Konidin

Dextromethorphan Hydrobromide + Guaifenesin + Phenylpropanolamine Hydrochloride + Chlorpheniramine Maleate

Obat Bebas TerbatasAntihistaminAntitusifDekongestanEkspektoran

Konidin adalah obat kombinasi untuk meredakan batuk, hidung tersumbat, dan gejala flu yang mengandung antitusif, ekspektoran, dekongestan, dan antihistamin. Obat ini diproduksi oleh PT Konimex dan bekerja secara komprehensif mengatasi gejala saluran napas atas.

Perhatian: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Konidin Obat untuk Apa?

Batuk kering (tidak berdahak)
Batuk berdahak dengan kesulitan mengeluarkan dahak
Hidung tersumbat akibat flu atau pilek
Bersin-bersin dan rinore akibat alergi atau pilek
Meringankan gejala flu dan pilek

Mekanisme Kerja

Dextromethorphan HBr menekan refleks batuk dengan bekerja pada reseptor sigma di pusat batuk medula oblongata tanpa efek adiktif opioid. Guaifenesin sebagai ekspektoran meningkatkan sekresi kelenjar bronkus dan menurunkan viskositas mukus sehingga memudahkan ekspektorasi dahak. Phenylpropanolamine HCl sebagai agen simpatomimetik alfa-adrenergik menyempitkan pembuluh darah mukosa hidung sehingga mengurangi kongesti nasal. Chlorpheniramine Maleate memblokir reseptor H1 histamin secara kompetitif sehingga mengurangi bersin, rinore, dan reaksi alergi saluran napas.

Bentuk Sediaan & Produsen

Bentuk sediaan Konidin
tablet
Kekuatan dosis tersedia
Dextromethorphan HBr 10 mg + Guaifenesin 100 mg + Phenylpropanolamine HCl 15 mg + Chlorpheniramine Maleate 2 mg,
Kategori kehamilan (FDA)
Kategori C — Hati-hati (efek buruk pada studi hewan)
Produsen & merek dagang
Konidin (PT Konimex)

Dosis Konidin & Cara Pakai

Dosis dewasa

  • Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1-2 tablet, 3 kali sehari
  • Dosis maksimum: 6 tablet per hari

Dosis anak-anak

  • Anak 6-12 tahun: 1 tablet, 3 kali sehari
  • Anak di bawah 6 tahun: tidak direkomendasikan

Dosis khusus (lansia / gangguan organ)

  • Lansia: gunakan hati-hati terutama komponen PPA dan CTM; risiko efek antikolinergik dan efek simpatomimetik lebih tinggi
  • Gangguan hati: gunakan hati-hati, kurangi dosis
  • Gangguan ginjal: tidak ada penyesuaian khusus yang ditetapkan, pantau respons
Cara Pakai Konidin

Konsumsi dengan segelas air putih, dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Telan tablet secara utuh tanpa dikunyah atau dihancurkan. Gunakan sesuai dosis yang tertera dan jangan melebihi dosis maksimum harian.

Durasi pengobatan
Maksimal 3-5 hari penggunaan mandiri; konsultasikan dokter jika gejala tidak membaik.
Peringatan dosis

Jangan melebihi 6 tablet per hari pada dewasa. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat batuk atau flu lain yang mengandung komponen serupa untuk mencegah overdosis.

Efek Samping Konidin

Umum — sering terjadi (>10% pasien)

  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Mual
  • Pusing

Jarang — 1–10% pasien

  • Palpitasi jantung
  • Retensi urin
  • Penglihatan kabur
  • Sembelit

Langka namun serius (<1% pasien)

  • Aritmia ventrikel
  • Stroke hemoragik pada pasien hipertensi berisiko tinggi
  • Agranulositosis
Segera ke dokter atau IGD jika muncul reaksi berikut setelah minum Konidin:

Jantung berdebar kencang atau tidak teratur
Nyeri dada mendadak
Tekanan darah sangat tinggi mendadak
Reaksi alergi parah (sesak napas, ruam luas, angioedema)

Kontraindikasi Konidin

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipertensi berat atau tidak terkontrol
  • Penyakit jantung koroner atau aritmia
  • Penggunaan bersama atau dalam 14 hari setelah penghentian MAOI
  • Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen
  • Glaukoma sudut sempit
  • Retensi urin berat atau hipertrofi prostat simtomatik
Perhatian Khusus

Gunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, tirotoksikosis, hipertrofi prostat, atau gangguan hati. Efek sedatif CTM dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin. Tidak dianjurkan untuk ibu hamil trimester pertama dan ibu menyusui tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu.

Keamanan saat menyusui
Hindari saat menyusui
Pengaruh saat mengemudi
Berpengaruh signifikan — jangan mengemudi

Interaksi Konidin dengan Obat Lain

Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi bersamaan dengan Konidin.

  • MAOI (phenelzine, tranylcypromine) — risiko krisis hipertensi mengancam jiwa
  • Antidepresan trisiklik — meningkatkan efek simpatomimetik PPA
  • Obat antihipertensi — penurunan efektivitas antihipertensi
  • Alkohol dan sedatif SSP — meningkatkan efek sedasi CTM
  • Quinidine, fluoxetine, paroxetine — inhibisi CYP2D6, meningkatkan kadar DXM dan risiko sindrom serotonin

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius di tempat kering dan sejuk, terhindar dari cahaya langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan Konidin dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap dan panas
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Kisaran Harga Konidin di Apotek

Rp 300 – Rp 4.000
per tablet
Bisa tanpa resep

Tersedia bebas di apotek tanpa resep; harga berkisar Rp 300 per tablet atau sekitar Rp 3.000-4.000 per strip isi 10 tablet.

Harga dapat berbeda di setiap apotek dan wilayah. Cek HET di Kemenkes atau BPOM.

Informasi Lainnya

Nomor registrasi BPOM Konidin
DTL9504402504A1
Verifikasi di BPOM →
Terakhir diperbarui
Sumber referensi
PIONAS BPOM
MIMS Indonesia 2024
ISO Indonesia Vol. 51
Konimex Product Information Sheet
BioFar.ID Diperbarui: