indonesia dan masuk dalam Formularium Nasional JKN.
Lansoprazole Obat untuk Apa?
Tukak lambung (gastric ulcer)
Tukak duodenum (duodenal ulcer)
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
Esofagitis erosif
Eradikasi Helicobacter pylori (sebagai bagian dari terapi kombinasi)
Tukak yang diinduksi NSAID (pencegahan dan pengobatan)
Sindrom Zollinger-Ellison
Dispepsia fungsional
Mekanisme Kerja
Lansoprazole adalah prodrug benzimidazol yang diaktivasi di lingkungan sangat asam pada kanalikuli sel parietal lambung. Setelah protonasi, lansoprazole terkonversi menjadi sulfenamid siklik aktif yang berikatan secara kovalen dan ireversibel dengan residu sistein (Cys813 dan Cys321) pada subunit alfa enzim H+/K+-ATPase (pompa proton). Penghambatan pompa proton ini memblok langkah akhir sekresi ion hidrogen ke dalam lumen lambung, sehingga produksi asam lambung berkurang secara signifikan baik yang distimulasi oleh makanan, histamin, gastrin, maupun asetilkolin. Pemulihan sekresi asam memerlukan sintesis pompa proton baru yang memakan waktu 18-24 jam.
Bentuk Sediaan & Produsen
Lasgan (Kalbe Farma)
Compraz (Combiphar)
Prevacid (Takeda)
Lapraz (Lapi Laboratories)
Lanpro (Pharos Indonesia)
Lansoprazole Generik (Kimia Farma, IndoFarma)
Dosis Lansoprazole & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Tukak duodenum: 30 mg sekali sehari selama 4 minggu (dapat diperpanjang hingga 8 minggu)
- Tukak lambung: 30 mg sekali sehari selama 8 minggu
- GERD/Esofagitis erosif: 30 mg sekali sehari selama 4-8 minggu; pemeliharaan 15 mg sekali sehari
- Eradikasi H. pylori: 30 mg dua kali sehari selama 7-14 hari (dikombinasi dengan 2 antibiotik)
- Sindrom Zollinger-Ellison: mulai 60 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan hingga 90-120 mg/hari
- Pencegahan tukak akibat NSAID: 15-30 mg sekali sehari selama terapi NSAID berlangsung
Dosis anak-anak
- Anak 1-11 tahun dengan berat badan kurang dari 30 kg: 15 mg sekali sehari
- Anak 1-11 tahun dengan berat badan 30 kg atau lebih: 30 mg sekali sehari
- Anak 12-17 tahun: 15-30 mg sekali sehari sesuai indikasi (sama dengan dewasa)
- Tidak diindikasikan pada bayi di bawah 1 tahun
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis rutin; waspadai penggunaan jangka panjang
- Gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis
- Gangguan hati berat (Child-Pugh C): batasi dosis maksimum 30 mg per hari
Lansoprazole diminum 30 menit sebelum makan pertama untuk efektivitas optimal, karena pompa proton aktif saat sel parietal distimulasi oleh makanan. Kapsul harus ditelan utuh dengan segelas air, jangan dikunyah atau dihancurkan karena granulesnya dilapisi selaput tahan asam. Untuk pasien yang tidak dapat menelan kapsul, isi kapsul dapat dibuka dan granules dicampur ke dalam 40 mL jus apel atau jus tomat dan diminum segera. Jika menggunakan selang nasogastrik, encerkan granules dalam 10 mL jus apel dan masukkan melalui selang, lalu bilas dengan air.
Penggunaan PPI jangka panjang (lebih dari 1 tahun) dapat meningkatkan risiko hipomagnesemia, fraktur tulang, defisiensi vitamin B12, dan infeksi Clostridioides difficile. Jangan menggunakan lebih dari 8 minggu tanpa evaluasi medis ulang. Sebelum memulai terapi, singkirkan kemungkinan keganasan pada tukak lambung karena PPI dapat menyamarkan gejala kanker lambung.
Efek Samping Lansoprazole
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Diare
- Sakit kepala
- Mual
- Nyeri perut
- Konstipasi
Jarang — 1–10% pasien
- Pusing
- Ruam kulit
- Kelelahan
- Mulut kering
- Peningkatan enzim hati (ALT, AST) transien
- Flatulensi
Langka namun serius (<1% pasien)
- Hipomagnesemia (pada penggunaan jangka panjang lebih dari 1 tahun)
- Nefritis interstisial akut
- Defisiensi vitamin B12
- Osteoporosis dan fraktur tulang panggul/pergelangan tangan (penggunaan kronik)
- Reaksi hipersensitivitas berat (angioedema, anafilaksis)
- Kolitis mikroskopik
- Lupus eritematosus kutaneus subakut
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan disertai nyeri lambung
Kesulitan atau nyeri saat menelan (disfagia/odinofagia)
Muntah darah atau feses berwarna hitam seperti ter (perdarahan saluran cerna atas)
Nyeri perut hebat dan menetap
Tanda hipomagnesemia: kejang, aritmia jantung, tetani, tremor
Tanda nefritis interstisial: penurunan produksi urin, pembengkakan kaki
Kontraindikasi Lansoprazole
- Hipersensitivitas terhadap lansoprazole, PPI lain, atau benzimidazol
- Penggunaan bersamaan dengan atazanavir (secara signifikan menurunkan kadar antiretroviral)
- Penggunaan bersamaan dengan rilpivirine (menurunkan kadar rilpivirine secara bermakna)
Sebelum memulai terapi, pastikan tidak ada tanda-tanda keganasan saluran cerna atas karena lansoprazole dapat menyamarkan gejala kanker lambung. Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat osteoporosis karena penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko fraktur tulang. Pantau kadar magnesium serum pada penggunaan lebih dari 1 tahun. Penggunaan PPI sebaiknya dikaji ulang secara periodik untuk memastikan masih diperlukan dengan dosis dan durasi serendah-rendahnya yang efektif.
Interaksi Lansoprazole dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Lansoprazole.
- Atazanavir/Rilpivirine — lansoprazole menurunkan absorpsi obat antiretroviral secara signifikan; kontraindikasi
- Klopidogrel — lansoprazole dapat menghambat aktivasi klopidogrel melalui CYP2C19; gunakan PPI alternatif
- Metotreksat — PPI dapat meningkatkan kadar metotreksat dan risiko toksisitas
- Digoksin — PPI dapat meningkatkan absorpsi dan kadar digoksin
- Ketokonazol/Itrakonazol — lansoprazole menurunkan absorpsi antijamur yang memerlukan pH asam
- Warfarin — penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan INR; pantau koagulasi secara berkala
- Tacrolimus — PPI dapat meningkatkan kadar tacrolimus; pantau kadar trough
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering, terlindung dari cahaya dan kelembapan, jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Simpan Lansoprazole dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Lansoprazole di Apotek
Tersedia hanya dengan resep dokter di apotek; generik tersedia di fasilitas kesehatan JKN/BPJS
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
PIONAS BPOM
Formularium Nasional JKN 2023
ISO Indonesia Vol. 51
British National Formulary (BNF) 2024
Drug Information Handbook (Lexicomp) 2024
Konsensus Nasional Penatalaksanaan GERD Indonesia 2013
Strand DS et al., 25 years of Proton Pump Inhibitors, Gut 2017