Imodiar

Loperamide Hydrochloride

Obat KerasAntidiareAntiperistaltik

Imodiar Obat Apa?

Imodiar adalah obat antidiare yang mengandung loperamide hydrochloride 2 mg, bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus sehingga mengurangi frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi tinja. Obat ini digunakan untuk mengatasi diare akut non-spesifik dan diare kronis pada dewasa.

Dosis Imodiar

Dewasa
  • Dosis awal: 2 kapsul (4 mg), kemudian 1 kapsul (2 mg) setiap setelah buang air besar yang tidak normal
  • Dosis maksimum: 8 mg per hari untuk diare akut (tanpa resep) atau 16 mg per hari di bawah pengawasan dokter
  • Diare kronis: 2-4 mg, 1-4 kali sehari sesuai respons, dosis pemeliharaan 2-12 mg per hari
Anak-Anak
  • Anak 6-8 tahun (berat badan 20-30 kg): 2 mg sebanyak 2 kali pada hari pertama
  • Anak 8-12 tahun (berat badan lebih dari 30 kg): 2 mg sebanyak 3 kali pada hari pertama
  • Dosis selanjutnya: 0,1 mg/kgBB setelah setiap buang air besar yang tidak normal
  • Tidak diindikasikan pada anak di bawah 6 tahun
Lansia / Gangguan Organ
  • Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis, namun gunakan dengan hati-hati
  • Gangguan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis
  • Gangguan hati: gunakan dengan sangat hati-hati karena loperamide dimetabolisme di hati; risiko toksisitas meningkat

Aturan Pakai

Imodiar diminum secara oral. Untuk diare akut, minum 2 kapsul sebagai dosis awal, kemudian lanjutkan 1 kapsul setiap kali buang air besar yang tidak normal. Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Hentikan penggunaan jika gejala tidak membaik setelah 48 jam atau jika timbul demam. Konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama pengobatan.

Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori C

Hati-hati, risiko belum jelas

Ibu Menyusui

Hati-hati

Konsultasikan dengan dokter dahulu

Mengemudi

Sedikit Berpengaruh

Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin

Kontraindikasi

Jangan gunakan Imodiar pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap loperamide atau komponen lain dalam formula
  • Diare akut yang disebabkan oleh bakteri patogen invasif (seperti Salmonella, Shigella, Campylobacter)
  • Kolitis pseudomembranosa akibat antibiotik
  • Diare berdarah atau diare dengan demam tinggi
  • Kondisi di mana penghambatan motilitas usus harus dihindari (seperti ileus paralitik, megakolon toksik)
  • Anak di bawah usia 6 tahun

Efek Samping Imodiar

  • Konstipasi (sembelit)
  • Kembung dan perut terasa penuh
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut atau kram perut
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mengantuk
  • Reaksi alergi kulit (ruam, gatal)

Interaksi Obat

Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Antibiotik (quinolone, rifampisin): dapat mempengaruhi kadar loperamide dalam darah
  • Ritonavir, Saquinavir (antiretroviral): meningkatkan kadar loperamide secara signifikan, risiko efek kardiotoksik
  • Obat antijamur (ketoconazole, itraconazole): menghambat metabolisme loperamide sehingga meningkatkan kadar dalam plasma
  • Gemfibrozil: meningkatkan paparan loperamide dalam tubuh
  • Obat yang memperpanjang interval QT: risiko aritmia jantung meningkat jika dikombinasikan dengan loperamide dosis tinggi

Detail Produk

Indikasi UmumImodiar diindikasikan untuk pengobatan simtomatik diare akut non-spesifik dan diare kronis yang berhubungan dengan kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS), serta untuk mengurangi volume ileostomi pada pasien dewasa.
KomposisiLoperamide Hydrochloride 2 mg
Golongan ObatObat Keras
Bentuk Sediaan
Kapsul
PemerianKapsul berwarna hijau, berisi serbuk atau granul berwarna putih hingga putih kekuningan, tidak berbau, rasa netral.
KemasanStrip 6 kapsul, Dus 1 strip @6 kapsul, Dus 2 strip @6 kapsul,
Harga
Rp 15.000 – Rp 45.000
Perlu resep dokter
ManufakturFahrenheit
No. Reg. BPOM GKL9630711810A1
Verifikasi di BPOM ↗

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

Referensi

  1. MIMS Indonesia 2024
  2. PIONAS BPOM
  3. ISO Indonesia Vol. 51
  4. Badan POM RI - Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI)
  5. Sweetman SC (ed.). Martindale: The Complete Drug Reference. Pharmaceutical Press.
Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
Biofar Diperbarui: April 27, 2026