Gratizin

Cotrimoxazole (Sulfamethoxazole 400 mg + Trimethoprim 80 mg)

Obat KerasAntibakteriAntibiotik

💊 Deskripsi & Manfaat

Gratizin adalah obat antibiotik kombinasi yang mengandung sulfamethoxazole dan trimethoprim, digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri pada saluran kemih, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri penyebab infeksi.

⚖️ Dosis & Aturan Pakai

Dewasa

  • 2 tablet tiap 12 jam (setara Sulfamethoxazole 800 mg + Trimethoprim 160 mg setiap 12 jam)
  • Infeksi berat: dapat ditingkatkan menjadi 3 tablet tiap 12 jam
  • Durasi pengobatan umumnya 5-14 hari tergantung jenis infeksi
  • Maksimum dosis harian: Sulfamethoxazole 2400 mg + Trimethoprim 480 mg

Anak-Anak

  • Anak usia 2-5 tahun: Sulfamethoxazole 200 mg + Trimethoprim 40 mg tiap 12 jam
  • Anak usia 6-12 tahun: Sulfamethoxazole 400 mg + Trimethoprim 80 mg tiap 12 jam
  • Anak di bawah 2 bulan: Tidak diindikasikan

Lansia / Gangguan Organ

  • Lansia: Gunakan dengan hati-hati, mulai dari dosis terendah karena risiko efek samping lebih tinggi, terutama pada fungsi ginjal dan hati yang menurun
  • Gangguan ginjal ringan-sedang (CrCl 15-30 mL/menit): dosis dikurangi 50%
  • Gangguan ginjal berat (CrCl kurang dari 15 mL/menit): tidak dianjurkan
  • Gangguan hati berat: tidak dianjurkan

Aturan Pakai

Gratizin diminum bersama makanan atau segelas penuh air putih untuk mengurangi risiko iritasi lambung dan mencegah pembentukan kristal di ginjal. Minum obat ini secara teratur pada waktu yang sama setiap hari, dan habiskan seluruh dosis yang diresepkan meskipun gejala sudah membaik sebelum obat habis, untuk mencegah resistensi bakteri.

🛡️ Informasi Keamanan

Kehamilan

Kategori C

Hati-hati, risiko belum jelas

Ibu Menyusui

Hati-hati

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu

Mengemudi

Sedikit Berpengaruh

Waspada saat mengemudi atau operasikan mesin

Kontraindikasi

Jangan digunakan pada kondisi berikut:
  • Hipersensitivitas terhadap sulfonamida, trimethoprim, atau salah satu komponen obat
  • Gangguan fungsi ginjal berat
  • Gangguan fungsi hati berat
  • Bayi prematur atau neonatus (di bawah 2 bulan)
  • Wanita hamil pada trimester pertama dan mendekati persalinan
  • Anemia megaloblastik akibat defisiensi folat
  • Pasien dengan riwayat diskrasia darah (kelainan darah)

Efek Samping

  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit atau gatal-gatal
  • Kristaluria (pembentukan kristal di urin)
  • Sensitivitas kulit terhadap cahaya matahari (fotosensitivitas)
  • Lidah terasa pahit

📋 Detail Produk

Indikasi Umum

Gratizin diindikasikan untuk pengobatan infeksi saluran kemih (ISK) seperti sistitis dan uretritis, infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis akut dan pneumonia, infeksi saluran pencernaan seperti diare bakterial dan shigelosis, serta infeksi telinga tengah (otitis media) yang disebabkan oleh bakteri sensitif terhadap cotrimoxazole.

Komposisi

Sulfamethoxazole 400 mg, Trimethoprim 80 mg

Golongan Obat

Obat Keras

Bentuk Sediaan

Tablet

Pemerian

Tablet berwarna putih hingga putih kekuningan, berbentuk bulat atau oval, permukaan rata, tidak berbau atau hampir tidak berbau, dan sedikit pahit bila dikecap.

Kemasan

Strip 10 tablet, Dus 10 strip,

Harga

Rp 3.000 – Rp 25.000
Perlu resep dokter

Manufaktur

Gratia Husada Farma

No. Registrasi BPOM

GKL8330524117A1
Verifikasi di BPOM →

📦 Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, terhindar dari cahaya matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala
  • Kembalikan obat kedaluwarsa ke apotek — jangan dibuang ke saluran air

📚 Referensi

  • PIONAS BPOM - Cotrimoxazole
  • MIMS Indonesia 2024
  • ISO Indonesia Vol. 51
  • Keputusan Kepala BPOM tentang Informatorium Nasional Obat (IONI)
  • Pedoman Penggunaan Antibiotik Kemenkes RI 2021
⚠️ Perhatian Penting Informasi pada halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker. Selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah terapi pengobatan Anda.
BioFar.ID Diperbarui: April 27, 2026