Furosemide 40 mg
Furosemide (Furosemida)
Furosemide adalah diuretik kuat golongan loop diuretic yang digunakan untuk mengatasi edema pada gagal jantung kongestif, sirosis hepatik, dan penyakit ginjal, serta sebagai terapi tambahan pada hipertensi yang tidak terkontrol.
Furosemide 40 mg Obat untuk Apa?
Edema pada gagal jantung kongestif
Edema pada sirosis hepatik
Edema pada penyakit ginjal termasuk sindrom nefrotik
Hipertensi (sebagai terapi tambahan)
Edema paru akut
Hiperkalsemia
Mekanisme Kerja
Furosemide bekerja dengan menghambat kotransporter Na⁺-K⁺-2Cl⁻ (NKCC2) di segmen tebal ansa Henle asendens ginjal, sehingga menghambat reabsorpsi natrium, kalium, dan klorida secara bermakna. Akibatnya terjadi peningkatan ekskresi air melalui urin (diuresis) yang kuat dan cepat, biasanya dalam 30-60 menit setelah pemberian oral. Furosemide juga meningkatkan ekskresi kalsium dan magnesium, serta memiliki efek vasodilatasi langsung melalui peningkatan sintesis prostaglandin yang berkontribusi terhadap efek antihipertensinya.
Bentuk Sediaan & Produsen
Uresix (Lapi Laboratories)
Farsix (Fahrenheit)
Edemin (Kalbe Farma)
Furosemide Generik (berbagai produsen)
Dosis Furosemide 40 mg & Cara Pakai
Dosis dewasa
- Edema: 20-80 mg sekali sehari pada pagi hari, dapat ditingkatkan 20-40 mg tiap 6-8 jam jika respons tidak adekuat
- Dosis maksimum edema berat: hingga 600 mg per hari
- Hipertensi: 40-80 mg dua kali sehari
- Edema paru akut (IV): 40 mg IV pelan, dapat diulang 80 mg setelah 1 jam jika perlu
Dosis anak-anak
- Oral: 1-3 mg/kgBB per hari dalam 1-2 dosis terbagi (maksimum 40 mg per hari)
- IV/IM: 0,5-1 mg/kgBB per dosis (maksimum 6 mg/kgBB per hari)
- Neonatus: 1-2 mg/kgBB tiap 12-24 jam
Dosis khusus (lansia / gangguan organ)
- Lansia: mulai dengan dosis rendah (20 mg/hari), pantau elektrolit dan fungsi ginjal secara berkala
- Gagal ginjal berat (GFR <30 mL/menit): dapat memerlukan dosis lebih tinggi; hindari jika anuria
- Gagal hati berat: gunakan hati-hati, pantau elektrolit ketat; risiko ensefalopati hepatik meningkat
Tablet furosemide dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Dianjurkan diminum pada pagi hari untuk menghindari nokturia (sering kencing di malam hari). Minum dengan segelas air penuh. Jika dosis dua kali sehari, minum dosis kedua tidak lebih dari pukul 18.00. Pantau asupan elektrolit dan hidrasi selama penggunaan rutin.
Jangan melebihi dosis yang diresepkan dokter. Pemantauan kadar elektrolit (natrium, kalium, klorida, magnesium) dan fungsi ginjal (kreatinin, BUN) diperlukan secara berkala, terutama pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang. Hindari pemberian intravena terlalu cepat (>4 mg/menit) karena risiko ototoksisitas.
Efek Samping Furosemide 40 mg
Umum — sering terjadi (>10% pasien)
- Hipokalemia (kadar kalium darah rendah)
- Hiponatremia (kadar natrium darah rendah)
- Dehidrasi
- Pusing dan hipotensi ortostatik
- Kram otot
- Hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat)
Jarang — 1–10% pasien
- Hipomagnesia
- Hipokalsemia
- Hiperkloremia
- Ruam kulit dan urtikaria
- Fotosensitivitas
- Tinnitus ringan
- Hiperglikemia
Langka namun serius (<1% pasien)
- Ototoksisitas (tuli sensorineural) terutama pada dosis tinggi atau infus IV cepat
- Pankreatitis akut
- Trombositopenia
- Agranulositosis
- Nefritis interstisial
- Reaksi anafilaksis
Kelemahan otot parah, kram hebat, atau aritmia jantung (tanda hipokalemia berat)
Gangguan pendengaran mendadak, tinnitus, atau vertigo
Produksi urin sangat berkurang (oliguria/anuria)
Kulit atau mata menguning (ikterus)
Perdarahan atau memar tidak biasa
Sesak napas, bengkak wajah atau tenggorokan (anafilaksis)
Kontraindikasi Furosemide 40 mg
- Anuria atau oliguria berat yang tidak responsif terhadap furosemide
- Hipersensitivitas terhadap furosemide atau sulfonamida
- Hipovolemia atau dehidrasi berat
- Hipokalemia atau hiponatremia berat yang belum terkoreksi
- Koma hepatik atau prekoma hepatik
Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat gout karena dapat meningkatkan kadar asam urat. Pemantauan ketat elektrolit dan fungsi ginjal diperlukan terutama pada usia lanjut, pasien diabetes, dan gagal ginjal kronis. Hindari pemberian IV terlalu cepat karena risiko ototoksisitas. Pasien dengan alergi sulfonamida mungkin menunjukkan reaksi silang. Hentikan penggunaan jika terjadi gangguan pendengaran.
Interaksi Furosemide 40 mg dengan Obat Lain
Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Furosemide 40 mg.
- Aminoglikosida (gentamisin, amikacin) — meningkatkan risiko ototoksisitas dan nefrotoksisitas
- ACE inhibitor/ARB — dapat menyebabkan hipotensi berat (efek aditif)
- Digoksin — hipokalemia akibat furosemide meningkatkan risiko toksisitas digoksin
- NSAID (ibuprofen, indometasin) — mengurangi efek diuretik furosemide
- Lithium — furosemide mengurangi ekskresi litium, meningkatkan risiko toksisitas litium
- Kortikosteroid — meningkatkan risiko hipokalemia
- Antidiabetik oral/insulin — furosemide dapat meningkatkan kadar gula darah
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celsius, terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan, jauh dari jangkauan anak-anak.
- Simpan Furosemide 40 mg dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kisaran Harga Furosemide 40 mg di Apotek
Tersedia di apotek dengan resep dokter; generik sangat terjangkau, merek dagang seperti Lasix lebih mahal.
Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.
Informasi Lainnya
Verifikasi di BPOM →
MIMS Indonesia 2024
PIONAS BPOM
BNF (British National Formulary) 2024
Dipiro et al. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 11th Ed.
Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung PERKI 2020