Ketoprofen
Ketoprofen

Ketoprofen Obat Apa?
Ketoprofen adalah obat golongan Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS/NSAID) yang bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), sehingga mengurangi produksi prostaglandin penyebab nyeri dan peradangan. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat dan peradangan pada kondisi seperti arthritis, nyeri haid, nyeri pasca operasi, serta nyeri otot dan sendi.
Dosis Ketoprofen
Dewasa- Tablet/kapsul biasa 50 mg: 50 mg 4 kali sehari, atau 75 mg 3 kali sehari; dosis maksimal 300 mg/hari
- Tablet/kapsul biasa 100 mg: 100 mg 2-3 kali sehari; dosis maksimal 300 mg/hari
- Kapsul lepas lambat: 100-200 mg sekali sehari; dosis maksimal 200 mg/hari
- Supositoria: 100 mg 1-2 kali sehari; dosis maksimal 200 mg/hari
- Nyeri akut/dismenore: 25-50 mg setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan
- Gel topikal 2,5%: oleskan tipis 2-3 kali sehari pada area yang nyeri
- Ketoprofen tidak diindikasikan untuk anak di bawah 15 tahun. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan pada remaja.
- Lansia: mulai dengan dosis terendah (50 mg) dan pantau ketat fungsi ginjal serta tanda perdarahan saluran cerna
- Gangguan fungsi ginjal ringan-sedang (eGFR 30-60 mL/menit): kurangi dosis dan pantau fungsi ginjal secara berkala
- Gangguan fungsi ginjal berat (eGFR <30 mL/menit): dikontraindikasikan
- Gangguan fungsi hati ringan-sedang: gunakan dengan hati-hati, pantau enzim hati
- Gangguan fungsi hati berat (sirosis): dikontraindikasikan
Aturan Pakai Ketoprofen
Minum tablet atau kapsul ketoprofen bersamaan dengan makanan, susu, atau antasida untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Telan tablet/kapsul secara utuh dengan air putih, jangan dihancurkan atau dikunyah. Gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin. Untuk tablet biasa, efek lebih baik bila diminum saat nyeri baru muncul. Tablet lepas lambat membutuhkan waktu sekitar dua minggu penggunaan teratur untuk merasakan manfaat penuh. Jika lupa minum obat, konsumsi segera bila jadwal berikutnya masih jauh; jangan menggandakan dosis.
Peringatan & Perhatian
- Gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin
- Jangan gunakan lebih dari 10 hari berturut-turut tanpa arahan dokter
- Jangan kombinasikan dengan OAINS lain (termasuk aspirin dosis analgesik) tanpa seizin dokter
- Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika muncul tanda perdarahan saluran cerna
- Pantau tekanan darah secara berkala pada pasien hipertensi
Informasi Keamanan
Kehamilan
Kategori C
Hati-hati, risiko belum jelas
Ibu Menyusui
Hindari
Tidak disarankan saat menyusui
Mengemudi
Sedikit Berpengaruh
Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin
Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap ketoprofen, aspirin, atau OAINS lain (termasuk riwayat asma, urtikaria, atau rinitis akibat OAINS)
- Tukak lambung aktif atau riwayat perdarahan saluran cerna berulang
- Gagal jantung berat
- Gagal ginjal berat (eGFR < 30 mL/menit)
- Gagal hati berat (sirosis)
- Perdarahan serebrovaskular atau gangguan pembekuan darah berat
- Terapi nyeri pasca operasi bypass jantung (CABG)
- Kehamilan trimester ketiga
- Wasir akut (untuk sediaan supositoria)
Efek Samping Ketoprofen
- Gangguan pencernaan: mual, muntah, diare, sembelit, kembung, heartburn, nyeri perut
- Sakit kepala dan pusing
- Tukak lambung atau perdarahan saluran cerna (risiko meningkat pada penggunaan lama)
- Edema (bengkak) pada kaki atau pergelangan kaki akibat retensi cairan
- Peningkatan tekanan darah
- Gangguan fungsi ginjal (peningkatan kreatinin/BUN)
- Peningkatan enzim hati (transaminase)
- Ruam kulit dan reaksi fotosensitivitas (pada gel topikal)
- Kantuk, pusing, atau penglihatan kabur
Interaksi Obat
- Antikoagulan (warfarin, heparin): meningkatkan risiko perdarahan, pantau INR secara ketat
- OAINS lain dan aspirin: meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna dan efek samping ginjal
- Litium: ketoprofen meningkatkan kadar litium dalam darah hingga risiko toksisitas
- Metotreksat: meningkatkan toksisitas metotreksat secara signifikan
- Kortikosteroid (prednisolon, deksametason): meningkatkan risiko tukak lambung dan perdarahan
- ACE Inhibitor dan ARB (captopril, valsartan): menurunkan efektivitas antihipertensi dan risiko gangguan ginjal
- Diuretik (furosemid, hidroklorotiazid): menurunkan efek diuretik dan risiko gangguan ginjal
- Siklosporin dan takrolimus: meningkatkan nefrotoksisitas
- SSRI (fluoksetin, sertralin): meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna
- Probenesid: meningkatkan kadar ketoprofen dalam darah
Detail Produk
Verifikasi di BPOM ↗
Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering, terlindung dari cahaya matahari langsung; jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
- Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
- Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami kondisi berikut:
- Tinja berwarna hitam seperti tar atau muntah darah (tanda perdarahan saluran cerna)
- Nyeri dada, sesak napas mendadak, atau kelemahan pada satu sisi tubuh (tanda serangan jantung atau stroke)
- Bengkak pada wajah, lidah, atau tenggorokan (angioedema/reaksi alergi berat)
- Penurunan jumlah urin secara drastis atau tidak ada urin (tanda gagal ginjal akut)
- Kulit atau mata menguning (tanda gangguan hati berat)
- Ruam kulit yang luas dan parah disertai lepuhan (sindrom Stevens-Johnson)
- Pembengkakan kaki atau wajah yang tiba-tiba disertai sesak napas
FAQ
Referensi
- MIMS Indonesia 2024. Ketoprofen. Tersedia di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ketoprofen?mtype=generic
- Drugs.com. Ketoprofen: Drug Information. [Diakses Juni 2026]. Tersedia di: https://www.drugs.com/mtm/ketoprofen.html
- DailyMed. Ketoprofen Capsules. NIH U.S. National Library of Medicine. Tersedia di: https://dailymed.nlm.nih.gov
- ISO Indonesia Vol. 51
- Kemenkes RI. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2023
Tim Medis
Ditinjau secara medis Terverifikasi
Kurator Medis
apt. Wahyuddin Sulaiman, S.Si.
Apoteker Komunitas
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Puskesmas Rahangiar
SIPA No. 503/014/SIPA/XII/2025
Apoteker komunitas dengan fokus pada farmasi manajemen dan klinik.